Chuck Pierce: Hari 4: Lihatlah Jalan Anda Menuju Kekayaan! (Feb 4, 2010)


Dear Friends:

Saat ini kita berada di era melihat dan menentukan masa depan kita. Selama masa ini, Janji-janji Tuhan diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kita dipanggil untuk menyembah dengan suatu cara baru dan membuat suati peringatan melalui pemberian kita!

Dalam perjalanan Yakub saat ia melarikan diri dari Esau, ia berjalan 3 hari menuju Betel. Malam itu, ia mengambil “sebuah batu” untuk tidur dan saat ia tertidur, Allah memberinya penglihatan akan sebuah tangga (atau tangga rumah, menurut beberapa terjemahan) dari surga menuju bumi.  

Yoh. 1 menjelaskan bahwa tangga menyimbolkan Yesus Kristus. Yakub tidak sadar bahwa Tuhan dekat dengannya. Banyak dari kita tidak menyadari dalam perjalanan hidup kita betapa dekatnya Tuhan untuk menyelamatkan kita dari semua kekacauan dan kesalahan kita. Ia membuka surga bagi kita dan mencurahkan berkat-berkat surga bagi hidup kita. Yakub mengira ia sendirian dalam perjalanannya dan mendapati bahwa ternyata ia sangat dekat dengan pintu gerbang surga! Yakub, yang masih memiliki beberapa rencana licik, memberikan perpuluhan kepada Tuhan jika Ia menyertainya dalam perjalanannya dan membawanya menuju kegenapan destinynya! Kita dapat “melihat perjalanan kita menuju suatu dimensi kekayaan yang baru.”  

Kita telah diberi Kuasa untuk Mendapatkan Kelimpahan dan Kekayaan! Kelimpahan adalah berlimpahnya harta benda atau sumber daya. Selama jaman patriarki, kelimpahan sering diukur dari banyaknya hewan ternak – domba, kambing, sapi, keledai, dan unta. Hal ini berlaku bagi Abraham (Kej. 13:2), Ishak (Kej.. 26:12-14) dan Yakub (Kej. 30:43; 32:5). Masyarakat jaman dulu juga mengukur kelimpahan dalam hal tanah, rumah, budak, dan benda-benda berharga. Contoh utamanya ialah Raja Salomo, yg besar kelimpahanya tergambar dalam 1 Raj. 10:14-29. Kuasa untuk meraih kelimpahan itulah kunci bagi kemajuan covenant kita (Ul. 8).

Jangan pernah melupakan – bahwa kelimpahan berasal dari Allah! Nabi Amos menghardik penduduk Israel yang kaya dan makmur, yg menjual “orang benar karena uang, dan orang miskin karena sepasang kasut” (Amos 2:6). Kekayaan mereka adalah hasil kejahatan dan berada di bawah kutuk karena didapat dari merampas milik orang miskin. Kelimpahan dan uang adalah 2 hal yang berbeda. Seringkali kita melihat dari seberapa banyak uang yang kita miliki, dan itulah yang menentukan tingkat iman kita. Saat kita MELIHAT saldo di rekening bank kita, kita dapat merasa cemas atau iman kita bangkit. Uang dapat menjadi suatu alat untuk tukar-menukar dan meraih kekayaan atau uang dapat menjadi akar dari segala kejahatan.

Sebaliknya, “kekayaan” berarti menerima anugerah Roh Kudus untuk memampukan kita menuntaskan apa yang seharusnya kita tuntaskan. Karunia seseorang dihubungkan dengan konsep kelimpahan. Kekayaan dihubungkan dengan akumulasi, atau apa yang berhasil kita kumpulkan. Suatu rencana untuk melayani didasarkan dari kekayaan kita. Semakin kita melayani kekayaan kita dengan selayaknya, maka semakin banyak kita akan menerima. Hal ini bukan masalah uang semata! Allah mencari orang-orang yang akan berubah di dalam pelayanan mereka, agar Ia dapat melepaskan suatu perpindahan kelimpahan.

Pandanglah! Lihatlah persediaan anda dengan cara baru. Lihatlah kelimpahan anda dengan cara baru. Lihatlah persediaan uang anda dengan cara baru. Lihatlah bagaimana menggunakan apa yang anda miliki dan mengalami pelipatgandaan! Lihatlah peningkatan dalam tugas anda!

Baca Kej. 13, Kej. 28, dan Ul. 8. Renungkan Luk. 19.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

One Response to Chuck Pierce: Hari 4: Lihatlah Jalan Anda Menuju Kekayaan! (Feb 4, 2010)

  1. Saya seorg petani, yang slit mNdptkn uang..
    Orangtuaku selalu meminta kepada qu tuk aq krim uang kepda dia, tp d’saat itu juga uang aq kOsong, tak ada lagi isi dompet..
    Aq pengen Allah Bapa membntu qu, tp aq tkut krn aq sdah bnyk dOsa terhadap dy..
    Aq mau tw, bgaimana cranya aq bisa melawan kejahatan, supaya orang2 yg aq ksihi bisa bahagia bersma aq?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s