Chuck Pierce: Hari 2: Kemiskinan Menolak untuk MELIHAT Hal-hal Terbaik Dari Allah! (Feb 2, 2010)


Roh terbesar yang tampaknya kita perangi dalam masyarakat material adalah bagian kedua dari tiga jalinan perangkap: kemiskinan. Kemiskinan menolak untuk menjadi seperti apa yang Tuhan ciptakan dan tetapkan atas kita! Termasuk dalam kemiskinan adalah pola pikir yang tidak  mempercayai bahwa Tuhan dapat mengembangkan kita ke dalam kegenapan rancanganNya.

Kemiskinan tidak hanya mengalami kekurangan, tetapi juga rasa takut bahwa kita akan mengalami kekurangan. Kemiskinan terjadi saat kita mencocokkan situasi kita dengan cetak biru yang dunia nyatakan atas kita. Karenanya, kita tidak pernah MELIHAT menjadi siapa sebenarnya kita di dalam Tuhan yang menciptakan kita.

Kemiskinan terjadi ketika penguasa dunia ini mengelilingi dan mempengaruhi kita hanya dengan perspektif dunia, yg membuat kita melupakan kemampuan Tuhan di tengah-tengah keadaan kita.

Kemiskinan adalah suara yang berkata, “Tuhan tidak mampu!”

Kemiskinan dapat terjadi melalui berbagai cara. Dua hal yang paling sering terjadi adalah tekanan dan struktur otoritatif yang salah (Yes. 5:8). Rasa takut dapat membuat kita membangun suatu mental ketamakan atau kerakusan (Ams. 23:21) dan menghasilkan kemiskinan. Kemiskinan dapat membuat kita menjadi lamban atau malas (Ams. 24:33-34).

Ketergesa-gesaan menuntun pada kemiskinan (Ams. 28:22), yg terjadi saat kita jatuh ke dalam skema “ingin cepat kaya.” Kemiskinan dapat terjadi jika kita menolak Roh Kudus dan karenanya meniadakan berkat-berkat Tuhan.

Apakah yang menjadi penyebab kemiskinan?  Sebab utama kemiskinan dalam hidup kita ialah gagal untuk menuai. Saat kita tidak mengumpulkan tuaian, suatu mental kemiskinan mengadu domba kita. Seringkali, musuh akan menanti hingga masa tuaian kita tiba untuk membangun strategi pengrusakan atas kita. Seperti orang Midian yg selalu mencuri panen bangsa Israel (Hak. 6), musuh telah membuat rencana untuk menghabiskan laba dan aset kita. Kita dapat menanam. Kita dapat memperhatikan tumbuhnya panen kita. Kita bahkan dapat memiliki masa tuaian. Namun jika kita tidak memakai kesempatan kita untuk mengumpulkan dan mengerjakan tuaian, suatu strategi kemiskinan akan terbentuk atas kita. Saat kita berkembang tanpa membangun lumbung untuk menyimpan tuaian kita, musuh akan mendapat akses menuju masa depan kita.

Penyebab lain kemiskinan: bersekutu dengan struktur-struktur yang menyebabkan suku bunga naik melampaui mental rohani kita (Neh. 5:1-5); takut dan tidak bersedia untuk menghadapi musuh kita (Ams. 22:13); dan (mengalah pada) penganiayaan (2 Kor. 6 and 8).

PERINTAHKAN KUASA KEMISKINAN DAN SEMUA KEBUTAAN YANG MENYERANG ATMOSFIR ANDA UNTUK MENINGGALKAN ANDA!

Baca Hak. 6. Hafalkan Ams. 28:22. Renungkan Neh. 5.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s