Barbie Breathitt: Tahun Bagi Para Pelihat! Para Nabi, Penjaga dan Suatu Dunia Penglihatan dan Pengertian yang Baru (Feb 3, 2010)


 Tahun Untuk Melihat

Tahun 2010 ialah tahun Ayin – mata yg tercelikkan, suatu mata air, para pelihat yg mengerti pernyataan Allah dengan pengertian ilahi. Inilah tahun untuk bersepakat sepenuhnya dengan Tuhan. Untuk meraih destiny kita, kita harus mengampuni luka-luka masa lalu dan membawa rekonsiliasi. Para Nabi dan Para Penjaga Allah juga memasuki suatu dunia penglihatan dan pengertian ilahi. Kini Allah sedang mengatur pertemuan-pertemuan ilahi. Ia mencurahkan mimpi dan penglihatan dan suatu ukuran yang semakin meningkat.

Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. – 2 Taw. 16:9

Inilah tahun dimana lawatan “malaikat pembawa pesan api” akan meningkat secara drastis. Bapa mengangkat kita keluar dari hal-hal yang lama dan mengubah kita untuk memasuki dunia supranatural yang mustahil, menuju “terobosan” yang tak dapat diduga dan yang tak terbatas. Allah akan membuat sungai pengurapan mengalir dari dalam roh kita untuk memuaskan mereka yang haus dan lapar (Yoh. 7:38).

Ia (Tuhan) membuat segala sesuatu tepat pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati manusia. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. – Pkh. 3:11-12 CJB

Daniel ialah pria yg luar biasa dengan hikmat ilahi. Ia mampu memasuki dunia pewahyuan Allah. Ia mendapatkan begitu banyak wawasan masa depan yang harus disegel hingga akhir jaman. Kita hidup di masa dimana manusia mampu untuk naik maupun turun, dan menyelidiki surga dan menerima pengetahuan akan cara-cara Allah.

Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, & meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah. – Dan. 12:4

Lihat, Dengarkan dan Perkatakan

Daniel tahu bagaimana untuk memperkatakan, mendeklarasikan dan meminta pengampunan. Daniel berdoa hingga ia mengalami terobosan, menerima kuasa, dan menerima pewahyuan dan pengetahuan hikmat. Doa adalah gerbang memasuki dunia rohani penglihatan dan pewahyuan. Daniel didatangi oleh malaikat Gabriel dalam dunia penglihatan. Gabriel memberi Daniel akal budi akan pengertian rohani. Karenanya, kita akan belajar bagaimana bekerja sama dengan para malaikat yang akan menjadikan mata hati kita menjadi terang.

…Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya. – Ef. 1:16-19 Sementara aku berbicara dan berdoa dan mengaku dosaku dan dosa bangsaku, bangsa Israel, dan menyampaikan ke hadapan TUHAN, Allahku, permohonanku bagi gunung kudus Allahku, sementara aku berbicara dalam doa, terbanglah dengan cepat ke arahku Gabriel, dia yang telah kulihat dalam penglihatan yang dahulu itu pada waktu persembahan korban petang hari. Lalu ia mengajari aku dan berbicara dengan aku: “Daniel, sekarang aku datang untuk memberi akal budi kepadamu untuk mengerti.” – Dan. 9:20-22 NKJV

Kita takkan mencapai pintu surgawi (Why. 4:1) yang terbuka bagi kita sampai kita terus-menerus mendesak dalam doa kita. Kita harus membayangkan tangan kita terangkat untuk meminta pertolongan Tuhan dan pedangNya turun untuk melawan musuh-musuh kita ganti kita. Inilah tahun untuk memberkati musuh-musuh kita dengan kasih, anugerah, dan rahmat. Para balatentara surga yang menyertai kita jauh lebih banyak dibanding mereka yang mengepung kita dengan maksud jahat. Doa profetik akan membebaskan kita dari rasa takut dengan membuka mata kita untuk melihat, sementara di saat yang sama, ketetapan profetik akan membutakan para musuh kita dan menempatkan mereka untuk mendapat belas kasihan kita. Kita akan menuntun para musuh kita menuju keselamatan sehingga mata mereka akan terbuka terhadap Firman Tuhan. Inilah tahun untuk melihat, mendengar dan memperkatakan.

Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi ke luar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada di sekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: “Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?” Jawabnya: “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.” Lalu berdoalah Elisa: “Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa. Ketika orang-orang Aram itu turun mendatangi dia, berdoalah Elisa kepada TUHAN: “Butakanlah kiranya mata orang-orang ini.” Maka dibutakan-Nyalah mata mereka, sesuai dengan doa Elisa. Kemudian berkatalah Elisa kepada mereka: “Bukan ini jalannya dan bukan ini kotanya. Ikutlah aku, maka aku akan mengantarkan kamu kepada orang yang kamu cari.” Lalu diantarkannya mereka ke Samaria.

Segera sesudah mereka sampai ke Samaria berkatalah Elisa: “Ya TUHAN, bukalah mata orang-orang ini, supaya mereka melihat.” Lalu TUHAN membuka mata mereka, sehingga mereka melihat, dan heran, mereka ada di tengah-tengah Samaria. Lalu bertanyalah raja Israel kepada Elisa, tatkala melihat mereka: “Kubunuhkah mereka, bapak?” Tetapi jawabnya: “Jangan! Biasakah kaubunuh yang kautawan dengan pedangmu dan dengan panahmu? Tetapi hidangkanlah makanan dan minuman di depan mereka, supaya mereka makan dan minum, lalu pulang kepada tuan mereka.” Disediakannyalah bagi mereka jamuan yang besar, maka makan dan minumlah mereka. Sesudah itu dibiarkannyalah mereka pulang kepada tuan mereka. Sejak itu tidak ada lagi gerombolan-gerombolan Aram memasuki negeri Israel. – 2 Raj. 6:15-23

Belas kasihan Elisa menang melawan penghakiman. Anugerah yg besar akan menuntun kita pada kemenangan. Raja Israel ingin membunuh musuhnya, namun Elisa mengarahkan ulang fokusnya. PerkataanNya yang diurapi takkan kembali dengan sia-sia namun akan melakukan tugasnya. Para malaikat meresponi perkataan Allah yang telah diucapkan.

Pujilah TUHAN, hai malaikat-malaikat-Nya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya. Pujilah TUHAN, hai segala tentara-Nya, hai pejabat-pejabat-Nya yang melakukan kehendak-Nya.

Pujilah TUHAN, hai segala buatan-Nya, di segala tempat kekuasaan-Nya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! – Mzm. 103:20-22

Persiapkanlah Hati Anda Untuk Menepi Untuk Melihat Masa Depan Anda

Persiapkanlah hati anda untuk menepi untuk melihat masa depan anda. Lalu katakan apa yg anda lihat di dalam doa agar anda dapat mengalami destiny di dalam pertemuan anda dengan nyala api Allah di semak duri yg terbakar. Api kemuliaan Allah turun untuk membersihkan & menyucikan. Ia adalah Allah yang luar biasa cemburu yang layak untuk dihormati. Api kudusNya melepaskan baptisan api dan membawa kita menuju Roh kekudusan. Hadirat Allah adalah api yang menghanguskan yang menghasilkan kebenaran, damai sejahtera, dan pengertian rohani. Siapakah di antara kita yg dapat hidup dengan penampakan apiNya yang terus-menerus menghanguskan?

 “Siapakah di antara kita yang dapat tinggal dalam api yang menghabiskan ini? Siapakah di antara kita yang dapat tinggal di perapian yang abadi ini?” Orang yang hidup dalam kebenaran, yang berbicara dengan jujur, yang menolak untung hasil pemerasan, yang mengebaskan tangannya, supaya jangan menerima suap, yang menutup telinganya, supaya jangan mendengarkan rencana penumpahan darah, yang menutup matanya, supaya jangan melihat kejahatan. – Yes. 33:14-15

…dialah seperti orang yang tinggal aman di tempat-tempat tinggi bersama Yesus sebagai bukit batu dan menara perlindungannya. – Yes. 33:16

Jika kita menghormati Allah di dalam segala perkataan dan perbuatan kita, kebutuhan kita akan disediakan menurut kekayaan di dalam kemuliaanNya. Semakin kita mengenal Allah, maka kita akan semakin menghormati, menghargai dan takut akanNya.

Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN. – Yes. 11:2

Saat ketujuh Roh Allah membakar kehidupan kita dengan hadirat kudus Allah, kita akan bersuka di dalam takut akan Allah. Kita akan berhenti menghakimi keadaan dan orang lain melalui mata jasmani kita. Kita akan mulai melihat ke dalam alam roh. Kita takkan lagi membuat keputusan berdasarkan apa yang kita dengar dari orang lain, tapi kita akan mulai mendengar apa yang Roh katakan. Saat kita berpakaian kebenaran dan berikat pinggangkan kesetiaan, kita akan memberi kemurahan bagi orang-orang miskin dan membuat keputusan yang adil bagi mereka yang kurang beruntung dan yang tertindas. Maka kata-kata kasih kita yang menguatkan akan membawa otoritas yang akan menghukum kesalahan orang-orang fasik (Yes. 11:3-4).

Api menyingkapkan hati. Kita harus merangkul api dan mengijinkan api membakar setiap dosa dan luka hati. Api Tuhan akan membersihkan hal-hal seperti kecemburuan, luka hati, kesedihan, kekecewaan dan dukacita yang disebabkan oleh pengkhianatan, yamg membawa pada kemarahan tak berujung dan kepahitan. Pengampunan akan melepaskan pengurapan kesembuhan dan membawa kita semakin dekat menuju destiny kita.

Teruslah Menjaga Kemurnian Hati Anda

Alkitab berkata, jagalah hati kita dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Dengan membuka hati kita bagi api Tuhan untuk menyelidikinya, maka kita akan disembuhkan dari masa lalu kita dan melangkah menuju destiny kita dengan berkemenangan.

Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya. Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, dan karena tidak perlu seorang pun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia. – Yoh. 2:23-25

Roh Kekudusan akan mengubah hati kita kepada pertobatan dan pemulihan.

 “Sebab perhatikanlah betapa justru dukacita yang menurut kehendak Allah itu mengerjakan pada kamu kesungguhan yang besar, bahkan pembelaan diri, kejengkelan, ketakutan, kerinduan, kegiatan, penghukuman! Di dalam semuanya itu kamu telah membuktikan, bahwa kamu tidak bersalah di dalam perkara itu.” – 2 Kor. 7:11

Allah menyingkapkan masa depan agar kita dapat bersungguh-sungguh berdoa untuk menghadirkan masa depan ke masa kini kita. Allah memurnikan kita, tidak dengan perak, namun dalam dapur kesengsaraan demi kepentinganNya. Hal ini akan menjamin namaNya tidak tercemar dan bahwa kemuliaanNya akan diam atas kita saat kita menjalankan roh kekudusan.

Saya terbangun oleh suara Allah yang berkata, “Kayu, rumput kering atau jerami…” Roh Kudus menunjukkan pada kita area-area dalam hidup kita yang harus bertobat atau berubah. Api Tuhan akan menghabiskan semua pekerjaan yg kita lakukan dalam daging, yg tidak berasal dari Tuhan.

Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api. – 1 Kor. 3:12-15

Seperti Halnya Musa, Akan Ada Perubahan dari Sekedar Mendengar Perkataan Allah, Menjadi Melihat Rancangan-Rancangan Allah

Pelayanan para pelihat akan membawa satu perubahan besar dari sekedar mendengar perkataan Allah menjadi melihat rancangan-rancangan Allah di dalam mimpi dan penglihatan. Jauh lebih mudah untuk mengingat sesuatu yang kita lihat ketimbang perkataan yang kita dengar. Kita ialah makhluk visual. Penting untuk mempelajari bahasa Roh yang simbolis dan berupa kiasan.

Musa berdiam dan menggembalakan domba-dombanya di padang gurun. Ini adalah tempat yang sama dimana kita mendapati diri kita berada selama 10 tahun terakhir. Tapi pengembaraan Musa akhirnya membawanya ke Gunung Horeb, Gunung Allah. Tahun ini kita akan memulai suatu siklus 10 tahun yang baru dan mendapati diri kita berada di puncak gunung bersama Allah.

Malaikat Allah menampakkan diri kepada Musa dari tengah semak duri yang terbakar. Pertama ia melihat, lalu memperhatikan – semak itu terbakar, namun tidak hangus. Kita telah melewati api selama bertahun-tahun. Api menghanguskan kayu, rumput kering dan jerami dalam hidup kita.

Api ini juga memurnikan hati kita dan membersihkan tangan kita agar kita dapat menerima dan membawa berkat-berkat Tuhan. Banyak dari kita mendapati diri kita ada di dalam tungku yang dipanaskan 7x lebih panas oleh musuh-musuh kita. Tungku kesengsaraan ini menghancurkan kekuatan kita sendiri namun meninggalkan kita dengan gambar pria ke-4, Yesus, yang tertanam di dalam roh kita. Kita belajar bahwa musuh-musuh kita benar-benar bekerja demi kebaikan kita. Inilah tahun untuk memberkati musuh-musuh anda.

Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb. Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api. Musa berkata: “Baiklah SEKARANG aku menyimpang ke sana untuk MEMERIKSA penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?” Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” Ia telah menyetel telinga kita untuk mendengar suaraNya. Kini Roh Kudus akan memfokuskan mata kita untuk melihat Tuhan di dunia Roh yang tidak terlihat.

Dan kemudian Musa menjawab, “Ini aku.” Teguhkanlah hati anda! Anda tidak dilupakan. Tuhan tahu dengan pasti dimana ia berada.

Lalu Ia berfirman: “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.” Musa mengerti bahwa ia baru saja diperkenalkan dengan api dan siapa Tuhan sebenarnya. Lagi Ia berfirman: “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah” (Kel. 3:1-6).

Ketika Musa pertama kali berjumpa dengan Tuhan, sebelum api bekerja, ia takut untuk menatap wajah Allah yg indah. Musa menyembunyikan wajahnya dengan rasa malu di hadapan Allah yg kudus. Setelah api memurnikan Musa hingga tuntas, Tuhan bertemu muka dan muka dengannya, dan memanggilnya sahabat. Membangun suatu persahabatan yg intim menuntut hati yang terbuka dan kemampuan untuk berbagi rahasia. Tahun ini, Tuhan akan membagi rahasia dan misteriNya kepada sahabat-sahabatNya, para nabi dan pelihat. Ini sungguh luar biasa.

Tuhan Memberikan Suatu Visi yang Jelas Saat Ia Melepaskan Suatu Tatanan Baru

Doanya yang tanpa henti membuat Tuhan mengingat Hana dan menyembuhkan kemandulannya. Tuhan memberinya lebih dari seorang anak laki-laki yang bernama Samuel; Ia memberinya seorang nabi dan pelihat bagi suatu bangsa.

Tuhan muncul di hadapan Samuel di alam penglihatan dan memanggil namanya. Saat itu Eli sudah tua dan matanya kabur, dan penglihatan pun jarang. Tuhan memberi visi yang jelas saat Ia melepaskan suatu tatanan baru. Generasi yang lebih tua, meski telah lewat masanya, mampu untuk memberi kunci-kunci hikmat bagi generasi berikutnya. Eli menyuruh Samuel untuk tidur dan menanti datangnya Tuhan. Akuilah hadirat Tuhan saat Ia datang, dan perkatakan bahwa telinga anda siap untuk mendengar suaraNya.

 “Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu.” – Gal. 4:19

Menaburlah bagimu sesuai dengan keadilan, menuailah menurut kasih setia! Bukalah bagimu tanah baru, sebab sudah waktunya untuk mencari TUHAN, sampai Ia datang dan menghujani kamu dengan keadilan. – Hos. 10:12

Doa syafaat akan melepaskan pewahyuan dan wawasan profetik perihal bagaimana dan apa yang harus didoakan untuk mendapatkan jawaban yang kita perlukan.

 “Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus.” Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani. – Kis. 4:30-31

 Baik Musa dan Samuel berkata pada Tuhan, “Ini aku!” Saya yakin inilah saatnya bagi kita untuk berseru pada Tuhan, “Ini aku! Persiapkan aku, murnikan aku, dan utuslah aku ke bangsa-bangsa.”

 Tuhan mencoba membaringkan kita dan masuk ke tempat peristirahatan kita agar Ia dapat mendatangi kita di alam Roh. Kita selalu mencoba untuk melakukan “perbuatan-perbuatan” manusia ketika Ia memanggil kita untuk menjadi manusia. Tuhan ingin agar kita berdiam dekat tabut hadiratNya agar kita dapat mendengar suaraNya, mengalami kasih mesraNya, dan melihat visi dari masa depan kita. Saat kita memasuki tempat peristirahan, Ia akan mendapati tempat peristirahatanNya di dalam kita. Tuhan berdiam di atas pujian umatNya.

Tuhan mendatangi Samuel dalam dunia penglihatan dan memanggil namanya. Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: “Samuel! Samuel!” Dan Samuel menjawab: “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.”

Tuhan memberikan suatu visi yang jelas saat Ia melepaskan suatu tatanan baru.

Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Ketahuilah, Aku akan melakukan sesuatu di Israel, sehingga setiap orang yang mendengarnya, akan bising kedua telinganya. Pada waktu itu Aku akan menepati kepada Eli segala yang telah Kufirmankan tentang keluarganya, dari mula sampai akhir. Sebab telah Kuberitahukan kepadanya, bahwa Aku akan menghukum keluarganya untuk selamanya karena dosa yang telah diketahuinya, yakni bahwa anak-anaknya telah menghujat Allah, tetapi ia tidak memarahi mereka! Sebab itu Aku telah bersumpah kepada keluarga Eli, bahwa dosa keluarga Eli takkan dihapuskan dengan korban sembelihan atau dengan korban sajian untuk selamanya.”

Eli mendengar bahwa Tuhan akan menghukum keluarganya karena kesalahan mereka, namun ia tetap tidak bertobat. Namun dalam tatanan yang baru, Samuel mendengar dan melihat rencana-rencana Tuhan.

Inilah Waktunya Untuk Menanti dan Berjalan Dalam Hadirat Tuhan

Alkitab penuh dengan pewahyuan yg Tuhan berikan melalui mimpi, penglihatan, dan nubuatan. Kita harus belajar untuk menunjukkan bahwa diri kita layak, agar kita dapat bertindak dalam Roh pengertian. Kita harus berlimpah-limpah di dalam roh di masa kini dengan kian meningkatnya kewaspadaan spiritual – yang baik maupun yang jahat. Kita harus belajar dari Roh Kudus untuk membedakan keduanya dan memiliki karakter untuk menolak iblis dan memilih kebenaran.

Dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang… – Ef. 1:17-18

Hadirat Allah yang nyata yg diam di dalam kita, memampukan kita untuk melakukan hal-hal yg mustahil. Kita harus mengikuti doa yang diucapkan oleh Musa dalam Kel. 33:13-16. Musa meminta kepada Tuhan untuk menunjukkan jalan-jalanNya. Jika kita mampu melihat masa depan kita dan mengerti jalan-jalan yang Tuhan ingin kita lalui, kita akan berhasil. Inilah waktunya untuk melihat anugerah dan perkenanan Allah berdiam atas kita dalam alam kemuliaan. Bagian dari mengenal Allah adalah dengan melihat kemuliaanNya nyata di dalam kita dan melalui kita. Apakah kita benar-benar mengenal Allah jika kita tidak berjalan bersamaNya?

“Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia [perkenanan] di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu.” Lalu Ia berfirman: “Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu.” Berkatalah Musa kepada-Nya: “Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?”

Inilah waktunya untuk beristirahat dan menanti dalam hadirat Allah hingga kita dipenuhi dengan kuasaNya. Kita harus terhubung dan melepaskan Kerajaan Allah yang ada di dalam setiap kita. Kasih terhadap Allah dan sesame akan menunjukkan hadiratNya yang nyata dan kebenaran akan Injil Kerajaan.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s