Francis Frangipane: Setiap Orang yg Mencari, Mendapat (Dec 27, 2009)


Tidaklah sukar mengenali seseorang yang banyak menghabiskan waktunya di kios majalah: pembicaraannya dipenuhi dengan drama peristiwa masa kini. Dan, tidak sukar mengenali orang yg berasal dari suatu pertandingan olahraga, wajah mereka mengungkapkan hasil pertandingan. Demikian juga orang-orang dapat mengatakan jika seseorang telah menghabiskan banyak waktu mencari Allah. Suatu ketenangan yang luar bisa menjagai hati mereka, dan air muka mereka bercahaya, seperti embun pagi dari Surga.

Yang Terkasih, untuk mencari dan mendapati Allah adalah segala-galanya.

Jejak Abadi

Adalah sesuatu yang memalukan bahwa, pada era kita, kebaktian gereja sebenarnya tidak terlalu berfokus pada mencari Allah. Ya, kita memang menghormati Allah dan bersyukur padaNya atas apa yang telah dilakukan olehNya. Kita mendengar khotbah dan, barangkali, menikmati waktu bersekutu dengan orang lain. Namun kita jarang menuju suatu pertemuan raya dengan api keabadian yang merefleksikan wajah kita. Sebaliknya, kita dipenuhi informasi tentang Allah tanpa benar-benar mendekat padaNya. Kebanyakan dari kita masih tidak menyadari hadirat Allah.

Sementara kita memang sepantasnya membutuhkan program gereja, persekutuan, dan saat-saat bagi pelatihan pelayanan, kita tidak boleh secara otomatis mengasumsikan indoktrinasi agamawi sebagai hal yang sama dengan mencari Allah. Dan sementara saya sering diberkati dengan musik kontemporer Kristiani, bahkan hiburan rohani bukanlah pengganti bagi pertemuan penyembahan saya pribadi bersama Allah.

Karenanya, mari bertanya pada diri kita: Adakah suatu tempat dan suatu waktu khusus dimana kita dapat memberi diri kita untuk mencari Allah? Bagaimana jika Roh Allah sesungguhnya rindu menyatakan diriNya di saat penyembahan kita? Haruskah Allah menanti hingga kita menuntaskan program kita yang telah terjadwal? Saya menghargai dan mengakui kebutuhan akan keteraturan; kita membutuhkan waktu-waktu terjadwal bagi pengumuman dan tujuan-tujuan tertentu yang mengisi hari Minggu pagi, namun sudahkah kita membuat ruang bagi Tuhan sendiri?

“Tidaklah Ia Tahu Bahwa Kulit Mukanya Bercahaya”

Saat pertama kali kita bertekad untuk mendekat kepada Allah, tampaknya kita hanya sedikit menunjukkan usaha kita. Namun yakinlah: bahkan pikiran untuk mencari Allah adalah suatu langkah menuju perubahan kita. Tetapi, kita kerap tidak mengenali tanda pertama dari pembaharuan, bahwa saat kita semakin bertambah pengenalan akan Allah, secara bersamaan kita  semakin kurang menyadari akan diri kita. Meski kita mungkin tidak melihat bahwa kita sedang berubah, orang lain pasti akan menyadarinya.

Perhatikan pengalaman Musa. Hamba Tuhan ini naik ke Gunung Sinai, dan berdiri di hadapan Allah yang hidup. Mata Musa dipenuhi dengan kemuliaan Tuhan yg seperti matahari; telinganya mendengar langsung suara Tuhan. Namun ketika Musa turun, Alkitab berkata “tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN” (Kel. 34:29). Ketika bangsa Israel melihat api kemuliaan Tuhan pada wajah Musa, “maka takutlah mereka mendekati dia” (v. 30). Mereka melihat bahwa ia telah bersama Tuhan.

Gereja membutuhkan lebih banyak orang seperti Musa, yang naik ke atas untuk mendekat pada Allah Mahakuasa, orang yang berdiri di hadirat Allah yang kudus. Sebaliknya, kita menghabiskan tenaga kita untuk berdebat akan doktrin-doktrin pokok atau gaya musik dalam kebaktian kita.

Tujuan kita adalah agar, hari demi hari, semakin mendekat kepada Allah. Ia memerintahkan kita untuk menghampiri takhta kasih karuniaNya dengan berani. Untuk menerima pertolongan yang kuta butuhkan, kita harus tiba di takhtaNya. Ingatlah bahwa Ia telah berjanji,

“Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan” (Mat. 7:8).

Kita harus mencari suatu ketaatan seumur hidup yang terus bertambah, karena saat kita bertahan di tengah masalah jasmani dan rohani yang kita hadapi, Tuhan menjamin kita, “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya” (Mat. 7:11).

Jika kita terus mencari dan mengetuk, kita akan mendapati tingkat keintiman bersama Allah yang dibukakan. Allah berjanji, “Setiap orang yang…mencari, mendapat” (Mat. 7:8).

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s