Chuck Pierce: REAGAN: Pelajaran Sebuah Bawang (Dec 24, 2009)


Justin Rana telah bersama saya selama lebih dari sepuluh tahun. Ia melayani sebagai Koordinator Penyembahan dan Direktur Media kami. Ini adalah suatu ketaatan yg rapuh dan menyentuh yg membuat setiap kita mengetahui bahwa ada lapisan lain di dalam hidup kita yang harus dibuang agar kita dapat bersinar lebih terang lagi. Bersiaplah untuk dikupas dan bersinarlah! Chuck  

Sekitar delapan bulan lalu, isteri saya, Jessica, dan saya mendapat anak pertama kami: Reagan Ashley Rana. Sungguh, ia merupakan sukacita dalam kehidupan kami – suatu keajaiban yang sesungguhnya dari Allah!  

Apa yang sebenarnya ingin saya katakan disini bukanlah mengenai Reagan. Melainkan perubahan yang saya pribadi alami sejak Reagan lahir. Saya merasa seperti sebuah bawang – sebuah bawang dengan banyak, banyak lapisan.  

Begini, saya telah mengalami apa yang oleh banyak orang disebut dengan hidup yang diberkati dan istimewa. Namun demikian, saya juga mengalami sesuatu di masa lalu saya yang tidak banyak orang mengalaminya. Saat berusia tiga tahun, ibu biologis saya mengantarkan saya ke rumah ayah dan ibu tiri saya untuk kunjungan akhir pekan dan tidak pernah kembali lagi.  

Di usia saya saat ini, 29, saya mengira bahwa saya telah menghadapi semua hal yang berkaitan dengan pengalaman itu. Saya dan saudara laki-laki saya sebenarnya melacak keberadaan ibu biologis saya sekitar 5 tahun lalu & menjalani apa yg saya sebut dengan “penutupan” di saat itu.   

Saya telah berdamai dengan semua hal dalam hati saya. Namun sebuah bawang memiliki banyak lapisan yang tidak anda ketahui hingga anda mulai mengupasnya. Pada 19 April 2009, Reagan lahir. Atau bisa saya sebut, bahwa di tanggal itu, Reagan mulai mengupas lapisan bawang saya. 

Bulan-bulan pertama berjalan lancar. Ia selalu bersama kami. Suatu ikatan yang kuat terbentuk antara ayah dan puterinya. Lalu tibalah saatnya bagi kami untuk pertama kalinya meninggalkan Reagan. Tiba-tiba, semua perasaan yg belum pernah saya alami mulai bermunculan di hati saya.  

Pikiran saya mulai berpacu: “Bagaimana jika terjadi sesuatu saat kami pergi? Bagaimana jika ia melupakan saya? TAHUKAH IA BAHWA SAYA AKAN KEMBALI?” Lalu mata saya mulai digenangi air mata…bawang saya dikupas dengan sangat cepatnya.   

Anda tidak dapat benar-benar mencium bau bawang yg tajam sampai ia berumur 6 bulan. Reagan menjadi lebih awas akan apa yg terjadi di sekitarnya. Kedua neneknya selalu membawa Reagan ke depan pintu untuk melihat saya masuk ke dalam mobil dan pergi. Emosi saya akan berantakan setiap kali hal ini terjadi. 

Saya masih mendapati diri saya berharap bahwa Reagan menyadari bahwa saya akan kembali untuknya. Tentu saja Allah memiliki rencana yang berbeda bagi kehidupan Reagan dibanding apa yang saya alami saat saya berusia 3 tahun. Namun Allah juga mengetahui bahwa saya masih memiliki lapisan pengalaman masa kecil yang harus saya hadapi. Ia memastikan bahwa SETIAP HARI saya berhadapan dengan setiap lapisan. 

Pembebasan adalah suatu proses yang konstan. Hari ini saya mendorong anda untuk tidak menolak pembebasan anda yang anda butuhkan untuk menjadi utuh di dalam Kristus. Ingatlah, selalu ada lapisan lain dalam bawang anda! 

Baca Yes. 60. Hafalkan Ams. 4:18.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s