Chuck Pierce: Pilihlah Pada Hari Ini Kepada Siapa Kamu Akan Beribadah (Jan 2, 2010)


Lori Kooiman adalah staf kami yang mengawasi Departemen Keuangan di sini

Apakah perbedaan antara memiliki panggilan dalam hidup anda dan memiliki ambisi? Pikirkan sejenak. Anda mungkin telah mengetahui bahwa anda memiliki suatu panggilan dari Allah untuk melakukan sesuatu yang sangat spesifik. Anda mungkin telah menerima suatu perkataan profetik yang spesifik dari Tuhan atau beberapa perkataan profetik selama bertahun-tahun yang menunjuk pada panggilan tsb. Anda dapat menerima panggilan ini dan berfokus untuk menyelesaikannya panggilan ini. Yesus “meneguhkan hatiNya” untuk menjangkau Yerusalem.

Di sisi lain, anda mungkin saja jenis orang yang rajin dan giat, seorang “penggerak,” seorang agen perubahan…atau apapun istilah yang anda gunakan untuk merujuk pada jenis kepribadian anda. Anda memiliki ambisi dan semangat, maka anda menetapkan tujuan-tujuan bagi diri anda dan menikmati saat anda mencapai tujuan-tujuan tersebut. Bagaimanapun juga, apa jadinya dunia ini tanpa orang-orang yang akan memimpin perubahan dan menetapkan langkah? 

Tak dapatkah ambisi menjadi suatu pengejaran akan panggilan Allah yang aktif dalam hidup anda? Apa yang salah dengan hal ini? 

Dalam hidup saya, apa yang telah Tuhan tunjukkan pada saya adalah, bukan hanya adanya perbedaan antara panggilan dan suatu kepribadian yang didorong oleh ambisi, namun juga keputusan yang anda ambil saat anda berjalan melalui kedua proses ini memiliki upah dan hasil yang sangat berbeda. 

Di titik ini, anda dapat memilih untuk berhenti membaca. Anda mungkin saja telah memutuskan bahwa seluruh masalah ini tidak berlaku bagi anda. Namun, saya menganjurkan anda untuk terus membaca. Ketaatan kecil ini dapat saja berpotensi untuk mengubah hidup anda. Karena hal ini telah mengubah hidup saya. Pagi ini, Allah menunjukkan pada saya akar masalah yang dapat menuntun baik pada kesuksesan saya atau pada kehancuran saya yg pahit. Dan ini baru awalnya. 

Memiliki suatu panggilan dalam hidup anda untuk melakukan sesuatu yang sangat spesifik tampak seperti ini: Anda memiliki suatu kepastian, barangkali hanya sekedar perasaan, untuk melakukan sesuatu yang membawa sukacita dan kepuasan dalam hati anda. Sekali anda mencicipi apapun hal itu, anda akan seterusnya ketagihan. Tiada satupun yang dapat memuaskan hati anda. Anda mungkin melihat orang sakit dan memberi mereka segelas air. Pandangan terimakasih di mata mereka ialah sesuatu yg tak dapat anda lupakan atau abaikan. Atau anda mungkin menonton film dan tak dapat berhenti memikirkan bagaimana mereka membuatnya atau bagaimana mereka memunculkan dialog tertentu. Anda terpesona dan seperti ditarik magnet oleh karya di belakang layar. Lalu anda mendengar suatu perkataan profetik yang berkata bahwa anda memiliki karunia kesembuhan, atau anda memiliki destiny untuk menulis naskah film. WOW! Kini anda memiliki konfirmasi dari Allah bahwa keinginan terbesar di dalam hati anda sebenarnya merupakan bagian dari rencana dan destinyNya atas hidup anda. Anda sungguh bersukacita!

Selanjutnya? Disinilah saat dimana keputusan anda akan menentukan masa depan anda. Jika anda memilih untuk bangkit dan berdoa setiap pagi agar Allah memberitahu langkah anda selanjutnya, maka langkah anda selanjutnya akan dituntun dan membawa anda semakin dekat menuju destiny tersebut. Di sisi lain, jika anda memilih untuk bangkit dan bermimpi 1001 cara agar anda dapat meraih destiny tersebut dengan kekuatan dan energi anda sendiri, maka langkah anda selanjutnya akan berbeda drastis. Anda akan mendapati diri anda melompat ke dalam hal-hal yang sia-sia dan anda tidak berada di waktu yang tepat, anda kehilangan pertemuan-pertemuan dan persimpangan-persimpangan penting dalam hidup, dan anda berakhir dengan rasa marah dan bingung kepada diri anda sendiri dan orang lain di sekitar anda, bahkan kepada Allah. 

Menggenapi panggilan dalam hidup anda adalah sebuah jalan yang dimulai dengan membuat keputusan yang tepat dan membangun masa depan dengan keputusan-keputusan yang tepat. Akankah anda menjalani jalan anda setiap hari bersama Allah dan mencari tuntunanNya? Atau akankah anda menjalani jalan anda dengan kekuatan dan energi anda sendiri, bersandar pada apa yg menurut orang lain seharusnya anda lakukan atau apa yang dirasakan baik bagi anda? 

Teladan dalam hidup saya ialah: ayah saya, Dale Wentroble dan sahabat terkasih saya, Rasul C. Peter Wagner. Kedua pria ini jelas adalah mercu suar dan alat ukur pribadi di sepanjang jalan yg skalanya selalu meningkat. Setiap hari mrp suatu keputusan dan keinginan dalam hati anda untuk merendahkan diri anda dan bergantung pada Allah untuk memberitahu anda langkah selanjutnya di jalan anda. Sadarilah bahwa anda tidak memiliki semua jawaban untuk mencapai destiny anda.  Rancangan strategis terbaik anda takkan dapat mewujudkannya. Akuilah ketergantungan anda sepenuhnya pada Allah setiap hari. Dan sadarilah bahwa batasan iman dan ketergantungan kepada Allah akan membawa anda menuju destiny anda yg sempurna, penuh sukacita dan penggenapan.

“Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah.” Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. 

Baca Yos. 24:15. Renungkan Ul. 10:12. Hafalkan Ams. 3:5-6.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s