Bobby Conner: Janganlah Kuatir Akan Apapun Juga! (Dec 22, 2009)


Budaya Amerika ialah sebuah kawah ketakutan, stress dan kekuatiran. Kegelisahan & kekuatiran mengganggu kehidupan bisnis, rumah tangga, dan sosial kita – bahkan kehidupan gereja kita. Kita hidup dalam bisikan sunyi di dalam jiwa kita: Bagaimana jika saya kehilangan pekerjaan?  Bagaimana jika anak saya menjadi nakal? Bagaimana jika…….?

Kita tampak bekerja lebih keras & lebih lama setiap tahunnya – tapi hanya mendapati sedikit dan menerima sedikit damai sejahtera. Kita menghadapi lebih banyak lagi pertanyaan yg tak terjawab – dan menemukan lebih banyak lagi alasan untuk takut. Kita kuatir jika perang & serangan teror dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Kita kuatir apakah ekonomi kita dapat pulih. Kita kuatir akan kesehatan kita. Kita mengalami stres dalam pekerjaan kita atau takut kehilangan pekerjaan.

Keluarga kita dapat menjadi suatu wadah kenyamanan – atau suatu tempat kecemasan, khususnya berkenaan dgn anak-anak kita. Kita semua membawa orang-orang yg kita kasihi di dalam hati kita – pergumulan mereka menjadi pergumulan kita, menambahkan stres & kecemasan ke dalam beban yang sebelumnya telah kita pikul. Rasa takut, depresi dan kekuatiran adalah hal-hal biasa dalam hidup kebanyakan orang Kristen – namun menurut Firman Tuhan, tak ada satupun dari hal-hal ini yang disambut di dalam jiwa Orang Percaya!

Alkitab memerintahkan kita untuk tidak kuatir akan apapun juga. Alkitab memerintahkan kita untuk tidak takut. Surveilah Alkitab & catatlah berapa kali dalam Alkitab Tuhan memerintahkan umatNya – bahkan, para pahlawan iman yang besar –  untuk tidak takut:

Kej. 15:1: “Janganlah takut, Abram”
Bil. 21:34: “Musa, janganlah takut kepadanya
Yos. 8:1: “Yosua, jangan takut
Dan. 10:12: “Janganlah takut, Daniel”
Mat. 1:20: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut
Luk. 1:13: “Jangan takut, hai Zakharia”
Luk. 1:30: “Jangan takut, hai Maria”
Luk. 5:10: “Simon, jangan takut
Kis. 27:24: “Jangan takut, Paulus!”

Tuhan memerintahkan seluruh umatNya, domba padang rumputNya, untuk tidak takut:

Yes. 41:14: “Janganlah takut…hai si ulat Israel”
Yoel 2:21: “Jangan takut, hai tanah”
Zef. 3:16: “Janganlah takut, hai Sion”
Luk. 12:32: “Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil”
Yoh. 12:15: “Janganlah takut, hai puteri Sion”

Perhatikan juga bahwa para pria & wanita iman kerap mendorong umat Tuhan untuk tidak takut:

Kej. 50:19: Tetapi Yusuf berkata kepada mereka, “Janganlah takut…”
Kel. 20:20: Tetapi Musa berkata kepada bangsa itu, “Janganlah takut…”
Yos. 10:25: Lalu berkatalah Yosu kepada mereka, “Janganlah takut…”
1 Sam. 12:20: Dan berkatalah Samuel kepada bangsa itu, “Jangan takut…”
2 Sam. 9:7: Kemudian berkatalah Daud kepadanya, “Jangan takut…”
1 Raj. 17:13: Tetapi Elia berkata kepadanya, “Janganlah takut…”

Stres Bukanlah Suatu Penyakit – Melainkan Suatu Dosa

Kita melihat iklan-iklan yg menjanjikan kelegaan dari stress & depresi, & kita dapat membeli pil-pil bagi hampir kebanyakan penyakit, mental atau fisik. Kecemasan yg terkait dgn stress telah menjadi begitu umum, begitu diteruma, sehingga telah menjadi bagian dalam kehidupan kita sehari-hari. Sayangnya, kita tidak lagi mengenali rasa takut & kecemasan atas apa sebenarnya mereka: dosa. Janganlah tertipu: rasatakut & kecemasan adalah dosa. Menurut sumbernya, rasa takut adalah suatu penolakan yg keras kepala terhadap kebaikan Tuhan atau berdiam di dalam kuasaNya. Sedangkan kecemasan adalah suatu produk dari ketidakpercayaan.

Anda takkan menemukan obat bagi kekuatiran dalam sebuah pil. Pil dapat menumpulkan semua perasaan yang tidak menyenangkan dan mengatur kimia otak, tapi takkan menempatkan akar rohani dari masalah fisik. Anda takkan bisa mengatasi rasa takut melalui buku menolong diri sendiri. Pengajaran kejiwaan dapat mengatur pola kognitif & perilaku selama semusim, namun jiwa tak dapat menyembuhkan dirinya sendiri, tak peduli seberapa keras kita berusaha berubah. 

Dan sayangnya, anda takkan bisa menaklukkan rasa takut & kekuatiran melalui suatu impartasi atau pengurapan ilahi, atah bahkan dgn menghadiri KKR! Sebagian orang percaya bergantung pada pengurapan orang lain, atau bahkan konseling & doa ilahi dari orang lain, ketika Tuhan meminta setiap kita untuk belajar minum dari sumur kehidupanNya yang ada di dalam kita, dengan melihat Roh Kudus sebagai Pengajar danPenghibur kita.

Penangkal bagi pikiran atau emosi negative adalah mudah: kita harus menaati Firman Tuhan. Satu-satunya obat bagi rasa takut dan kekuatiran adalah dengan berdiam di dalam Firman Tuhan. Paulus berkata dalam Fil. 4:6-7:

Janganlah hendaknya kamu resah atau kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala keadaan dan segala hal, keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal dan pengertian, akan memelihara dan menjaga hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. (Amplified Bible)

Pikirkan ayat ini dari terjemahan yang lain, dari The Message Bible:

Jangan cemas ataupun kuatir. Sebaliknya, berdoalah. Biarkan permohonan & pujianmu membawa kekuatiranmu ke dalam doa, agar Tuhan mengetahui kebutuhanmu. Sebelum engkau menyadari kepenuhan kuasa Tuhan, segala sesuatu akan berjalan demi kebaikanmu dan menenangkanmu. Sungguh indah ketika Tuhan menggantikan posisi kekuatiran sebagai pusat dalam kehidupanmu.

Kita harus bertobat karena mengijinkan rasa takut & kekuatiran menguasai hidup kita. Kita dapat & harus mengalami damai sejahtera yg melalui segala pengertian manusia. Bagaimana agar kita dapat berdiam di dalam damai sejahtera ini sebagai suatu pengalaman hidup sehari-hari? Dengan menjaga pikiran, kehendak dan emosi kita tertuju pada Kristus.

Renungkan janji yg terdapat di dalam Yes. 26:3-4, “Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya. Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.”

Jangan pernah meragukan bahwa Tuhan itu baik dan sungguh baik (Nah. 1:7): “TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya.” Apapun badai yg kita alami, ketahuilah bahwa rancangan dan rencana Tuhan bagi kita sungguh luar biasa (Yer. 29:11): “‘Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.'”

Medan peperangan anda bukanlah situasi-situasi dalam hidup anda. Tidak sama sekali. Medan peperangan sejati musuh ada di pikiran, kehendak dan emosi anda. Menjaga pikiran dan hati anda untuk tetap fokus pada hal-hal yg baik akan menghalangi kegelapan untuk menguasai jiwa anda.

Fil. 4:8-9: Akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. 4:9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Paulus menulis, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga” (Fil. 4:6). Kita harus tetap berfokus pada Kristus & KerajaanNya yg tidak tergoncangkan di masa-masa kesukaran ini (Mat. 6:33-34): “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Hari-hari Ini Telah Dinubuatkan

Saya cukup terkejut melihat bagaimana tergoncangnya Tubuh Krustus oleh ekonomi & situasi politik saat ini – seolah-olah Gereja telah disergap tanpa diduga-duga. Tidakkah kita membaca Firman Tuhan? Firman Tuhan telah memberitahu kita bahwa pada hari-hari terakhir, dunia akan menghadapi masalah-masalah yang tak terkira banyaknya dan masa-masa yang sukar. Mengapa kita harus terkejut oleh bencana global, perang, gempa bumi dan penyakit pandemi? Berkali-kali Alkitab telah memberi peringatan yang jelas tentang hari-hari yang akan datang.

2 Tim. 3:1-5: Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Hari-hari ini telah dinubuatkan, namun Yesus berkata, “Janganlah kamu terkejut” (Luk. 21:9). Sebagai pengikut Kristus, kita tidak seharusnya panik. Kristus juga memperingatkan bahwa, karena kondisi dunia, hati manusia akan mengecewakan mereka “karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang” (Luk. 21:26). Hal ini, sayangnya, berlaku di jaman kita. Tidak hanya peristiwa-peristiwa ini akan menimbulkan ketakutan di seluruh dunia, namun ekspektasi akan kesulitan akan mengecewakan hati manusia.

Stres dan ketegangan akan rasa aman dari dunia ini sangat nyata; namun Tuhan mengundang kita untuk datang padaNya & menyerahkan segala kekuatiran kita padaNya, dgn mengingatkan kita bahwa kuk yg dipasangNya enak & bebanNya pun ringan. Kita harus mengurangi kecepatan dan berfokus pada Kristus. Mzm. 46:11 memperingatkan kita untuk “Diam dan mengenal…Allah.”

Yesus berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan” (Mat. 11:28-30).

Anda tidak sendiri – anda tidak menghadapi masa depan anda tanpa penyertaan Allah (Yos. 1:9). Anda adalah anak Allah, dipanggil & diutus untuk hidup di dalam terang (1 Yoh. 1:5-7). Jangan, jangan pernah lupa bahwa anda dipanggil untuk menjadi kepala & bukan ekor (Ul. 28:13). Musuh jiwa anda berusaha mengalihkan perhatian anda pada masalah & menjauh dari janji-janji Tuhan.

Suatu Masa Bagi Potensi dan Kesempatan Besar

Ya, walau masa menjadi sukar & sulit, Tuhan masih mengerjakan segala sesuatu bagi kebaikan kita. Firman & JanjiNya tidak berubah hanya karena pasar saham turun. Masa-masa “sukar” tidak berarti masa-masa yg “buruk”; hal ini hanya berarti bahwa kita harus memiliki iman, terus mendengar perintahNya, dan – menjaga sukacita kita, yg merupakan kekuatan sejati kita!

Masa-masa kegelapan sebenarnya masa bagi ditempanya para pemimpin masa depan. Jika anda melihat terang sementara yg lain melihat kegelapan, iman anda akan menginspirasi orang lain menuju masa depan (Yes. 50:4). Masa-masa ini tidak akan menjadi masa-masa yg mudah, namun kita harus teguh bertahan akan Firman Tuhan: “Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya” (Ibr. 10:35). Besarlah upah yang akan diterima oleh mereka yang mempercayai Tuhan.

Apakah anda ingin ikut ambil bagian di dalam terobosan Tuhan yang luar biasa? Berjuanglah bersama Allah agar anda menang, bahkan “mendapat pengetahuan & kebijaksanaan” (Ams. 8:12). Saat kita menaati semua perintah Tuhan, berkat Tuhan akan menguasai kita (Ul. 28:1-20) – namun ketahuilah: anda tidak akan berhasil di masa sekarang jika anda terus berdiam di dalam dosa kekuatiran ketimbang diam di dalam damai sejahtera Allah. Kita hanya akan berhasil jika kita mencari dahulu Kerajaan Allah, maka semuanya akan ditambahkan pada kita (Mat. 6:33).

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

One Response to Bobby Conner: Janganlah Kuatir Akan Apapun Juga! (Dec 22, 2009)

  1. Matius Riddy G says:

    Tulisan Ĩηĩ sangat memberkati saya. God bless you

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s