Chuck Pierce: Dari Mengembara Menuju Iman (Dec 12, 2009)


Jonathan Dickson adl pemuda yg luar biasa. Ia bekerja bersama tim akuntansi & membantu Pam bersama anak-anak muda. Anda akan menikmati perjalanannya dari mengembara menuju iman.  

 “Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan.” Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” Kej. 22: 1-2

Abraham menaati Tuhan, melakukan 3 hari perjalanan, dan dihentikan dari mengorbankan anak tunggalnya oleh seorang malaikat di saat terakhir. Berjalan dalam iman adalah sesuatu yang tak pernah bisa saya pahami. Sukar bagi saya untuk memahaminya karena iman bekerja dari logika dan pertimbangan Tuhan, bukan manusia. Berjalan dalam iman adalah seperti berjalan di dalam ketidaktahuan akan struktur atau bentuk. Abraham menaati Tuhan dan melakukan seperti yang diperintahkan kepadaNya. Saat saya melihat apa yang dilakukannya, saya tidak melihat adanya pertimbangan atau logika dari tindakannya ini. Logika akan menghentikan Abraham dari mengorbankan anaknya. Pertimbangan akan memimpinnya ke arah yg berbeda. Abraham berjalan dalam iman dgn meyakini & mempercayai Tuhan. Setelah ia taat, Tuhan memberinya pengertian.

 Bertahun-tahun, saya berusaha mengurus sendiri diri saya. Saya memiliki rencana. Saya tahu kemana saya pergi. Saya tahu apa yang hendak saya lakukan. Saya belajar keras di sekolah dan mengasah keahlian saya sbg seorang aktor. Saya diaudisi dan bekerja pada beberapa pertunjukan selama libur musim panas dan setelah lulus kuliah, namun kegembiraan yg saya miliki saat saya pertama kali memulainya tidak ada lagi. Saya menjadi tawar hati dan kecewa selama bertahun-tahun & mencoba berlibur & berjemur di cahaya matahari California bersama teman-teman saya, namun tak ada yg membuat saya bahagia. Saya tidak bekerja & tidak menemukan apapun dalam hidup saya yang dapat membuat saya bahagia. Semua pilihan yg ada tidak menggairahkan saya.

 Suatu pagi, sendiri di apartemen, saya mencoba memikirkan apa yg harus saya lakukan dgn hidup saya. Setelah memeriksa pilihan saya dan tidak menemukan sukacita di dalamnya, saya berlutut dan berdoa, “Tuhan, aku menyerahkan hidupku kepadamu. Semua yang kucoba tidak membuatku bahagia dan semua yang dapat kupikirkan tidak memuaskanku. Aku tak dapat menemukan tujuan yang berharga untuk kujalani dalam hidupku, maka, aku akan hidup bagimu. Aku tahu rancanganMu bagi hidupku jauh lebih baik dibanding apapun yang dapat aku bayangkan.”

 Setelah melakukan hal ini, saya merasa lega. Saya berhenti mencemaskan apa yang akan saya lakukan atau apa yang seharusnya saya lakukan dengan karunia saya. Beberapa hari kemudian, saya merasa harus kembali ke Texas, sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan akan saya lakukan. Saat saya melakukannya, semuanya tampak ada tepat di tempatnya. Kini saya memiliki pekerjaan. Saya mengajar teater kepada anak-anak muda. Saya memiliki perusahaan teater bersama teman-teman kuliah saya. Saya tidak tahu apa yang akan datang dan apa yg akan terjadi selanjutnya, saya tidak perlu mencemaskan itu semua. Saya telah memberi hidup saya kepada Tuhan dan kapanpun Dia menyuruh saya pergi dan apapun yg Ia rencanakan bagi saya, saya akan taat. Berjalan dalam iman adalah suatu perjuangan bagi saya dan saya belum mendekati apapun seperti apa yang Abraham lakukan. Saya masih berusaha memahami hidup saya. Saya berusaha mencari alasan dan berpikir secara logis apa yang dapat saya lakukan di tempat dimana Tuhan menetapkan saya berada. Saya berusaha merencanakan rangkaian tindakan saya bagi tahun depan, namun setiap kali, saya merasa tidak puas dengan hasil akhirnya. Saya tidak bergairah dengan apa yg saya pikir dapat saya lakukan. Saya harus melepaskan kendali, mempercayai Tuhan & menaati apa yang Ia tetapkan bagi saya atau kemana Ia menyuruh saya pergi, bahkan ketika tidak ada struktur atau hasil akhir yang dapat saya lihat. Saya hanya perlu untuk terus mempercayai Tuhan! 

 Baca dan Renungkan Mzm. 37. Renungkan Mzm. 27.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s