C. Pierce: Berhenti! Lepaskan & Serahkan SEMUANYA! (Dec 10, 09)


John Mark Pierce ialah salah satu pria yang paling cakap yang saya kenal. Ia unggul di sekolah. Ia unggul di bidang olahraga. Ia seorang pemain bowling profesional. Ia telah bekerja di berbagai bidang pelayanan bersama saya. Ia bepergian bersama saya. Ketaatannya sangat menarik dan mewakili banyak orang yg tampaknya memiliki segala sesuatu bersamaan. Saya suka ketaatan ini.

Pernahkah anda merasa ada waktu-waktu di hidup anda dimana anda merasa akan kehilangan segalanya? Kapan anda merasa sepertinya dunia anda runtuh? Pernahkah anda berpikir bahwa tak peduli seberapa kerasnya anda berusaha, tampaknya tak ada sesuatupun yg berjalan lancar? 

Saya tahu hal ini tidak tampak sebagai sesuatu yang biasanya saya katakan, namun inilah yang saya rasakan beberapa bulan terakhir. Saya mulai melihat diri saya mengesampingkan orang, mengacuhkan nasihat mereka dan mencoba melakukan segala sesuatunya sendiri. Yang terburuk, saya mulai melihat diri saya mengesampingkan Tuhan. Saya terlalu angkuh untuk meminta arahan dan berpikir saya bisa melakukan semua hal tanpa tuntunan atau nasihat dari orang lain.

Saya mendapati diri saya menggant membaca Alkitab dengan membaca novel. Saya melihat diri saya mengganti saat doa dengan bermain video game. Saya pikir saya melakukan hal yang benar hingga semuanya tampak meledak di hadapan saya! Saya bersyukur kepada Tuhan karena saya memiliki orang-orang yg peduli akan saya tanpa syarat. Mereka bisa melihat perubahan dalam diri saya dan tahu ada sesuatu yang salah. Mereka memiliki hubungan bersama Tuhan yg selalu saya inginkan tapi tak pernah saya alami (karena saya tak pernah berusaha keras mencariNya). 

Kini saya sadar bahwa saya tak bisa membiarkan diri saya menjadi sebuah pulau (menghabiskan waktu sendiri untuk berpikir & berdoa sangat baik). Saya harus menghindari untuk mengisolasi diri saya. Hal tersulit bagi diri saya adalah merasa rentan. Saya tahu bahwa saya tak dapat melakukan segala sesuatu sendiri, tapi saya sudah seperti ini sejak masih saya kecil. Saya akan menyimpan semua emosi saya & kemudian langsung meledak kepada seseorang. Saya tak pernah menginginkan bantuan untuk menghadapi masalah. Saya hanya ingin menyelesaikannya sendiri.  Maka saat orang-orang melihat ada sesuatu yang terjadi pada saya, mereka mencoba menolong. Mereka mencoba menghibur saya, menasihati saya, menuntun saya di jalan saya. Saya tahu tak seharusnya saya mengatakan ini, tapi, nasihat mereka “masuk telinga kiri keluar telinga kanan.”

Saya rasa yg coba saya katakan ialah, “Hidup ini terlalu singkat untuk dijalani dgn suatu kondisi stres yg konstan. Anda takkan pernah tahu apa yg akan terjadi berikutnya. Jika anda senantiasa mencoba membereskan masalah anda yg terakhir, anda takkan siap bagi apa yg tersedia di masa depan. Berhenti!  Lepaskan dan berserahlah pada SEMUA HAL yg Tuhan sediakan bagi anda!”

Baca 1 Kor. 12 dan Rom. 6. Renungkan Mat. 6:25-34. 

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s