Chuck Pierce: Teruslah Mengucap Syukur dan Perhatikan Atmosfirmu yang Berubah! (Dec 4, 2009)


  Dear Friends,

Robert dan Linda Heidler, yg telah melayani bersama saya selama 25 tahun, baru saja pindah ke Berlin untuk mengajar & melayani. Linda adalah salah seorang juru tulis yg paling berhikmat yg pernah saya kenal. Ia memiliki pengertian akan kata yang hanya dimiliki segelintir orang. Tugasnya, yang pertama dan terutama, adalah untuk menganalisa pewahyuan yg anda kirimkan kepada kami, mencatat perkataan profetik yg dilepaskan, lalu menyampaikan semua hal yg Tuhan lepaskan dari Surga. Ia memiliki pengertian bahwa perkataan tsb adl kunci bagi hidup kita, dan harus ditangani dengan seksama. Kami tahu bahwa ada masa-masa di dalam sejarah dimana pewahyuan jarang turun ke bumi. Sekaranglah saatnya bagi Tuhan untuk berbicara dari Surga.

Sebelum pergi, ia meninggalkan artikel ini bagi anda semua:

Musim Thanksgiving & saat menuju Natal selalu menjadi saat favorit saya. Tidak saja saya dapat berkumpul dgn keluarga & teman, namun juga saya berkesempatan untuk merenungkan berkat-berkat yg Tuhan beri selama setahun. Menarik bahwa Thanksgiving di AS, sama dgn Hari Raya Pondok Daun dalam Alkitab. Thanksgiving, adalah saat untuk menyisih di akhir tuaian untuk berkumpul bersama dan bersyukur kepada Tuhan atas perkat, perlindungan, dan penyediaanNya. 

Di sepanjang Alkitab, mengucap syukur pada Tuhan adalah bagian dari penyembahan kita. Jauh sebelum hukum Taurat menulis apa yg harus dipersembahkan sbg Korban Bakaran, kita melihat hamba Abraham sujud berlutut hingga ke tanah, menyembah dan bersyukur kepada Tuhan karena menjawab doanya terkait mencari isteri bagi Ishak. Ul. 28 memerintahkan kepada kita untuk mengingat bahwa dengan memberi ucapan syukur, kita akan mencegah kutuk turun atas jiwa kita. Dalam Mazmur, kesaksian publik di hadapan jemaat ditambahakan sebagai bagian dari Korban Bakaran. Mzm. 107 berkata, Biarlah ITU DIKATAKAN orang-orang yang ditebus TUHAN.” 

Dalam Perjanjian Baru, Yesus berkata kepada orang-orang kusta yang telah Ia sembuhkan untuk pergi kepada para imam dan memberikan Korban Bakaran seperti yang dituliskan Musa. Yang menarik, seorang yang kembali untuk mengucap syukur kepadaNya tidak hanya disembuhkan, namun juga dijadikan utuh. Kejadian ini membuka pewahyuan yang lebih lengkap lagi akan pentingnya mengucap syukur. Ketika anda mengucap syukur kepada Tuhan atas apa yang telah dilakukanNya, hal ini akan membuka pintu atas apa yang akan dilakukanNya

JANGAN BERHENTI MENGUCAP SYUKUR! Biarkan  Thanksgiving menciptakan suatu pola di dalam anda yang menjadi bagian dari hidup anda di musim depan. Tindakan mengucap syukur pada Tuhan di tahun ini akan membuka pintu bagi lebih banyak lagi berkat bagi tahun berikutnya.

Dari semua manusia yang ada di bumi, kita memiliki Allah yang paling luar biasa, penguasa Alam semesta, yg layak menerima ucapan syukur kita. Ia telah memberkati kita! Ia akan terus melepaskan berkat-berkat saat kita melepaskan ucapan-ucapan syukur. Selalu waspadailah kuasa yang dilepaskan agar berkat Tuhan terus mengalir bagi kita, keluarga kita, dan bangsa kita.

Tahun ini, akuilah di depan umum berkat-berkat Tuhan dalam hidup anda. Ucapan syukur anda akan mempengaruhi atmosfir di sekitar anda dan menyebabkan orang lain untuk memuji Tuhan juga. Jika tahun ini anda mengalami tahun yang sukar, perhatikan kembali tahun ini dengan memperhatikan berkat-berkat Tuhan di tengah-tengah masa kesukaran anda. Tuhan menanti Israel untuk menunjukkan iman dengan mengucap syukur di padang gurun.  

Tak ada Tuhan seperti Tuhan kita yang memberkati umatNya. Ia memberi berkat terbesarNya, yaitu AnakNya. AnakNya meninggalkan RohNya di bumi untuk menuntun dan mengarahkan kita. Mengucap syukurlah setiap hari dan rasakan HadiratNya menjadi nyata di sekitar anda.  

Baca Mzm. 19. Renungkan Yoh. 3 dan 14.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

2 Responses to Chuck Pierce: Teruslah Mengucap Syukur dan Perhatikan Atmosfirmu yang Berubah! (Dec 4, 2009)

  1. Yohanes K. Wijaya says:

    Thank u for this article. . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s