C. Pierce: Hari 10: Suatu Percepatan Akan Dimulai (Oct 15, 2009)


“Iman timbul dari pendengaran, pendengaran akan Firman Tuhan!” Dengan mengetahui apa yg Tuhan katakan, kita dapat membuat penyesuaian-penyesuaian dalam hidup kita, mengalami keberhasilan, dan hidup di dalam damai sejahtera ilahi ketika dunia berada dalam kekacauan.

Telah terjadi beberapa kebingungan terhadap perkataan profetik yg saya lepaskan di Orlando pada 14 Agustus 2009 di pertemuan “Let the Eagles Gather: The International Gathering of Prophets, Apostles and Intercessors”.  Bagian utama dari perkataan tersebut adalah:

“Perhatikan perubahan ekonomi di akhir bulan ini. Antara 24 Agustus & 17 Oktober, akan ada perubahan besar dalam sistem finansial. Waspadalah akan sistem perbankan yg belum tuntas perubahannya. Kita akan masuk ke dalam suatu perubahan yg dipercepat dalam struktur ekonomi. Pemerintahan berada dalam suatu pengaturan ulang yg terbuka.” Saya menjelaskan bahwa di saat ini akan ada satu percepatan yg akan dimulai. Pasar saham akan naik. Akan muncul pemulihan finansial. Namun, janganlah sampai terlelap. Perhatikan dgn seksama. Tinggallah di dalam pewaktuan Tuhan yg sempurna. Teruslah perhatikan sistem perbankan. Pengaturan ulang akan muncul, bukan pemulihan. Inilah saat-saat dimana “Firaun-Firaun Baru” akan muncul untuk memerintah. Bagian akhir dari nubuatan itu ialah: “Engkau harus mendekat dan naik lebih tinggi lagi sebab Aku harus menyelaraskan dirimu denganKu. Aku harus menyatukanmu dengan tentara surga. Ada tentara surga dimana Aku menanti untuk menyatukanmu sebelum Aku mengirimmu menuju batasan-batasan masa depanmu. Aku telah bekerja, membentukmu & memperlengkapimu untuk menyiapkanmu bagi masa depanmu. Jagalah agar minyakmu tetap tersedia.”  

Mat. 25:1-13 berkata: “PADA WAKTU ITU hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis perawan, yg mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh (sembrono, tanpa pemikiran matang) dan lima bijaksana (berpikiran sehat, cerdas, hati-hati). Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak (tambahan), sedangkan gadis-gadis yg bijaksana itu membawa pelitanya & juga minyak dalam buli-buli mereka. Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia! Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis yg bodoh berkata kepada gadis-gadis yg bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah (berikan perhatian dengan seksama dan berhati-hati), sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.” (AMP)

Baca Kel. 2-3. Renungkan Mat. 25:1-13.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s