C. Pierce: Day 4 “Iman Semakin Bertambah Karena Kasih” (Oct 9, 09)


Iman bekerja atau meningkat karena kasih. Kasih berasal dari hubungan covenant. Mengapa konsep hubungan ini begitu sukar untuk kita pahami? Mengapa musuh begitu mudah menghancurkan covenant? Mengapa musuh tampak mampu mencuri milik pusaka begitu banyak anak Tuhan dan membuat kita menjalani hidup tanpa melihat berkat-berkat kita? Mengapa begitu banyak anak Tuhan yang berjalan di dalam kekalahan ketimbang dalam kemenangan, dan tidak pernah meraih potensi penuh atau destiny mereka? Saya percaya hal ini terjadi karena kita tidak mengerti rencana covenant Tuhan atau kita memilih untuk hidup di dalam ketidaktaatan terhadap covenantNya. Bukannya hidup berkelimpahan di kehidupan rohani dan melihat semua berkat yg ada di Surga, kita terbuang untuk semata-mata berjuang hidup dalam kehidupan keduniawian.

“Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan” (Ul. 7:9). Tuhan tidak akan mengingkari janji-janjiNya. Sekali Ia masuk ke dalam suatu perjanjian, kasih setiaNya adalah suatu hal yang pasti. Kej. 6:18 mencatat pertama kalinya kata “perjanjian” digunakan di Alkitab. Tuhan membuat perjanjian dengan Nuh yang sejak itu mempengaruhi semua generasi di bumi. Orang-orang pada jaman Nuh telah menyimpang begitu dalam dan menjauh dari rancangan Tuhan bagi bumi sehingga pada akhirnya, secara supranatural, Tuhan harus memulai lagi dari awal dengan melepaskan suatu perjanjian baru di bumi. Ia melepaskan perjanjian baru tersebut melalui Nuh, seorang manusia yang Ia tahu dapat Ia percayai dengan rencanaNya.

Arti nama Nuh adalah “berdiam,” yaitu kediaman profetik yg ingin Tuhan hadirkan dari dosa & akibat kutuk yang berlaku di jaman itu. Nuh mengabdikan dirinya kepada Tuhan; maka, ketika Tuhan berbicara kepadanya, Nuh memulai proses memulihkan bumi ke dalam perjanjian dengan Tuhan yang kudus. Dalam Kej. 9:8-11, Tuhan memberi suatu janji bahwa air bah takkan lagi memusnahkan bumi. Lalu Ia memberi pelangi sebagai tanda untuk mengingatkan umatNya akan kuasaNya sehingga setiap kali mereka melihatnya, mereka akan mengingat perjanjianNya dengan bumi, dan bahwa akhirnya hal ini menyenangkan hatiNya. Tuhan memiliki destiny bagi setiap anak-anakNya untuk digenapi dalam hidup mereka. Karenanya, Ia rindu membuat perjanjian dengan setiap kita untuk menggenapi destiny tersebut.

Tuhan rindu memberi kita suatu masa depan dan pengharapan. Ia telah menyediakan hal-hal ini bagi setiap orang percaya. Namun, kitapun memiliki bagian untuk dapat menerima ini semua. Pada Yer. 29, Tuhan berkata bahwa saat kita berseru padaNya, Ia akan mendengar, dan saat kita mencariNya dengan segenap hati kita, kita akan menemukanNya. Kita harus mendapati rencana covenantNya bagi hidup kita. Caranya hanyalah dengan berseru, mencariNya dgn segenap hati, dan mematuhi perintahNya. Tujuan pembuatan covenantNya adalah untuk memberkati kita. Hal ini untuk membawa kita masuk ke dalam destiny yang telah disiapkanNya bagi kita. Dengan covenant, Ia menawarkan kita milik-milik pusaka, baik di bumi dan yang abadi. Covenant memiliki dampak ilahi yg luar biasa. Tujuan covenant ini adalah untuk memberi suatu komitmen pribadi, tidak hanya bagi pihak lain yang terlibat, namun sebagai suatu pernyataan bagi mereka yg berada di luar covenant. Saat kita memasuki hubungan covenant dengan Tuhan melalui darah Yesus kekuatan iblis tahu bahwa kita ditutupi oleh darahNya. Darah Yesus berkata kepada musuh, “Menyingkirlah! Bagian ini bukan wilayahmu!” Katakan hal ini pada puncak gunung!

Renungkan Yer. 29:11-13: Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yg ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, utk memberikan kepadamu hari depan yg penuh harapan. &apabila kamu berseru & datang utk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dgn segenap hati.”
Renungkan Ef. 1:3: Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga!”
Baca Kej. 6-9, Mzm. 103.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s