Ivan Roman: “Kini Allah Membangkitkan UmatNya yg Berjalan BersamaNya Seperti Henokh – Untuk Secara Alami Menjadi Supranatural dan Jatuh Cinta Dengan Surga” (Oct 1, 2009)


“Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yg tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.” – Yoel 2:28

Dalam doa saya baru-baru ini, saya bertanya pada Tuhan, “Seperti apakah anak Tuhan itu?” Dan Tuhan menjawab, “Henokh.” Lalu saya mulai mempelajari kisah hidup Henokh, & meski tidak banyak hal yg diceritakan tentangnya dalam Alkitab, hal ini cukup mendorong kita untuk secara alami menjadi supranatural. Sebagai orang Kristen, kita tidak seharusnya memisahkan siapa kita sebenarnya dari apa yang kita kerjakan – kita adalah anak-anak Allah; apapun yang kita lakukan dalam hidup seharusnya mengalir dari tempat ini. Kita disebut bait sucinya Roh Kudus; kitalah pembawa kemuliaan Allah.

Di kayu salib, perkataan terakhir Yesus adalah, “…sudah selesai” (Yoh. 19:30). Di Yunani, secara harfiah frase ini berarti dibayar lunas. Dibayar lunas adalah istilah yg dipakai di dunia ekonomi pada jaman Kristus. Kekristenan tidak pernah dimaksudkan sebagai suatu peristiwa, melainkan sebagai suatu gaya hidup. Saat kita melihat kehidupan Henokh dengan mata yang baru, kita akan memahami dengan lebih jelas tugas kita di dunia ini: berjalan bersama Tuhan sbg anak-anakNya.

Apa Artinya Berjalan Bersama Tuhan dan Bagaimana Kita Dapat Melakukannya

Salah satu hal yg disebutkan tentang Henokh dalam Alkitab adalah bahwa ia “…bergaul dgn Allah…” (Kej. 5:24). Saya yakin usaha terbesar Henokh adalah utk bergaul dgn Sang Maha Tinggi. Persekutuan dgn Allah adalah gairah terbesarnya. Hal ini sangat terbalik dgn keadaan banyak orang di masa kini. Keberhasilan dalam Kerajaan tidak ditentukan dgn seberapa terkenalnya kita di bumi. Saya pernah mendengar Bill Johnson, Pastor Bethel Church di Redding, California, berkata, “Kita dikenal di Surga dan ditakuti di neraka.” Persahabatan dgn Tuhan – yaitu bergaul denganNya – adalah hal yang penting di akhir jaman ini. Seberapa baik kita mengenal Tuhan harus menjadi pencarian setiap orang percaya. Identitas kita seharusnya tidak pernah ditentukan atas apa yg kita lakukan dalam hidup, atau bahkan apa yang kita lakukan bagi Tuhan. Identitas kita harus muncul dari hubungan kita dengan Bapa kita.

“Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.” – Kej. 5:24

Kata bergaul dalam bahasa Ibrani adalah halak, yg berarti berjalan naik turun. Pengertiannya adalah bahwa Henokh telah berulangkali mengunjungi Surga. Kini kita berada di musim dimana pintu Why. 4:1 telah dibuka dan undangannya masih tetap sama, “…Naiklah kemari.” Pernyataan ini sangat kontroversial, namun kini Tuhan membangkitkan umat yg hidup di dalam realita bahwa Surga kini adalah rumah mereka. Akan ada pewahyuan yang kita terima seperti yang Daud pernah katakan, “Aku ini orang asing di dunia…” (Mzm. 119:19).

“Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yg tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yg hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini. Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air. Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yg tlh mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ. Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.” – Ibr. 11:13-16

Saat realita kekekalan menyentuh hati kita, kita takkan berpegang pada hal-hal yg sementara lagi. Allah kini membangkitkan sekumpulan orang yg memiliki hati Henokh. Berjalan bersama Tuhan dalam hal supranatural, jatuh cinta kepada Surga sehingga Tuhan berkata, “Karena engkau suka berada di sini, mengapa engkau tak tinggal saja disini?” 

Di tengah kesibukan kita, Alkitab berkata “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah” (Mzm. 46:11). Saya mengajak anda untuk belajar menemukan keheningan di lingkungan apa saja. Sebagai pendeta yang sering bepergian, saya mendapati perlunya memiliki momen-momen keheningan yang berharga, baik di tengah bandara yang sibuk, atau kerumunan orang. Dalam melakukan hal ini, saya tidak sedang menjangkau Tuhan yang bisa berada di mana saja, namun kepada Bapa dan Sahabatku yang berdiam di dalamku. Suatu hubungan yg sejati dengan Tuhan menginspirasi orang-orang di sekitar kita; bukan sekedar dengan doktrin, namun dgn gairah kita.

“Setelah Henokh hidup 65 tahun, Ia memperanakkan Metusalah.” – Kej. 5:21

Dari ayat ini kita melihat bahwa Henokh memiliki anak, shg kita bisa menganggap bahwa ia memiliki isteri. Dalam kitab Yudas kita membaca bahwa ia adalah seorang nabi (ay. 14). Henokh tidak bersembunyi di dalam gua. Ia memiliki tanggung jawab sebagai seorang ayah dan suami, namun demikian ia tetap mampu memiliki waktu untuk bergaul bersama Tuhannya. Kehidupan Henokh menjadi teladan dalam gaya hidup berdoa dan hal-hal yg ilahi, bukan sekedar mendengar Roh dalam lingkungan Kristen saja, namun bergaul di dalam Roh – dalam suatu sikap doa yang terus-menerus dengan satu telinga mengarah ke Surga..

Yes. 50 berkata bahwa Tuhan mempertajam telinga kita setiap pagi. Persekutuan yang terus-menerus dengan Bapa adalah mungkin, dan hal ini diinginkan oleh Bapa. Tapi sering kita berkata, “Saya tidak punya waktu.” Hal yang Tuhan inginkan dari kita adalah waktu kita! Dalam Why. 3:18 Yesus berkata untuk membeli dariNya emas yang telah dimurnikan dalam api. Menariknya, Yesus berkata untuk membeli dariNya. Lalu pertanyaannya, “Berapakah harga emas tersebut?” Seorang teman saya menanyakan hal ini kepada Tuhan dan Ia menjawab, “Seharga hidupmu, namun saat ini Aku menginginkan waktumu.” Menurut Mat. 6:6, sangatlah penting untuk pergi ke suatu tempat tersendiri untuk memiliki waktu sendirian bersama Tuhan.

Smith Wigglesworth berkata, “Saya tidak berdoa >15 menit, namun saya tidak melangkah >15 menit tanpa berdoa.” Ketika pengertian akan doa menjadi lebih dari sekedar persekutuan dengan Tuhan – Bapa dan Sahabat kita – berdoa takkan lagi menjadi tugas kita sebagai orang Kristen, melainkan sebuah hak istimewa dan keinginan terdalam dari hati kita. Teknologi modern baik, namun dapat menjadi gangguan bagi kesederhanaan pengabdian kita kepada Allah.

Kita Harus Bersedia Mengijinkan Roh Kudus untuk Memisahkan Kita

Terakhir, Henokh berarti dipersembahkan atau dikhususkan. Jika kita ingin bergaul dgn Tuhan seperti Henokh, kita harus bersedia mengijinkan Roh Kudus utk memisahkan kita. Baru-baru ini saya bermimpi dimana seorang pria yg saya kenal sbg suara suara profetik bertanya, “Apakah engkau ingin mengetahui kunci lawatan?” Katanya, “Siapakah yang boleh naik ke atas gunung Tuhan?” Dengan segera roh saya menjawab, “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya.”

Lalu pria itu menatap saya & berkata, “Dalam ketenangan & keheningan.” Saat kita menenangkan diri kita di hadapan Tuhan & menantikan kehadiranNya, Roh KudusNya akan mulai melepaskan sifat asliNya ke dalam diri kita. Kekudusan bukanlah sebuah kata yg buruk. Kekudusan adalah menjadi seperti Kristus. Kekudusan bukan berbicara tentang apa yg anda lakukan & tidak lakukan – ataupun sekumpulan aturan. Di luar dari hubungan kita dgn Tuhan, kita akan mulai mempelajari apa yg disukai dan dibenciNya; lalu kita memilih karena kasih & melakukan hal-hal yg Ia sukai.

Saat kita belajar berdiam di dalam hadirat Tuhan, kemuliaanNya akan mulai tinggal di atas kita. Para pemimpin di Yerusalem menganggap Petrus dan Yohanes orang biasa yang tidak terpelajar, namun ketika mereka mendengar keduanya berbicara – mereka tahu bahwa kedua orang itu adalah pengikut Yesus (Kis. 4:13). Ketika menghabiskan waktu bersama Yesus, hadiratNya menyertai kita. Para malaikat menyukai hadirat Tuhan, dan jika anda adalah seorang pembawa kemuliaanNya, mereka pun akan mengelilingi anda. Mereka yang bergaul dengan Tuhan mengubah atmosfir kemana pun mereka pergi, hanya dengan kehadiran mereka saja.

Charles Finney pernah memasuki suatu pabrik dan para pekerja rebah dan berseru, “Apa yg harus kami lakukan agar dapat diselamatkan?” Realita kehadiran dan kemuliaan Tuhan kini dilepaskan bagi Gereja. Mata kita kini terbuka untuk melihat bagaimana cahaya kemuliaan Tuhan yang berdiam atas kita mempengaruhi dunia di sekitar kita.

“Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!” – Kol. 1:27

Apa yang Diajarkan Oleh Kehidupan Henokh Bagi Kita

Henokh adalah jenis manusia Allah yang telah dewasa. Kehidupannya menunjukkan pada kita bahwa di tengah tanggung jawabnya (anak ataupun pekerjaan), ia masih mampu bergaul dgn Tuhan dalam suatu persekutuan yg intim. Allah kini memanggil kita untuk bergaul dgnNya – untuk secara alami menjadi supernatural – dengan kepala kita menengadah ke Surga dan kaki kita berada di bumi, untuk menjalankan rancangan-rancanganNya.

Kehidupan Henokh mengajarkan banyak hal bagi kita: untuk mendapati keberhasilan kita dgn menjadi sahabat Allah, untuk menjalani hidup dimana hadirat Tuhan lebih dihargai dibanding apapun harta yang ada di dunia ini, dan bahwa Surga kini adalah rumah kita. Ketahuilah bahwa ketika kita bergaul dengan Tuhan, keinginanNya menjadi keinginan kita dan kesukaanNya menjadi kesukaan kita. Saya telah mendengar suara yang mengundang saya untuk naik ke atas, dan untuk itu saya berkata, “Baik, Tuhan!”

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s