Catherine Brown: “Suatu Generasi Gideon Sedang Dibangkitkan Dengan Suatu Suara Baru Dari Surga” (Sep 15, 2009)


“Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub. Dan inilah perjanjian-Ku dengan mereka, apabila Aku menghapuskan dosa mereka.” – Rm. 11:26-27

Suara Penderitaan

Tuhan membangkitkan Gideon & generasinya untuk menyelamatkan hasil panen dari musuh. Org Israel melakukan apa yg jahat di hadapan Tuhan, & selama 7 tahun Tuhan menyerahkan mereka ke dlm tangan orang Midian. 7 tahun masa tekanan & perbudakan telah menghancurkan semangat bangsa ini & memusnahkan hasil panen mereka. Kuasa orang Midian begitu menindas org Israel shg mereka bersembunyi di gua-gua & kubu-kubu. Org Israel melarat baik secara fisik & rohani. Mereka menghadapi resesi dan benar-benar menantikan campur tangan dan pertolongan Tuhan.

Apakah hal ini terdengar umum bagi anda saat anda mengingat keadaan ekonomi, spiritual & moral dimana kita hidup di hari-hari ini?

Untuk menanggapi keadaan umatNya yg menyedihkan, Tuhan mengirimkan seorg nabi kepada mereka yg mengingatkan mereka bagaimana Tuhan telah melepaskan umatNya dari perbudakan, perhambaan, & tekanan di Mesir, dan bagaimana Ia telah memperingatkan mereka utk tidak pernah menyembah allah bani Amon, namun mereka tidak mendengarkan. Dosa mereka adalah alasan bagi kehancuran mereka, namun Tuhan bersedia untuk bermurah hati bagi mereka.

 

Suara Tugas Hasil Panen Kita – Kristus Sang Pembebas

Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani” (Hak. 6:12).

Namun Gideon ragu! Ia menyangsikan mengapa jika Tuhan menyertai umatNya, ia tidak pernah melihat keajaiban yg diceritakan ayahnya. Gideon & generasinya merasa diabaikan oleh Tuhan karena mereka berada di tangan musuh. Gideon lapar akan bukti & manifestasi kemuliaan Tuhan. Menariknya, malaikat Tuhan tdk menanggapinya, “Pergilah dgn kekuatanmu ini & selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!” (ay. 14).

Di titik ini kita dapat mengasumsikan bahwa Gideon merasa ia tidak memiliki kekuatan untuk bertahan. Ia bersembunyi dari tekanan musuh yg telah menawan bangsanya selama 7 tahun. Gideon hidup bersusah payah dari apa yg seharusnya menjadi panen yg berlimpah, dan sambil melakukannya di tempat tersembunyi – malaikat Tuhan berkata padanya utk pergi dgn kekuatan yg dimilikinya! Gideon benar – kekuatannya sendiri takkan pernah membuka rencana Tuhan bagi bangsanya; hanya dibawa pengurapan anugerah apostoliklah kita dapat maju bersama Kristus.

Tetapi jawabnya kepada-Nya: “Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan aku pun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku.” (ay. 15).

Bukankah benar, bagaimana Tuhan memakai kelemahan & kerentanan kita untuk mengubah kita menjadi pejuang iman yg melepaskan kemuliaanNya di bumi! Lihatlah Yusuf, Daud, Ester, atau Maria, ibu Kristus? “Pejuang-pejuang muda dlm penantian” ini menanti perjalanan iman mereka di tempat ketergantungan sepenuhnya kepada Allah di saat krisis melanda bangsa mereka. Tugas mereka di bumi diperintahkan oleh Tuhan semesta alam. Allah kini membangkitkan satu generasi yang akan menjadi alat dimana Ia akan memulihkan urapan penuaian bagi Gereja.

Kata Tuhan pada Gideon, “Tetapi Akulah yg menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis” (ay. 16). Allah kini membangkitkan satu generasi yg akan menjadi umat di hadapanNya, berjalan di dalam pewahyuan & pengertian dimana hadiratNya sendiri yg melayani di dalam kuasa & kasihNya. Tuhan menjanjikan kebebasan suatu bangsa bagi seorang muda dengan hati yg menyembah. Penyembahan adalah kunci untuk menuai terobosan.

 

Pembebasan Memiliki Satu Suara – Suara Damai Sejahtera

Sbg jawaban, Gideon ingin memberi persembahan kepada Tuhan & ia meminta malaikat Tuhan utk menunggu selagi ia mempersiapkannya. Api yg menyala dari batu membakar daging anak kambing & roti tidak beragi sbg persembahan, & kemudian malaikat Tuhan menghilang. Gideon lalu menyadari bahwa ia telah bertemu muka dgn Tuhan & menjadi takut, bahwa ia akan mati. Namun, Tuhan mengucapkan damai sejahtera ke dalam hatinya & Gideon membangun mezbah bagi Tuhan Yehova Shalom. Saya yakin Tuhan mengimpartasikan keberanian ilahi bagi Gideon melalui suaraNya saat Ia mengucapkan perkataan penyembahan/ tugas peperangan yg menjadi alasan penciptaan Gideon. Pembebasan memiliki satu suara; Tuhan tidak menyatakan peperangan di waktu perang. Sebaliknya, Tuhan mengimpartasikan damai sejahtera di dalam suaraNya, dan damai sejahtera ini lalu akan menjadi bagian taktik peperangan ilahi untuk mengalahkan musuh.

Malam itu Tuhan menyuruh Gideon utk meruntuhkan mezbah Baal ayahnya & menebang tiang berhala. Gideon melakukan hal ini meski ia sangat takut kepada keluarganya di waktu malam & membangun suatu mezbah baru yg dikhususkan bagi Tuhan. Setelah diselidiki, didapati bahwa ialah pelakunya. Orang-orang kota menuntut Yoas (ayah Gideon) bahwa Gideon harus mati krn tindakannya. Namun ayahnya membelanya & berkata bahwa jika Baal dapat, biarlah ia membela dirinya sendiri! Tak perlu dikatakan bahwa Baal tetap diam. Tuhan menghormati mezbah penyembahan yg disiapkan oleh hambaNya Gideon. Hati kita adalah mezbah iman dimana Tuhan menemui kita di dalam kasih covenantNya untuk mencurahkan berkat dan pembebasanNya.

 

Suara Sangkakala – Mengumpulkan Para Pasukan

Sementara itu, orang Midian, orang Amalek & orang2 dari sebelah timur berkumpul bersama & menyeberang sungai Yordan & berkemah di lembah Yizreel. Tuhan masih tidak memerintahkan umatNya utk menanggapi suara peperangan, sebaliknya kuasa Roh Tuhan turun atas Gideon yg meniup sangkakala & menyuruh orang-orang Abiezer utk mengikutinya. Gideon juga mengirim pesan kepada seluruh suku utk mengikutinya. Tuhan mengirim suatu suara baru – panggilan utk mengerahkan & mengumpulkan pasukan – yg akan melepaskan suatu suara penyembahan baru…

Gideon meminta beberapa permintaan di hadapan Tuhan, utk menegaskan bahwa Tuhan sungguh menyertainya untuk menyelamatkan Israel seperti yg dijanjikanNya. Dan Tuhan dgn murah hati menjawab permintaannya. Pagi-pagi buta, Gideon &semua rakyat yg bersamanya berkemah dekat mata air Harod (kata Ibrani Harod berarti “mata air gemetar”). Tuhan akan menunjukkan pada Gideon dan pasukannya bagaimana mengalahkan ketakutan mereka dan berjalan di dalam iman. 

Tuhan datang dan berbicara pada Gideon bahwa prajuritnya terlalu banyak! Tuhan bermaksud membebaskan Israel dgn kekuatanNya, bukan oleh kekuatan banyaknya tentara dan senjata, & Ia menyuruh Gideon untuk mengurangi jumlah mereka hingga tinggal 300 orang. Tuhan menyuruh Gideon untuk menyuruh sisanya pulang dan Gideon pun menuruti perkataan Tuhan.

Pada malam itu berfirmanlah Tuhan kepada Gideon, “Tetapi jika engkau takut untuk turun menyerbu, turunlah bersama dengan Pura, bujangmu, ke perkemahan itu; maka kaudengarlah apa yang mereka katakan; kemudian engkau akan mendapat keberanian untuk turun menyerbu perkemahan itu” (Hak. 7:10-11a).

Gideon & Pura melakukan tepat seperti yg diperintahkan Tuhan dan pergi sampai ke penjagaan terdepan di perkemahan musuh. Lembah itu dipenuhi musuh, seperti belalang banyaknya. Saat ia sampai di situ, Gideon mendengar seorg menceritakan mimpi kepada temannya, “Sekeping roti jelai terguling masuk ke perkemahan orang Midian; setelah sampai ke kemah ini, dilanggarnyalah kemah ini, sehingga roboh, dan dibongkar-bangkirkannya, demikianlah kemah ini habis runtuh.”

Temannya menjawab, “Ini tidak lain dari pedang Gideon bin Yoas, orang Israel itu; Allah telah menyerahkan orang Midian dan seluruh perkemahan ini ke dalam tangannya.”

Seperti halnya ini bagi Gideon, demikian juga bagi masa kini – Tuhan melepaskan suatu generasi Gideon yang akan mendengar interpretasi Surga, menerapkannya ke dalam situasi pribadi mereka dan didorong memasuki destiny mereka. Beberapa dari Gideon jenis ini akan menjadi katalisator dalam melepaskan banyak orang lainnya ke dalam destiny mereka juga.

 

Suara Tuaian Penyembahan yang Baru – Musuh Dikalahkan

Saat Gideon mendengar mimpi & interpretasinya, “IA MENYEMBAH TUHAN” (Hak. 7:15). Allah membuat satu suara baru dilepaskan dalam hati Gideon. Suara ini bukanlah suara perbudakan & tekanan 7 tahun yang lalu, dan bukan juga suara musuh di peperangan. Suara yang meliputi hati Gideon adalah suara baru kemenangan di dalam penyembahan yang menyebabkan suatu sinergi dan reaksi ilahi antara Surga dan bumi: suara penyembahan di dalam hati Gideon yg berserah melepaskan strategi peperangan untuk mengalahkan musuh dan utk merebut kembali tuaian demi kemuliaan Tuhan. Tuhan bahkan menggunakan simbol panen (sekeping roti jelai) untuk memberikan kemenangan bagi hambaNya. Allah kini membangkitkan suatu generasi di dalam suatu urapan apostolik akhir jaman untuk memulihkan tuaian. Haleluya!

Gideon kembali ke perkemahan dan berkata, “Bangunlah, sebab TUHAN telah menyerahkan perkemahan orang Midian ke dalam tanganmu.” Dengan membagi 300 org ke dalam 3 bagian, ia memberikan sangkakala dan buyung kosong dengan suluh di dalam buyung itu.

“Perhatikan aku,” katanya kepada mereka. “Ikutilah aku. Jika aku tiba di ujung perkemahan itu, lakukanlah seperti yang aku lakukan. Jika aku & semua org yang bersamaku meniup sangkakala, maka semua org harus meniup sangkakalanya dan berseru, ‘Demi TUHAN dan demi Gideon!'”

 

Suatu Gelombang Penyembahan yang Baru, Suatu Cara Peperangan yang Baru

Suara penyembahan yang baru di dlm hati Gideon memulai suatu gelombang penyembahan yg baru yang sejalan dgn suatu cara peperangan yg baru. Tuhan telah memberi Gideon sebuah cetak biru ilahi bagaimana maju utk merebut kembali daerah yg telah dicuri musuh, yg dilepaskan sbg tanggapannya thd hati Tuhan. Bukan mengenai jumlah besar prajurit berperang, namun mengenai ketaatan yg sederhana, iman yg radkal di tengah kekacauan bgs & suatu keyakinan di dlm Tuhan sebagai Sang Pembebas yg Setia. Ketika Gideon berkata pada prajuritnya utk “BERSERU,” ia meminta mereka untuk melakukan suatu hal yang berbeda dari yg biasanya mereka lakukan. Ia meminta mereka untuk bersama-sama meniup peralatan mereka (sangkakala) dengan suatu cara yang baru, dibawah arahan surgawi yang baru.

Senjata di tangan mereka akan digunakan dgn cara yg unik utk menunjukkan kemuliaan Tuhan. Terang pembebasan terletak di dalam pusat sangkakala. Hal ini tetap tersembunyi hingga waktu Tuhan yg telah ditentukan, dan saat hal itu menyingkapkan kemenangan umat Tuhan atas musuh mereka, mereka menjadi terpesona. Tuhan kini membangkitkan suatu generasi yang akan menyembahNya dgn suatu cara baru yang akan menolong membawa pembebasan bagi bangsa2. Siapkah kita menerima generasi Gideon ini? Bersediakah kita menerima suatu gelombang penyembahan ilahi yg baru &para penyembah yg menjadi bagian dari tentara akhir jaman Tuhan?

Gideon dengan hanya 100 org menuju ujung perkemahan ditengah malam, pada waktu permulaan waktu jaga. Lalu mereka meniup sangkakala mereka & memecahkan buyung di tangan mereka. Sungguh suatu suara yg perkasa saat bumi bersatu dgn Surga & Tuhan melepaskan kuasaNya yg membebaskan. Wow! Berapa banyak malaikat yang tidak terlihat yg berperang menyertai tentara yang sedikit ini di garis depan peperangan – hanya Tuhan yang tahu. Namun 3 bagian dari tentara Gideon meniup sangkakala mereka dengan segenap hati mereka dan memecahkan buyung dengan segenap kekuatan mereka, dan Tuhan bergerak dengan kuasaNya yang perkasa.

Mereka memegang buyung di tangan kiri & sangkakala di tangan kanan mereka – sungguh suatu terang terobosan yg luar biasa yg harus menyerang kegelapan ketika suluh menyingkapkan terang mereka untuk menembus kegelapan yang pekat. Saya yakin, terang & suara ini dilepaskan secara simultan ke bumi dari Surga. Suatu suara & terang kemuliaan yg membebaskan umat Tuhan dari tangan musuh mereka. Suara & terang diberikan & digerakkan oleh by Roh Tuhan, & karenanya mereka menjadi pedang di tangan & hati para hamba yg berserah. Kini kita hidup di masa dimana Tuhan akan membawa pembebasan bagi semua kelompok orang melalui suatu suara pengurapan baru yang diurapi, yang akan menyebabkan bukit-bukit meleleh dan bumi bergoncang saat Singa dari Suku Yehuda melepaskan raunganNya yang tak terhentikan dari Surga.

Ketika sangkakala menyuarakan Tuhan, pedang musuh saling mengarah ke sesamanya. Prajurit Gideon berseru, “Pedang demi TUHAN & demi Gideon.” Hal ini bukanlah apa yg diperintahkan Gideon kepada mereka. Sehingga ia berseru kepada mereka, “Demi TUHAN dan demi Gideon.” Saya yakin suatu pencurahan kemuliaan yang luar biasa muncul sbg hasil dari penyembahan dari orang2 yang mulia ini, dan saat mereka berjalan di dalam ketaatan terhadap suara yang baru, Tuhan membuat mereka tiba di suatu pengertian yang disingkapkan bahwa penyembahan adalah suatu pedang di tanganNya, dimana Ia akan memukul dan menghancurkan musuh. Ini sebabnya mereka mengubah seruan mereka dengan berseru: “Pedang di tangan Allah!” Mulialah namaNya!

Nama Gideon berarti “perubuh” (yaitu, prajurit) & berasal dari kata Ibrani gada, yg berarti untuk menjatuhkan pohon, utk menghancurkan sgl sst (meremukkan, memisahkan), menebang. Yesus Kristus adalah Pembebas bangsa2, & Ia menghancurkan pekerjaan musuh utk selamanya. Biarlah Surga dan bumi menyembah Anak Domba yang disalibkan, untuk menebus dosa dunia. Amin!

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s