Kathi Pelton: “Berkat Dari Suatu Kehidupan yang Taat” (Aug 24, 09)


Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu….– Ul. 28:1-2

Keinginan Allah adalah untuk memberkati umatNya! Berkat-berkatNya atas hidup kita tidak sekedar “angan-angan” di dalam pikiran orang percaya, namun inilah janji Tuhan bagi mereka yang hidup menurut Firman yang diucapkanNya. Jika anda telah berada di suatu musim ujian dan pembersihan (dan saya yakin kita semua mengalaminya), maka janganlah berkecil hati, karena musim ujian anda akan melepaskan berkat-berkat seumur hidup.

Meski saya tidak dapat berbicara kepada anda secara pribadi, saya dapat berbicara kepada Tubuh Kristus secara luas dan berkata bahwa terkadang kita menjadi sedikit “sukar untuk mendengar” di musim lalu. Walau saya tahu kita telah berjalan di tingkat kepekaan yang telah kita kenal, suatu kedewasaan akan muncul atas kita yg akan melepaskan kemampuan untuk mendengar lebih lagi.

Di musim lalu, kita menerima anugerah untuk berjalan di dalam campuran antara pengertian logika dan hikmat Allah. Namun saat kita memasuki musim pembersihan ini, saya mendapati bahwa banyak orang yang tidak lagi puas berjalan di dalam campuran ini, karena setiap keputusan yang mereka inginkan hanyalah hikmat Allah. Seolah-olah ada “perlintasan” dari padang belantara menuju Tanah Perjanjian; namun sebelum memasukinya, harus ada penyunatan dalam hidup kita yang menyiapkan kita untuk berjalan hanya menurut perintah-perintahNya.

Jalan-jalan Tuhan Bukanlah Jalan-jalan Kita

Dalam pada itu Yerikho telah menutup pintu gerbangnya; telah tertutup kota itu karena orang Israel; tidak ada orang keluar atau masuk. Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: “Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa. Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya, dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut. Tetapi pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala. Apabila sangkakala tanduk domba itu panjang bunyinya dan kamu mendengar bunyi sangkakala itu, maka haruslah seluruh bangsa bersorak dengan sorak yang nyaring, maka tembok kota itu akan runtuh, lalu bangsa itu harus memanjatnya, masing-masing langsung ke depan.” – Yos. 6:1-5

Akui saja – tidak terdapat campuran logika atau hikmat manusia pada instruksi ini! Namun, jalan Tuhan bukanlah jalan kita. Tuhan memiliki rencana untuk menyingkapkan kuasaNya saat anak-anakNya menaati suaraNya – bukan suara logika manusia, namun suara Allah.

Perintah Tuhan kepada Yosua tampak menggelikan di mata manusia. Strategi macam apa yang mengelilingi suatu kota selama berhari-hari, dan kemudian meniup sangkakala? Jika tujuan kita adalah untuk diejek oleh mereka yg ada di dalam kota, maka strategi ini berhasil! Namun, Allah tidak berniat untuk menunjukkan kekuatan manusia, namun sebaliknya menunjukkan kemuliaan dan kuasaNya di tengah kelemahan manusia yang sungguh-sungguh bersedia untuk taat. Hal yang luar biasa adalah, sama halnya dengan runtuhnya tembok Yerikho, semua hal yg telah diucapkan Allah kepada kita akan terjadi juga. Ketaatan menghasilkan mujizat!

Berkat-berkat Allah

Ul. 27:9-13 menceritakan bagaimana Tuhan memisahkan suku-suku di antara dua gunung untuk melepaskan kutuk bagi mereka yang tidak taat dan berkat bagi mereka yang taat:

Juga berbicaralah Musa dan imam-imam orang Lewi kepada seluruh orang Israel: “Diamlah dan dengarlah, hai orang Israel. Pada hari ini engkau telah menjadi umat TUHAN, Allahmu. Sebab itu engkau harus mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini.” Pada hari itu Musa memberi perintah kepada bangsa itu: “Sesudah kamu menyeberangi sungai Yordan, maka mereka inilah yang harus berdiri di gunung Gerizim untuk memberkati bangsa itu, yakni suku Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar, Yusuf dan Benyamin. Dan mereka inilah yang harus berdiri di gunung Ebal untuk mengutuki, yakni suku Ruben, Gad, Asyer, Zebulon, Dan serta Naftali.”

Hal ini tidak terjadi sebelum mereka melintasi Sungai Yordan; namun saat perlintasan terjadi, Tuhan “menaikkan standar” ketaatan. Akibat dari ketidaktaatan begitu besar, namun berkat dari hidup yang taat sungguh (dan masih) luar biasa. Mari kita lihat berkat yang Tuhan lepaskan bagi mereka yang menuruti perintahNya:

Ulangan 28

“Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.

Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu:

Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang.

Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu.

Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu.

Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.

TUHAN akan membiarkan musuhmu yang maju berperang melawan engkau, terpukul kalah olehmu. Bersatu jalan mereka akan menyerangi engkau, tetapi bertujuh jalan mereka akan lari dari depanmu.

TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yg diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.

TUHAN akan menetapkan engkau sebagai umat-Nya yang kudus, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu, jika engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya.

Maka segala bangsa di bumi akan melihat, bahwa nama TUHAN telah disebut atasmu, dan mereka akan takut kepadamu.

Juga TUHAN akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu dan dalam hasil bumimu–di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu.

TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman.

TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,

Dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.”

 

Saya yakin selama tahun-tahun terakhir ini Tubuh Kristus telah mengalami masa “perlintasan,” suatu masa penyunatan dan penyerahan diri yang menuntut tingkat mendengarkan dan menaati suara perintahNya. Mendengarkan dan menaati adalah kunci dari berkat yang melimpah. Kita tidah boleh hanya menjalani hari dengan cara-cara yang biasa kita lakukan. Kita harus berhenti, mendengar dan taat, bahkan meski kita tidak memahami perintah-perintahNya.

Pengudusan

Karena kini saya telah mendapat perhatian anda dengan semua berkat yang telah disediakan bagi kita, saya akan menjelaskan proses pemurnian yang telah kita jalani hingga saat ini. Mari kembali pada Ul. 27:2-7 ketika orang Israel melintasi Sungai Yordan:

Dan pada hari kamu menyeberangi sungai Yordan ke negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, maka haruslah engkau menegakkan batu-batu besar, dan mengapurnya, lalu pada batu itu haruslah kautuliskan segala perkataan hukum Taurat ini, sesudah engkau menyeberang, supaya engkau masuk ke negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, seperti yang dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu.

Dan sesudah kamu menyeberangi sungai Yordan, maka haruslah batu-batu itu, yang telah kuperintahkan kepadamu pada hari ini, kamu tegakkan di gunung Ebal dan kaukapuri.

Juga haruslah kaudirikan di sana mezbah bagi TUHAN, Allahmu, suatu mezbah dari batu yang tidak boleh kauolah dengan perkakas besi.

Dari batu yang tidak dipahat haruslah kaudirikan mezbah TUHAN, Allahmu, itu dan di atasnya haruslah kaupersembahkan korban bakaran kepada TUHAN, Allahmu. Juga haruslah engkau mempersembahkan korban keselamatan, memakannya di sana dan bersukaria di hadapan TUHAN, Allahmu.

Sebelum melepaskan berkat ketaatan di dalam Ul. 28, pertama-tama Allah memberi perintah bagamana mempersiapkan batu-batu besar bagiNya dimana hukum TauratNya akan ditulis. Saya yakin ayat-ayat ini adalah gambaran dari “batu-batu hidup” yg Tuhan siapkan di waktu sekarang.

Di ay. 2 mereka diperintahkan untuk, “…haruslah engkau menegakkan batu-batu besar, dan mengapurnya…” Batu-batu ini besar karena tidak dipotong oleh peralatan manusia, namun harus tetap tidak terpahat. Bahkan saat ini, Tuhan memulihkan kita kembali ke bentuk semula yang dirancangkanNya atas kita. Kini ia memulihkan kita dari area-area dalam hidup kita yang telah dinodai oleh tangan-tangan manusia atau cara-cara agamawi.

Lalu batu-batu ini “dikapuri” (atau dibubuhi dengan kapur). Inilah definisi Ibrani dari kapur:

Kata Ibrani diubah menjadi “mendidih” atau “berbuih.” Dari Yes. 33:12 tampak bahwa kapur dibakar dalam api seperti semak duri yang ditebang. Pada Amos 2:1 dicatat bahwa Raja Moab “membakar tulang-tulang raja Edom menjadi kapur.” Kata Ibrani yang sama digunakan pada Ul. 27:2-4. Batu kapur adalah unsur utama pembentuk Gunung Syria. (Kamus Easton’s Bible)

Kapur dibakar di dalam api seperti semak duri yg ditebang, & hal ini mewakili perapian menyala yang telah disiapkan bagi kita selama musim yang lalu. “Semak duri yang ditebang” dalam hidup kita sedang dibakar & menciptakan api bagi persiapan ini. Plus, bagaimana anda dapat “bersatu” atau menyatu dengan seseorang yang hidupnya seperti semak duri yang terbakar? Pernahkah anda memeluk semak-semak bunga mawar? Mereka indah untuk dipandang, tapi tidak untuk dipeluk.

Di dalam anugerah & kasih Allah, Ia mengijinkan semak duri yang terbakar ada di dalam hidup kita untuk menjadi bahan bakar yg menghaluskan kita menjadi seperti yang diharapkan oleh Sang Penjunan. Kita tidak akan menjadi bejana yg dibuat oleh tangan manusia, tapi oleh tangan Allah. Saya harap saya menggambarkan Firman Tuhan dengan tepat atas apa yang dihadapi umatNya di musim lalu. Bukan untuk mengecilkan hati, namun agar berkat dan janjiNya tergenapi.

Bergerak Menuju Berkat-berkat Allah

Para kekasih, inilah waktu penuntasan dari proses & persiapan pemurnian hidup kita. Berserahlah pada tangan Sang Penjunan yang ahli, ijinkan diri anda menjadi batu hidup yang “tidak terpahat,” ijinkan semak duri dalam hidup anda dibakar & kapur dibubuhi atas hidup anda demi kesatuan denganNya. Lalu ijinkan “berkat-berkat” yang Tuhan janjikan bagi anda dilepaskan bagi anda saat anda hidup di dalam setiap FirmanNya. Ingat – semua janjiNya adalah “Ya dan Amin!”

Saya mendorong anda untuk membaca & memperkatakan berkat-berkat pada Ul. 28 bagi hidup anda, keluar anda, hubungan anda, pekerjaan anda & pelayanan anda setiap hari. Inilah waktu untuk memberi korban yang menyenangkan hatiNya & setuju dengan setiap janji dan berkatNya.

Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu. – Ul. 30:19

Hari ini…pilihlah berkat-berkatNya dan  pilihlah kehidupan!

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Teaching in Holy Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s