James Goll: “Berdoa Di Tengah Masa Transisi” (Aug 26, 2009)


Sebagai pemimpin senior dari Encounters Network dan rekan pelayanannya, baru-baru ini saya diminta hadir dalam Praying through Transition. Saat kita mengadopsinya ke dalam doa kita, saya percaya Roh Kudus akan menyingkapkan kepada anda strategi-strategi tertentu dalam doa yang dituntun & dikuasai oleh Roh baik di dalam hidup anda sendiri, pelayanan, dan bangsa anda.

Proses Transisi

Transisi berarti melintasi menuju suatu tempat baru dari satu kondisi ke kondisi lain. Masa transisi adalah masa dimana Tuhan menetapkan dan menyusun ulang peraturan-peraturan yg dibutuhkan agar kita dapat bergerak maju. Ia memberi kita fokus & arah. Ia mengajarkan kita tentang diriNya dgn suatu cara baru. Akui saja, kita belum pernah melewati ini sebelumnya!

Dari segi bahasa, transisi adalah frase yang menghubungkan komunikasi masa lalu dengan pikiran masa depan. Hal ini penting untuk dimengerti agar kita dapat bergerak maju. Kita harus mencari pewahyuan Tuhan di masa transisi ini. Ketika Ia berbicara kepada kita, kita dapat menjembatani masa lalu dengan masa yang baru. Tanpa adanya komunikasi di masa transisi, kita akan kehilangan kekuatan dan hikmat dari kemenangan kita yang lalu.

Ada proses yang terjadi di suatu masa perubahan. Bagian dari transisi meliputi:

• Tingkat pewahyuan yang baru dilepaskan.
• Visi anda di masa kini dibetulkan.
• Visi baru dilepaskan dan dibangun.
• Suatu jubah restorasi dikenakan atas anda.
• Anda dipulihkan dan dijadikan utuh dari masa lalu anda.
• Suatu identitas baru muncul dari dalam diri anda.
• Strategi baru disingkapkan bagi anda.
• Anda melihat penggenapan milik pusaka anda di hadapan anda.
• Anda memiliki kuasa untuk menaklukkan musuh anda.
• Anda mengamankan milik pusaka anda.

Pedoman Di Masa-masa Transisi

Charles Stock mengingatkan kami baru-baru ini di Encounters Network Alliance Leaders, bahwa kita dapat “bersinar” paling terang di saat-saat yang tergelap. Ia menekankan 4 pedoman dasar untuk menolong kita bertumbuh di masa transisi kita:

1. Allah mengetahui apa yang sedang dilakukanNya!
2. Bekas luka kita dapat diubah olehNya menjadi piala anugerahNya.
3. Setiap pertempuran yang berhasil kita pertahankan adalah kelulusan menuju dunia otoritas yang baru.
4. Anugerah bekerja di sepanjang waktu – dan waktu ada di pihak kita!

Meski kehilangan dan tragedi terjadi di dalam hidup dan pelayanan saya, ada hal-hal mendasar yang tidak akan pernah saya lepaskan. Ya, Allah itu baik di sepanjang waktu dan segala sesuatu bekerja bersama untuk mendatangkan kebaikan. Titik! Terkadang kurangnya pemahaman saya menyebabkan saya menjerit, namun di setiap saat tersebut saya harus menyerahkan hak saya untuk memahami segala sesuatu dan menekan tombol yang disebut dengan “Percaya saja!”

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Teaching in Holy Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s