Joni Ames: “Saat Ini Kita Berada Di Masa Transisi dan Reformasi yang Hebat” (Aug 20, 2009)


Mengapa anda dilahirkan? Apa yang saat ini sedang anda kerjakan? Apakah hal tersebut membuat anda berjalan di dalam memasuki panggilan hidup anda? Rencana apa yang anda miliki untuk menolong anda maju dan memasuki panggilan, tujuan dan destiny hidup anda?

Saat saya berdoa baru-baru ini, saya mendengar Tuhan berbicara di dalam roh saya: “UmatKu harus meraih kemampuan untuk belajar, namun hal ini belum Kulepaskan, dari masa lalu untuk merangkul masa depan mereka dan merubah sejarah manusia.”

Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. – Fil. 3:12-14

Kini kita berada di satu masa yang paling menarik di dalam sejarah. Dengan ketersediaan dan penggunaan email dan Internet, setiap kita memiliki kemampuan untuk mempengaruhi dan mengarahkan masa depan manusia. Hampir setiap kita dapat menjadi sumber berita utama secara instan hanya dengan menggunakan telepon genggam kita atau kamera untuk mengunduh apa yg terjadi di sekitar kita. Secara instan, berita dapat diunduh ke YouTube – atau dengan mengirimnya ke CNN atau Fox News – dan apa yang anda beritakan dapat menjadi berita utama hari ini! Di masa kini, dengan menggunakan media pribadi semacam ini, kita mampu menyaksikan pertama kali restrukturisasi bangsa-bangsa di dunia, tepat di depan mata kita!

“Perubahan”

Kamus menjelaskan “perubahan” sebagai: (1) untuk menjadi berbeda, untuk berubah; untuk menjadi berbeda secara radikal; untuk membuat posisi, jalan, atau arah yg berbeda. (2) untuk menggantikan dengan yang lain; untuk berubah menjadi yang lain, untuk berganti; untuk menukar uang; untuk menjalani modifikasi; untuk mengenakan pakaian baru.

Saya kerap menjumpai orang-orang yang “nyaman dengan perasaan tidak senang.” Dgn kata lain, tidak bahagia dgn situasi mereka, terjebak di dalam kebiasaan yg bahkan tidak mereka nikmati – namun karena “takut terhadap perubahan,” mereka tinggal di dalamnya! Berapa lama kita akan terus menerima perubahan yg dilakukan hidup secara acak sebelum kita benar-benar memiliki keberanian untuk membuat perubahan dalam hidup kita yg akan membawa suatu kondisi yg dapat melontarkan kita ke tingkat kehidupan yg lebih tinggi, menuju panggilan, tujuan & destiny kita?

Inilah waktu untuk “Bekerja dengan Cerdik, Bukan Bekerja Keras!” Seberapa sering orang-orang menerima kurang dari apa yg layak mereka terima, bahkan di dalam pekerjaan, sekedar pelarian untuk membuat perubahan? Hal ini bahkan terjadi di dalam pelayanan kami. Kenyataannya, hal ini terjadi pada para pengerja. Mereka ingin mengubah orang, namun mereka tidak mau mengubah cara mereka melakukannya. Mereka senang bersatu dan bekerja bersama di tempat yg sama – bahkan mungkin untuk selamanya. Namun mereka dipanggil untuk menyebarkan Injil ke seluruh dunia, maka Allah mengijinkan terjadi perdebatan di antara mereka untuk membuat mereka menjadi tidak nyaman untuk menjalaninya dan memasuki panggilan, tujuan dan destiny mereka, dan menyebarkan Injil!

Dikatakan di dalam Kis. 15:39-40: Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus. Tetapi Paulus memilih Silas, dan sesudah diserahkan oleh saudara-saudara itu kepada kasih karunia Tuhan.

Terkadang kita terlalu terbiasa dengan hal-hal di sekitar kita & melupakan apa yang seharusnya kita lakukan – tugas kita adalah memperlengkapi orang-orang kudus, bukan menjadi orang yang sekedar melakukan tugas.

Takut Akan Perubahan?

Karena saya telah mementor berbagai jenis pelayanan, terkadang saya menjadi “nyaman” dengan hal-hal yg ada di sekitar saya, & karenanya tertinggal di dalam panggilan saya untuk melepaskan mereka ke dalam apa yang menjadi panggilan mereka, dan mengijinkan diri saya untuk terus ‘melahirkan’ orang-orang lain. Kita harus belajar untuk melepaskan apa yang ada di tangan kita untuk menerima apa yang ada di tangan Allah. Dan kebenarannya adalah, ketika kita mengijinkan diri kita melakukannya, hal ini membuat kita “lulus” untuk menuju satu tingkat baru.

Namun, berapa banyak dari kita yang telah melakukan hal ini? Sebagai contoh:

• Orang tua yang takut akan sindrom “sarang yang menjadi kosong?”
• Pelayanan yang tidak ingin menemukan seorang Worship Leader baru atau pengerja anak-anak?
• Bisnis-bisnis yang sebenarnya dapat melakukan ekspansi dan memiliki dampak yang luas?

Karena lebih mementingkan kenyamanan kita sendiri, kita menjadi takut melangkah menuju perubahan yg diperlukan utk mengijinkan orang lain menjadi apa yg telah ditetapkan atas mereka!

Jenis perubahan, dampak, atau warisan apa yg dapat kita berikan bagi mereka yg ada di sekitar kita (jika kita bersedia untuk berubah) saat Tuhan memberi kita kesempatan utk melakukannya? Dan, seberapa banyak yang kita benar-benar tuntaskan jika kita tidak mengijinkan diri kita untuk menjadi fleksibel &mau menerima apapun jenis perubahan yg dibutuhkan utk menyelesaikannya? Bukan apa yang terjadi pada diri kita yang menentukan respons kita. Kira harus menyadari bahwa jalan-jalanNya SELALU jauh lebih baik dibanding jalan-jalan kita!

Tahukah anda bhw takut terhadap hal-hal yg TIDAK AKAN PERNAH TERJADI adalah alasan utama mengapa impian, visi dan destiny terbesar kita tidak terjadi? Ini benar! Trainer penjualan Zig Ziglar berkata, “F.E.A.R. berarti False Evidence Appearing Real.”

Setan adalah pendusta dan bapa segala dusta – yang datang untuk membunuh, mencuri dan membinasakan. Sebaliknya Yesus datang supaya kita mempunyai hidup & mempunyainya dalam segala kelimpahan. Maka, siapa yang kita percayai? Hanya Yesus yang harus kita percayai, dan karena Ia selalu memberi upah bagi mereka yang tekun mencariNya. Saat kita mendekat padaNya, kasih Allah yang sempurna mengalahkan semua ketakutan!

Reformasi

Kata “reformasi” jika dipecah menjadi: Re – Formasi (Pembentukan Ulang)!

Jika ada hal yang harus dibentuk ulang, maka diperlukan TINDAKAN! – yaitu PERUBAHAN!

Tak heran Yer. 18:3-6 berkata: Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan. Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya. Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya: “Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!”

Waktu-waktu Kairos

Saya telah mempelajari beberapa hal perihal pewaktuan “kairos.” Kairos berarti: (bahasa Yunani: waktu yang tepat atau yang sudah selayaknya): Penggenapan waktu; waktu yang baik bagi hasil dari suatu tindakan atau memasuki suatu keadaan yang baru (Kamus Oxford English).

Terkadang kita memiliki suatu impian atau visi yang kita simpan di dalam hati kita selama bertahun-tahun sebelum hal itu mulai terjadi. Lalu dalam sekejap seakan-akan “waktu yang tepat dalam suatu masa” terjadi. Dalam sekejap (mungkin setelah bertahun-tahun masa penantian), suatu posisi ilahi mengambil alih dimana segala sesuatu dan setiap orang bersatu di posisi yang tepat, dan ketiba-tibaan Allah mulai mengalir! Waktu kairos, dengan sederhana diterjemahkan sebagai “pewaktuan Allah yang sempurna.”

Hal ini dapat disamakan dgn melihat langit yg berawan & kemudian suatu bagian kecil awan dan matahari bersinar bersama-sama; saat awan-awan lain terus bergerak, tiba-tiba mereka terbuka & menutup kembali. Saat segala sesuatu “terbuka” dan kita berada di tengah suatu waktu kairos, segala sesuatu tersusun rapi dan dapat dikerjakan dgn mudah, HANYA JIKA kita melakukannya di waktu kairos tsb! Kita masih dapat melakukannya ketika formasi waktu kairos tsb tertutup, namun hal tsb akan menjadi lebih sukar dan harus dilakukan dengan iman dan ketekunan fisik, ketimbang dilakukan di waktu yang diurapi tsb saat segala sesuatu berada tepat pada tempatnya.

“Kelumpuhan karena menganalisa” dapat menghentikan waktu kairos. Pada dasarnya, hal ini seperti membedah hewan pada kelas biologi. Seandainya anda tidak tahu, saat membedah, meski hewan itu tidak langsung mati, lama-kelamaan ia akan mati. Kelumpuhan karena menganalisa dapat terjadi karena bekerja di bawah pengaruh roh agamawi. Anda bisa saja sudah berdoa selama 20 tahun, dan saat jawaban doa anda tiba, dan anda harus membuat suatu keputusan “kilat,” anda menjadi takut & berkata, “Aku harus berdoa dulu” – & berakhir dgn hilangnya jawaban doa anda.

Seringkali di dalam kekristenan, kita menggunakan frase-frase yg terkesan rohani, namun mereka dapat menahan kita dari menerima apa yang telah Tuhan siapkan bagi kita. Salah satu frase tsb adalah, “Saya menantikan Tuhan.” Namun, faktanya, kita harus bertanya pada diri kita: kita yang menanti Tuhan atau Ia yang menanti kita? Mari GENAPI destiny kita! Kita harus yakin bahwa tidak ada roh agamawi atau roh “kelumpuhan karena menganalisa” yg mencuri waktu kairos kita.

Tuliskan Visi Anda

Jika anda ingin meraih tujuan dalam hidup anda, buatlah beberapa perubahan kecil dalam hidup anda HARI INI! Inilah waktu bagi kita untuk menetapkan tujuan-tujuan kita & meraih semuanya!

Hab. 2:2-3 berkata: Lalu TUHAN menjawab aku, demikian: “Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya. Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.”
 

Mari TULISKAN tujuan-tujuan besar kita! Namun pastikan bahwa kita membagi tujuan-tujuan besar menjadi tujuan-tujuan kecil yang DAPAT DICAPAI, agar kita tidak menjadi putus asa dan berkecil hati. Mari tempatkan diri kita di dalam suatu posisi untuk MENANG. Lalu LAKUKAN!

“Tuliskanlah segala perkataan yg telah Kufirmankan kepadamu itu dalam suatu kitab” – Yer. 30:2

Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.” – Yak. 2:18

Hubungan-hubungan

Jangan kacaukan tujuan anda dengan pendapat orang lain. Tetapkan tujuan anda dan cetak biru yang Tuhan berikan bagi anda di depan mata anda JANGAN beralih darinya meski anda berada di dalam tekanan – atau semuanya akan menjadi sia-sia.

PENGENDALIAN memiliki tiga dimensi yang berbeda:
MANIPULASI – yang mencoba memperdayakan anda dengan sesuatu hal.
INTIMIDASI – yang  mencoba menakuti anda akan sesuatu hal.
DOMINASI – yang  berusaha memaksa anda akan sesuatu hal.

Jika anda merasa diri anda tergelincir ke dalam kebiasaan lama untuk berusaha menyenangkan hati orang lain, JANGAN LAKUKAN. Kelilingi diri anda dgn hubungan-hubungan yg TEPAT.

Bahkan Alkitab memperingati kita: “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” – 1 Kor. 15:33

Jangan bergaul dengan orang-orang yang suka menyia-nyiakan uang dan waktu. Mereka akan mengalihkan waktu, perhatian, uang dan energi anda dari tujuan anda, dan menghabiskan hidup, energi dan tujuan anda. Kita harus menyadari bahwa, saat kita menghabiskan WAKTU dengan seseorang atau sesuatu, kita MENGHABISKAN HIDUP kita! Dan hal itu takkan pernah kembali! Mari HABISKAN waktu kita – HIDUP kita – dengan BIJAKSANA!

Masa Transisi yang Hebat

Intinya: Perubahan itu baik. Kini kita berada di suatu masa transisi yang hebat. Suatu transisi adalah serangkaian tindakan yang terjadi ketika suatu proses berubah dari satu keadaan ke keadaan yang lain sebagai respons terhadap suatu input. Namun, transisi juga merupakan tahap terakhir dari kehamilan seorang wanita sebelum melahirkan. Sering, transisi tidak hanya melibatkan suatu “permulaan baru,” namun juga MELEPASKAN MASA LALU, agar kita dapat memasuki suatu dunia masa depan, dan tak seorangpun yang dapat melakukannya bagi kita, kecuali diri kita sendiri. Seperti kisah kupu-kupu, jika seseorang menyentuh kepompongnya, ia akan mati. Sebab itulah perjuangan agar sayapnya cukup kuat untuk terbang.

Setiap kita harus memutuskan sendiri untuk berubah atau untuk tidak berubah. Saat kita melihat berbagai aspek dalam hiduo kita hari ini, mari tanyakan pada diri kita pertanyaan Dr. Phil: “Bagaimana perjalanan hidup anda?” Dan jika jawabannya tidak terlalu baik, barangkali kita harus membuat beberapa perubahan yang diperlukan untuk dapat bergerak maju.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Teaching in Holy Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s