Tiffany Ann Lewis: “Bitachon: Sukacita Karena TUHAN Itulah Kekuatanmu” (Aug 16, 2009)


…sukacita karena TUHAN itulah kekuatanmu. – Neh. 8:11

Sukacita adalah suatu buah Roh Kudus yang  berharga yang kita butuhkan untuk dapat bertahan. Hal ini ibarat sebuah buldoser yang dapat meratakan lembah-lembah yang sukar yang berusaha menahan kita dari menikmati hidup. Tidak seperti iman, sukacita adalah suatu perasaan. Namun demikian, ketika anda diserang dari berbagai sisi dan iblis terus menekan anda, bagaimana anda dapat menarik sukacita itu? Bitachon. Mari saya jelaskan.

Bitachon, (dilafalkan beet-ta-chon) ialah satu istilah Ibrani yang artinya, “Percaya kepada Tuhan.” Hal ini berasal dari akar kata batah (Strong’s #982), yaitu: untuk percaya, menaruh kepercayaan kepada, terjamin, dan arti yang paling penting bagi pesan ini adalah…untuk merasa aman. Hal ini menyatakan suatu keadaan sejahtera dan aman yang timbul dari memiliki seseorang atau sesuatu untuk menaruh kepercayaan anda. Septuaginta menerjemahkannya “untuk berharap” atau “untuk diyakinkan,” namun yang menarik, bukan seperti “percaya akan” atau “iman.”

Kita terus melihat ilustrasi bitachon terdapat dalam tulisan Paulus. Ia “dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.” (Rom. 4:21 KJV)

 

Ini kuncinya: Bitachon pada hakikatnya bukan berbicara tentang mempercayai Tuhan, namun lebih kepada mempercayai bahwa segala sesuatu yang Ia kehendaki, segala sesuatu yang terjadi, adalah untuk kebaikan karena Ia baik dan Ialah yang memegang kendali. Hal ini sama dengan Rm. 8:28: “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

Bitachon adalah suatu penegasan bahwa Tuhan itu sempurna, penuh dengan hikmat tanpa batas, dan kasihNya tak pernah gagal…dalam semua situasi, termasuk situasi yang tidak adil. Bahkan ketika kelaliman, kemiskinan dan kesakitan merajalela, bitachon ialah meyakini bahwa kasihNya tak pernah gagal. Karenanya dan hanya oleh karena itu, bitachon ialah meyakini bahwa semuanya akan baik-baik saja. Kita tidak tahu bagaimana rupa “baik-baik saja,” namun kita mengenal Allah dan mempercayaiNya…bitachon.

Kematian, Dukacita dan Penderitaan Telah Mengambil Tempat, Demikian Juga “Sukacita Keselamatan Kita”

Banyak orang memikirkan pertanyaan sulit seperti, Benarkah ini merupakan kehendak Tuhan ketika anak kecil meninggal, atau ketika hal-hal yang mengerikan terjadi pada orang yang tak bersalah? Dengan tegas saya katakan, TIDAK! Alkitab berkata bahwa bukan kehendak Tuhan agar setiap orang binasa (2 Pet. 3:9). Kematian, dukacita, dan penderitaan bukanlah bagian dari cetak biru penciptaan. Namun, seperti yang kita ketahui, saat Adam tidak menaati Tuhan, akibat dosa – kematian, dukacita, dan penderitaan – mengambil tempat. Walau begitu, satu hari Sukacita Penyelamatan kita juga akan mengambil tempat.

…Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini tlah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.(Luk. 2:10, 11)

Kehendak Allah akan ternyata melalui anakNya Yesus Kristus, sehingga semua orang yang percaya/ beriman di dalam pengorbanan dan kuasa kebangkitanNya akan mendapat hidup kekal.

Akan tiba harinya dimana setiap air mata akan terhapuskan. Saya mendengar ada yang berkata, “Namun, bagaimana dengan hari ini?” Yang terkasih, kita tidaklah diabaikan atau dibiarkan menderita di kondisi yang kita alami saat ini. Yesus berjanji bahwa Ia akan selalu menyertai kita (Mat. 28:20), dan Ia telah diurapi khususnya untuk menghibur semua orang yang berkabung, mengaruniakan perhiasan kepala ganti abu dan minyak untuk pesta ganti kain kabung (Yes. 61).

Jika anda kini mengalami rasa kehilangan yang menyakitkan…apapun jenisnya…kehilangan orang terkasih, kehilangan persahabatan, kehilangan pernikahan, kehilangan anggota tubuh, kehilangan pekerjaan, Alkitab berkata bahwa tanganNya mengurapi anda dengan sukacita. Anda mungkin tidak langsung merasakannya, namun tidak apa-apa, sebab anda tahu FirmanNya benar adanya, bahwa ia tidak akan kembali dengan sia-sia tapi ia akan melaksanakan apa yg diutuskan kepadanya. Tangisi kehilangan anda; ini perlu terjadi; tapi tetaplah pegang Pengharapan. Meski sepanjang malam terdengar tangisan, sukacita…entah bagaimana, pasti akan terjadi di pagi hari.

                                               Bitachon (Percaya kepada Tuhan)                                           

Percayalah kepada Tuhan Mahakuasa, Mahamengetahui, Mahadahsyat, yang mengasihi anda dengan kasihNya yang tak pernah gagal, tanpa syarat dan kekal selama-lamanya.

Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. – Rm. 8:38-39

Sukacita adalah suatu emosi yang dilepaskan oleh iman kita. Saat kita menatap Salib dan sadar bahwa itu merupakan kehendak Yesus sendiri untuk melewati itu semua, bagi kita, maka harapan akan timbul dari dalam hati kita. Pengharapan ini tidak akan mengecewakan kita sebab kita diyakinkan bahwa kita dikasihi, diampuni, dan diterima olehNya, dan bahwa nama kita tertulis dalam Buku Kehidupan. Mulialah Tuhan!

Kepercayaan ini akan melepaskan sukacita yang dapat memperkuat kita untuk bangkit dari tempat tidur saat kita menolak untuk menyerah. Hal ini akan memberi kita kuasa untuk tetap berdiri di atas Firman Allah, bahkan ketika keadaan yang kita alami belum berubah. Inilah sauh bagi pengharapan kita di masa kini, dan akan menguatkan kita untuk melewati ini semua.

Saat saya menulis ini, saya mendengar lagu yang familier ini:

Jesus loves me! This I know,
For the Bible tells me so.
Little ones to Him belong;
They are weak but He is strong.

Yes, Jesus loves me!
Yes, Jesus loves me!
Yes, Jesus loves me!
The Bible tells me so.

Hal-hal ajaib terjadi ketika anda yakin bahwa Tuhan semesta alam sungguh mengasihi diri anda, bahkan termasuk semua kesalahan dan kegagalan anda. Anda tahu, kasih dapat menanggung segala hal, kasih dapat mempercayai segala hal, kasih dapat berharap dalam segala hal, dan kasih dapat menanggung segala hal. Inilah sukacita yang menjadi kekuatan kita.

Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan. – 2 Tim. 1:12

Saat ini, kiranya Allah sumber pengharapan memenuhi anda dengan semua sukacita dan damai sejahteraNya saat anda bitachon – percaya kepadaNya – sehingga anda dapat melimpah dengan kuasa Roh Kudus. Amin.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Teaching in Holy Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s