Catherine Brown: “Mempercepat dan Membangun – Tingkat Peperangan Rohani” (Jul 17, 2009)


“Oleh Paulus Allah mengadakan mujizat-mujizat yang luar biasa, bahkan orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah roh-roh jahat.” – Kis. 19:11-12

Peperangan Rohani Tingkat Dasar

– Tingkat peperangan yang berhadapan dengan mengusir roh-roh jahat/ menyembuhkan orang sakit.

– Mujizat/ Pelepasan yang Luar Biasa.

Pelayanan pelepasan adalah suatu bagian yang utuh dalam pelayanan apostolik. Tanda-tanda ajaib, mujizat, kesembuhan dan keselamatan pun adalah bagian dari peperangan tingkat dasar. Saya rasa kita harus sama bergembiranya saat seseorang dibebaskan dari roh jahat dan saat orang sakit disembuhkan. Saya teringat ketika saya melayani di pertemuan Teen Challenge dan api Tuhan turun dengan dahsyatnya yang bahkan sebelum saya menumpangkan tangan atas mereka yang kecanduan obat-obatan dan minuman keras, Roh Kudus telah membuat mereka rebah ke lantai dan Ia mengusir roh jahat karena anugerahNya! Itu adalah saat yang luar biasa bagi mereka.

Pelayanan kesembuhan juga memberi kita alasan untuk menyembah Tuhan karena kebaikanNya kepada kita di dalam Kristus. Saya dapati bahwa di pertemuan dimana kuasa Tuhan hadir untuk menyembuhkan yang sakit, sering ketika seseorang dijamah oleh Allah dan membagi kesaksian mereka, tiba-tiba lebih banyak lagi kesembuhan dan mujizat yang akan terjadi karena iman telah terbangun di antara mereka melalui lepasnya perkataan iman.

Di Lukas 10 kita membaca bagaimana Yesus mengutus ketujuh puluh murid dan mereka kembali untuk melaporkan, “Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.” (Luk. 10:17).

 

“Lalu kata Yesus kepada mereka: “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.'” – ay. 18-20

Di ayat ini Yesus menekankan pada murid-muridNya pentingnya bersukacita di dalam hubungan bersama Tuhan. Suatu gaya hidup keintiman bersama Yesus adalah hal yang penting jika kita terlibat di dalam peperangan rohani bahkan di tingkat yang paling dasar. Lebih lanjut Kis. 19 mengisahkan perihal anak-anak Skewa yang mencoba mengusir roh jahat seperti yang dilakukan oleh Paulus dan rekan-rekannya.

Meski demikian, suatu hari roh jahat berkata kepada mereka, “Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, ttetapi kamu, siapakah kamu?” Dan orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa mereka dan menggagahi mereka semua dan mengalahkannya, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka. ” (Ay. 15-16).

Sementara mereka yang malang ini mengalami suatu pukulan telak, bagi mereka yang memiliki suatu hubungan covenant bersama Tuhan, penting untuk memahami bahwa dunia roh mengakui otoritas Yesus Kristus dan hamba-hambaNya yang diurapi dan menyerah kepada otoritas Kristus.

Peperangan Rohani Tingkat Okultisme

– Tingkat peperangan yang berhadapan dengan ilmu gaib, sihir, mantera, dan peramalan.

– Wakil setan terlibat dalam dunia ini, terlebih penyihir, tukang ramal, tukang sulap dan pengikut setan. Contoh terdapat dalam Kis. 8, 13, 16 dan 19.

Ketika kisah otoritas Yesus sampai kepada orang Yahudi dan Yunani di Efesus, takut akan Allah turun atas mereka dan “nama Tuhan Yesus menjadi termasyhur.” Takut akan Tuhan adalah permulaan hikmat. Sebagai hasil dari 2 tahun berkhotbah, persiapan suatu kelompok apostolik dan manifestasi kuasa dan kasih Tuhan melalui pelepasan/ kesembuhan, terjadi suatu perubahan hebat di stratosfir roh. Pelaku okultisme kini digoncang dari gaya hidup mereka yang lama dan mulai maju untuk menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya.

“Banyak di antara mereka yang telah menjadi percaya, datang dan mengaku di muka umum, bahwa mereka pernah turut melakukan perbuatan-perbuatan seperti itu. Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak. Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa.” – Kis. 19:18-20

Saya ingat saat melayani seorang pria yang terlibat dalam voodoo dan ilmu sihir. Ketika saya menemuinya, ia sedang sekarat karena kanker dan jauh dari kondisi untuk menjadi orang percaya. Dengan seorang teman, kami memberitakan Injil padanya dan kemuliaan Tuhan memenuhi kamar mungilnya dan ia pun membuka hatinya bagi Kristus, bertobat atas segala dosa-dosanya dan menerima Tuhan sebagai Juru Selamatnya. Pria ini meminta kami untuk mengeluarkan pakaian sihir tertentu dari rumahnya dan menghancurkannya. Dengan senang hati kami memenuhi permintaannya dan membuangnya di pelabuhan lautan yang dalam.

Meski pria ini tidak sembuh dai kankernya, ia menghabiskan sisa hidupnya dengan bercerita kepada semua orang tentang Cinta Pertamanya, Yesus. Ia membawa putrinya kepada Kristus dan bersaksi kepada suster, dokter, konsultan, dan para pasien sebelum Yesus memanggilnya. Ia melakukan banyak hal di sisa hidupnya dibanding kehidupan banyak orang percaya. Bagi saya, ialah pahlawan iman yang tak terkatakan. Alam roh berubah saat pelaku sihir ini datang kepada Yesus dan menghasilkan keselamatan yanag diikuti oleh orang lainnya. Haleluya!

Pelaku okultisme menarik banyak orang di dalam ketakutan dan takhyul. Saat mereka menjadi orang percaya, iblis melepaskan orang yang digenggamnya dan anugerah Allah nyata melalui keselamatan dan perubahan hidup agar Kerajaan Allah tegak dan maju. Kita perlu mengasihi dan melakukan otoritas Kristus bagi mereka yang terjebak dalam ilmu hitam dan semua perbuatan kegelapan sebab Yesus mati untuk melepaskan mereka seperti Ia telah mati bagi kebebasan kita.

Peperangan Strategis Tingkat Tinggi – Kerusuhan atau Kebangkitan!?

– Tingkat peperangan yang berhadapan dengan roh-roh teritori tingkat tinggi. Suatu contoh terdapat dalam Kis. 19, dimana pelayanan Paulus terganggu oleh penyembahan terhadap dewi Diana di Efesus.

Ketika suatu masyarakat terbelenggu oleh penguasa kegelapan, setiap aspek dalam masyarakat dimasuki oleh tentakel roh jahat termasuk ekonomi kota. Tak terkecuali masyarakat Efesus. Sebelum Paulus memasuki kota, ekonomi dikendalikan dan dipengaruhi oleh okultisme. Pelaku okultisme yang belum menjadi orang percaya kini menderita kerugian finansial yang besar dan kurang lebih di masa sekarang suatu kekacauan yang besar muncul.

“Sebab ada seorang bernama Demetrius, seorang tukang perak, yang membuat kuil-kuilan dewi Artemis dari perak. Usahanya itu mendatangkan penghasilan yang tidak sedikit bagi tukang-tukangnya. Ia mengumpulkan mereka bersama-sama dengan pekerja-pekerja lain dalam perusahaan itu dan berkata: “Saudara-saudara, kamu tahu, bahwa kemakmuran kita adalah hasil perusahaan ini! Sekarang kamu sendiri melihat dan mendengar, bagaimana Paulus, bukan saja di Efesus, tetapi juga hampir di seluruh Asia telah membujuk dan menyesatkan banyak orang dengan mengatakan, bahwa apa yang dibuat oleh tangan manusia bukanlah dewa. Dengan jalan demikian bukan saja perusahaan kita berada dalam bahaya untuk dihina orang, tetapi juga kuil Artemis, dewi besar itu, berada dalam bahaya akan kehilangan artinya. Dan Artemis sendiri, Artemis yang disembah oleh seluruh Asia dan seluruh dunia yang beradab, akan kehilangan kebesarannya.'” – Kis. 19:24-27

Saat huru-hara terjadi, orang banyak pun murka dan mulai berteriak, “Besarlah Artemis dewi orang Efesus” dan dalam sekejap seisi kota pun gempar. Teman seperjalanan Paulus (Gayus dan Aristarkhus) diseret dan dibawa ke gedung kesenian. Paulus ingin pergi ke hadapan orang banyak namun dilarang para murid. Lalu seorang Yahudi bernama Aleksander mencoba menjelaskan kepada massa namun ketika mereka tahu bahwa ia adalah seorang Yahudi, mereka berteriak-teriak selama kurang lebih dua jam, “Besarlah Artemis dewi orang Efesus” (ay. 34).

Okultisme melahirkan pemberontakan, kekacauan dan kkeributan di tempat dimana tahta iblis bekerja untuk membawa keputusasaan dan kehancuran atas suatu masyarakat atau daerah. Inilah waktu bagi Gereja untuk bangkit dalam anugerah, untuk memuji nama kudusNya dan untuk berdoa dengan kerendahan hati dan ketekunan agar Kerajaan Kristus ditegakkan di seluruh bangsa di dunia.

KerajaanNya melepaskan kebenaran, damai sejahtera, sukacita dan tatanan yang rohani dalan hidup dan komunitas kita. Otoritas dan hikmat apostolik mampu menembus teritori musuh dengan Firman Juru Selamat kita!

Panitera kota menenangkan orang banyak dan berkata, “Hai orang Efesus,! Siapakah di dunia ini yang tidak tahu, bahwa kota Efesuslah yang memelihara baik kuil dewi Artemis, yang mahabesar, maupun patungnya yang turun dari langit?” Di hari yang terik dan di tengah-tengah masyarakat, pejabat kota menegaskan bahwa kota ini adalah pemelihara dewi yang disamakan dengan ratu langit. Perkataan pejabat ini mengkonfirmasi bahwa kota telah ditawan oleh penguasa kejahatan.

Kini kita hidup di hari-hari dimana peperangan rohani semakin meningkat dan kita harus belajar untuk naik ke tempat dimana Kristus berada. Ketika Allah membawa saya memasuki peperangan rohani bertemu dengan pemerintah, penguasa, dan penghulu dunia ini, dengan jujur saya katakan bahwa saya tidak meminta ini semua. Setiap pertemuan dengan pemerintah atau penguasa jahat telah menjadi suatu tujuan Kerajaan yang spesifik. Saya selalu diberi suatu deklarasi berotoritas untuk diperkatakan, dan biasanya saya ditemani oleh bala tentara malaikat dan karena Allah kita yang berkuasa yang memulai pertemuan ini, saya mendapat perlindungan ilahi dan dimampukan untuk tetap bertahan di dalam lingkup otoritas yang Allah berikan. Peperangan di tingkat ini sebaiknya tidak dimasuki tanpa adanya arahan, instruksi dan ilham spesifik dari Allah. Sangatlah berbahaya untuk terlibat dengan penguasa kejahatan tingkat tinggi jika Allah sendiri tidak menunjuk, memberi otoritas dan mengurapi seseorang untuk melakukannya.

Jatuhnya Sang Dewi!

Diyakini bahwa kemudian rasul Yohanes menuju Efesus dan memasuki kuil Diana. Ia berdoa dan patung dewi ini jatuh terbelah dua; serangan terakhir ini telah mengalahkan penguasa kejahatan dan genggamannya atas kota Efesus.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s