Catherine Brown: “Kini Kita Memasuki Waktu Percepatan Dalam Skala Global” (Jun 16, 2009)


“Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.” – Ef. 2:19-20

 Saya mendengar Roh Allah berkata bahwa kita kini memasuki suatu masa percepatan dalam skala global. Ia juga berbicara perihal pengurapan pembangunan yang dilepaskan dari Surga, khususnya bagi rasul, pemimpin apostolik dan nabi (walau tak terbatas hanya bagi kelompok ini).

Seorang pemimpin apostolik adalah seseorang yang memiliki dimensi apostolik khusus yang bekerja dalam pelayanan mereka, dibuktikan dengan fungsi apostolik dalam menanam, merintis, menetapkan dasar, membangun, memelihara dan menjadi ibu/ bapa rohani. Dimensi apostolik juga menyatakan otoritas tanda-tanda ajaib dan mujizat yang mengalir dalam pelayanan seseorang (2 Kor. 12:12). Lebih jauh lagi, dimensi ini juga menunjukkan buah-buah hidup dari mereka yang menerima hamba ini sebagai seorang pemimpin apostolik. Sebagai contoh, orang-orang percaya di Korintus dianggap Paulus sebagai “meterai” dari pelayanan apostoliknya (1 Kor. 9:2).

Urapan Pembangunan Apostolik

Pembangunan apostolik harus dilakukan berdasar pewahyuan yang diterima melalui hikmat dan “cetak biru” surgawi. Nehemia adalah jenis pionir pembangun apostolik, yang ditugaskan Allah untuk membangun kembali tembok Yerusalem. Setelah berdoa, berpuasa, dan berunding dengan baninya, Nehemia melakukan perjalanan mengintai ke Yerusalem dan mengerti melalui pengamatan fisik dan pewahyuan rohani bagaimana menjalankan visi ini. Karena ditunjuk, Nehemia diperlengkapi untuk membangkitkan sekelompok rekan yang akan bekerja bersamanya untuk merealisasikan visi ini. Pembangun apostolik menerima anugerah untuk mengumpulkan semua orang di sekitar visi surgawi dan memberi kuasa bagi rekan pelayanannya.

Nehemia dituntun untuk menuntaskannya meski banyak cemoohan dan kritikan musuh. Ia bisa melakukan hal ini karena ia telah diberi kuasa, diurapi dan disahkan oleh Allah bagi tugas ini. Ia diperlengkapi untuk mengatasi banyaknya rintangan dan mampu membangun strategi sukses untuk mengalahkan siasat musuh di titik penting dalam tugas ini. Urapan pembangunan adalah urapan bekerja dengan teguh demi mencapai tujuan dan sasaran yang Tuhan tetapkan.

Rasul Paulus mengajar gereja di Filipi untuk hidup “mengikuti teladan” yang telah mereka lihat melalui dirinya dan rekannya (Fil. 3:17). Pembuat teladan adalah pemimpin visioner yang mencontohkan dan menunjukkan suatu gaya hidup kekudusan bersama Kristus, sehingga orang lain dimampukan dan diperlengkapi untuk mengikutinya. Pembuat teladan adalah mentor dan ibu/ bapa rohani bagi orang lain. Mereka kerap menjadi pionir yang memasuki wilayah baru dan melakukan hal-hal yang mungkin belum pernah dilakukan sebelumnya.

Percepatan

Percepatan hanya dapat terjadi di bawah dorongan ilahi Roh Kudus. Ketika Ia menggerakkan kita terhadap tugas tertentu Allah, Ia melepaskan anugerah, otoritas, kuasa dan hikmat yang kita butuhkan untuk menyatukan dan menjalankan visi dan mengikutinya hingga akhir. Roh Kudus tidak hanya berada di dalam kita, namun juga berdiam atas kita untuk menjadi katalis berkuasa dalam membangun menurut kehendak Allah. Mobilisasi menyebabkan percepatan, dan percepatan menciptakan momentum yang meningkat untuk menjalankan visi di depan.

Pencurahan anugerah yang global ini diserukan bagi Gereja di seluruh dunia untuk membangun, meningkat dan melipatgandakan Kerajaan Allah di bumi. Tingkat pencurahan ini akan ditentang setan dan penting bagi Gereja untuk bersiap demi peperangan rohani yang akan datang yang akan menyertai terobosan yang berkuasa ini.

Peperangan rohani dibagi menjadi 3 tingkat: Teritori, Okultisme dan Strategis.

Kasih Kristus

Sebelum mencari contoh Alkitabiah dari tiga tingkat peperangan rohani yang ada di suatu kota, mari memahami bahwa kasih Allah adalah salah satu senjata terampuh dalam peperangan kita, bersama Darah Yesus dan kemenangan dari kuasa SalibNya. Kita dijadikan oleh kasihNya untuk memampukan orang lain bertumbuh di dalam iman dan kedewasaan, yang disiapkan bagi pekerjaan pelayanan dan untuk mencapai kepenuhan Kristus (Ef. 4:11-12).

Doa Terobosan yang Strategis

Oleh kuasa doa sehingga peperangan rohani dapat dimenangkan, maka doa dan iman harus saling bekerjasama. Doa terobosan yang strategis jelas merupakan bagian penting bagi pembebasan individu, komunitas, dan bangsa. Doa strategis bersifat taktis, terencana dan tenang, yang menghasilkan berkat dan terobosan, misalnya peningkatan dalam sekejap dan momentum maju.

Oleh doa maka jiwa-jiwa diselamatkan, yang terikat dilepaskan dan yang sakit disembuhkan; oleh doa maka musuh dienyahkan dan diturunkan dan Kristus yang sepenuhnya berkuasa sebagai Raja segala Raja dan Tuhan atas segalanya. Gereja, kita harus belajar untuk berlutut dan membawa hati kita dengan sungguh-sungguh, doa yang berkuasa dan berpuasa di hadapan Allah Mahakuasa jika kita ingin berjalan dalam suatu tingkat urapan kemuliaan yang Tuhan inginkan bagi kita!

Teladan Dalam Kis. 19

Saat di Efesus, Paulus menemukan para murid yang dibaptis “Baptisan Yohanes.” Ia menjelaskan bahwa ini adalah baptis pertobatan dan bahwa Yohanes ditunjuk oleh Yesus. “Ketika mereka mendengar hal ini mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus” (Kis. 19:5).

Pembaptisan

Paulus menumpangkan tangannya atas mereka dan Roh Kudus turun atas mereka dan mereka berbahasa roh dan bernubuat. Alkitab mencatat bahwa 12 orang menerima baptisan ini. Pelayanan apostolik selalu menyebabkan peningkatan. Peperangan rohani tidak dapat dimasuki tanpa urapan Roh Kudus, dan Roh dicurahkan pada peristiwa ini sebelum peperangan muncul.

Pengajaran Apostolik

Paul memberitakan Firman Tuhan di rumah ibadat selama tiga bulan, menyatakan pesan Kerajaan Allah bagi jemaat di Efesus. Ia menghadapi tentangan namun terus berkhotbah dengan berani. Pengajaran apostolik menantang dan mengubah atmosfir rohani menjadi seperti yang dibawa oleh urapan Roh Kudus dibawah hamba Tuhan yang tunduk padaNya. Memberitakan pesan Kerajaan adalah bagian penting dalam tiga tingkat peperangan rohani, dan merupakan pesan apostolik yang diberikan bagi seluruh Gereja di dunia.

Pengajaran apostolik mengganti atmosfir rohani sehingga mereka yang tidak percaya mampu “mendengar” Firman Tuhan dan meresponinya. Tidak ada peperangan yang lebih tinggi selain memenangkan jiwa dan membawa mereka bagi kemuliaan Kristus, dan setiap keselamatan adalah hadiah akhir dari anugerah dalam dunia peperangan rohani.

Kita tak boleh meremehkan kuasa api Tuhan dalam pengajaran yang diurapi! Pengajaran ini membakar kegelapan rohani di sekitarnya, menembus hati dan pikiran yang membawa orang agar menerima dan mengerti pewahyuan dari misteri dan keindahan Firman Tuhan.

Mengajarkan Firman Tuhan/ Memuridkan Tim-tim Rohani

Dengan pengajaran apostolik, Kerajaan Allah tidak hanya ditegakkan dengan anugerah, tapi juga meningkatkan kuasa pewahyuan, hikmat dan kebenaran Roh Kudus. Paulus mengajar 12 murid baru selama dua tahun di ruang kuliah Tiranus, dan tertulis bahwa baik orang Yahudi dan Yunani di seluruh provinsi Asia mendengar Firman Tuhan (Kis. 19:10).

Selama 24 bulan, Rasul Paulus tanpa lelah mengajar Firman Tuhan bagi tim apostoliknya untuk bersiap melayani dan berdampak bagi komunitas sekitar. Ia melatih murid-murid muda dan meletakkan dasar yang kuat dimana kemuliaan nyata melalui kuasa, tanda ajaib dan mujizat. Selama periode memperlengkapi 24 bulan ini, Paulus menyiapkan suatu tim yang dapat bekerja sama dengannya pada musim pengumpulan demi tuaian yang akan segera terjadi.

Pengajaran Firman Tuhan yang diinspirasi dan diurapi akan membawa transformasi rohani pada setiap individu yang memberi diri mereka didewasakan sebagai murid Tuhan Yesus Kristus.

Beberapa tahun lalu saya mendapat kesempatan memimpin tim inti berusia 18-25 tahun demi persiapan tur doa dan pertobatan di Skotlandia. Selama setahun kami bertemu tiap minggu untuk berdoa dan menyembah bersama. Seperti juga membangun visi para pemimpin saya, saya juga menghabiskan banyak waktu untuk mengajar nilai-nilai saya bagi mereka. Saya melihat potensi kepemimpinan di setiap mereka dan berusaha tidak hanya melatih mereka demi tugas ini, namun juga membentuk mereka sebagai pemimpin. Setelah setahun mereka diutus sebagai pemimpin-pemimpin tim di seluruh daerah di Skotlandia melalui pelayanan mereka dan Tuhan dengan murah hati bergerak di setiap mereka kemana pun mereka pergi.

Mempersiapkan tim anda adalah bagian penting yang mempengaruhi kota atau komunitas anda. Kiranya Tuhan memberkati anda mencurahkan pengurapan membangun-Kerajaan atas anda!

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

One Response to Catherine Brown: “Kini Kita Memasuki Waktu Percepatan Dalam Skala Global” (Jun 16, 2009)

  1. Ageng says:

    Dasyat kmulian bagi Tuhan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s