P. K. Davis: “Penghiburan Kita di Masa-masa Kesukaran” (Jun 8, 09)


Dalam sejarah, masa-masa kegelapan roh di dunia menandai suatu masa kesempatan yang luar biasa untuk membangun suatu hubungan intim dengan Tuhan, sebagai “sahabatNya.” Mereka yang mengambil kesempatan ini akan dikenal sebagai “murid-muridNya” dan akan turut ambil bagian dalam sifat keilahianNya. Melalui sifat KekudusanNyalah maka kuasa ilahiNya diberikan kepada kita yang menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan “dalam hidup dan kesalehan.”

Alkitab mengatakan bahwa kita telah menerima janjiNya yang indah dan berharga dimana kita turut ambil bagian dalam kuasa ilahiNya yang terluput dari hawa nafsu dunia ini:

“Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.” – 2 Pet. 1:3-4

Seorang sahabat dikenal sebagai seorang kawan atau saudara terdekat; yaitu orang yang memiliki hubungan mutual satu dengan yang lain. Menurut Kel. 33:11, Allah berbicara muka dengan muka dengan Musa seperti seorang sahabat yang berbicara dengan sahabatnya! Sahabat Allah juga dapat dipercaya. Kita harus tiba di suatu tempat kepelayanan pewahyuan dan kemuliaanNya yang dapat dipercaya. Rasul Paulus mengingatkan kita dalam I Kor. 4:1-2 untuk tidak hanya menjadi pembawa kuasa dan rahasia Allah, namun juga menjadi hamba yang dapat dipercayai.

Sahabat Mempelai Pria menolong merencanakan dan mengatur pernikahan yang akan terjadi. Allah harus bisa yakin kepada sahabat-sahabatNya untuk mencurahkan mereka dengan kuasaNya dan inilah pesan ilahi yang akan disampaikan bagi umatNya demi tujuan ini. Mereka yang telah dewasa dan saleh akan menmerasa bahwa inilah musim lawatan dan persahabatan dengan Allah. Bahkan di saat badai bergelora di sekitar kita, kita dapat berkata, “semuanya baik-baik saja begitu juga jiwaku… selama Yesus sahabatku.” Tak peduli akan kelaparan, wabah, dan badai, selama mereka memiliki Yesus sebagai sahabat mereka.

Pemulihan dan Penyembuhan

Sahabat-sahabat Kristus akan memulai suatu musim rohani dan pemulihan di dunia nyata.

“Kembalilah ke kota bentengmu, hai orang tahanan yang penuh harapan! Pada hari ini juga Aku memberitahukan: Aku akan memberi ganti kepadamu dua kali lipat! Sebab Aku melentur Yehuda bagi-Ku, busur Kuisi dengan Efraim, dan Aku mengayunkan anak-anakmu, hai Sion, terhadap anak-anakmu, hai Yunani, dan Aku akan memakai engkau seperti pedang seorang pahlawan.” – Zak. 9:12-13

Musuh kita, yang ingin mencuri, membunuh dan membinasakan, telah berhasil menjarah milik pusaka umat Tuhan selama berabad-abad. Namun begitu, keadilan ilahi akan menuntut ganti rugi. Termasuk di dalamnya milik pusaka rohani kita, dan juga sumber-sumber natural yang menjadi hak umat Tuhan. Inilah sumber resolusi utama Gereja di masa krisis ekonomi.

Hubungan masa lalu yang dihancurkan iblis juga akan didamaikan. Hubungan yang rusak oleh rumor dan gosip akan secara ajaib dipulihkan oleh Tuhan jika memintanya melalui doa dan permohonan. Inilah hal yang penting bagi Tuhan yang harus kita perjuangkan.

Tuhanlah yang memulihkan pelanggaran dan yang memperbaiki tembok yang rubuh. Ialah yang membetulkan jalan dan rumah dan yang membuka sumur-sumur tua. Menurut Yes. 58:12:

“Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan “yang memperbaiki tembok yang tembus,” “yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni.”

Hasrat utama Allah bagi umatNya adalah untuk memulihkan dan memperbarui perjanjian antara Surga dan bumi dan memberi roh keberanian dan keteguhan hati bagi mereka; lalu kita akan merubuhkan benteng musuh dan menjarah tendanya dan mengarahkan kembali mereka yang telah terhilang ke tempat yang tepat dalam Tubuh Kristus. Kita akan mulai mencari saudara-saudara kita yang hidup dalam ketakutan, pengasingan dan membawa mereka berjalan bersama Kristus.

Mengalahkan Ketakutan

Banyak orang kini mengalami berbagai tingkat ketakutan. Takut akan kegagalan memenjarakan banyak umat Tuhan dengan mencegah mereka menggunakan karunia rohani mereka dan berjalan di dalam ketaatan terhadap Roh Kudus. Yang lain melawan rasa takut akan pernikahan mereka dan/ atau keadaan fisik, emosi, dan rohani anak-anak mereka. Yang lain terus berjuang melawan rasa tidak aman akan keuangan dan masa depan mereka. Semua ini adalah hal-hal yang dapat dan harus kita serahkan kepada Allah dalam perlindungan dan pemeliharaanNya. 1 Pet. 5:6-7 berkata:

“Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”

Jelas, raksasa yang tampil di hari-hari terakhir ini adalah roh ketakutan untuk menjauhkan umat Tuhan dalam meraih janji-janji mereka. Meski begitu, impartasi anugerah dan perkenanan akan membawa kita muncul sebagai pemenang-pemenang hebat yang pernah dilihat Gereja. 2 Tim. 1:7 berjanji:

“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”

Ketakutan dianggap sebagai suatu emosi yang dicirikan dengan rasa gusar, gelisah, dan tegang, kerap disebabkan oleh dugaan akan bahaya atau hal yang menyedihkan; baik nyata atau yang sekedar dibayangkan, yang menghasilkan perasaan kecemasan dan ketakutan yang berlebihan.

“Roh ketakutan” adalah bentuk hukuman dan perbudakan rohani. Ini adalah tugas kejam yang berusaha mencuri benih destiny dan tujuan yang dibangkitkan di dalam hati umat Tuhan. Tuhan telah mengenal kita sebelum dasar dunia dijadikan. Mereka yang menjadi milikNya telah ada di dalamNya sebelum mereka diciptakan. Ia mengetahui semua yang bersungguh-sungguh mencariNya dan bagi merekalah Ia menanamkan benih ilahi desain dan destiny Kerajaan. Benih ini kini dibangunkan dan diaktivasi di dalam mereka dan kesusahan kitalah yang menghalangi kita memperoleh hasilnya. Kini kita berada di ambang “Kebangkitan Agung” lainnya.

Menghilangkan Buah Ketakutan

Pewahyuan yang ada di bawah ini menunjukkan bahwa saat kita memberi tempat bagi roh ketakutan maka roh ini akan menjauhkan panggilan dan destiny kita. Sadar akan plot ini adalah keharusan agar kita dapat merangkul perbendaharaan Allah untuk mengalahkan buah-buah ini.

Buah ketakutan pertama adalah kegilaan dan ketidakstabilan mental. Hasrat musuh adalah membuat ketakutan di hati manusia yang sebenarnya menciptakan kerusakan dalam pikiran kita yang membuka pintu bagi berbagai bentuk khayalan, depresi, dan kecemasan.

Kegilaan lahir dari akar ketakutan. Karena lemahnya kepercayaan diri memberi kita pilihan akan hal-hal yang biasanya kita hindari atau tidak kita perhitungkan, yaitu minum-minuman alkohol. Inilah salah satu ekspresi “kegilaan rohani.” Termasuk juga hubungan yang tidak sehat, ketiadaan tanggungjawab akan keuangan atau pengejaran hiburan yang berlebihan atau menghabiskan waktu dengan sia-sia yang kita butuhkan untuk meraih KerajaanNya.

Roh kedua adalah ketakutan akan penyakit dan kelemahan. Inilah rencana musuh kita untuk menciptakan perasaan tidak aman dan kecemasan termasuk akan laporan kesehatan dan penyakit agar kita tidak meraih destiny ilahi dan rancangan kerajaan dengan ketetapan hati dan iman. Terjangkitnya penyakit flu burung, flu babi dan epidemi lainnya juga termasuk. Gereja akan lebih bergairah mengetahui bahwa oleh bilur-bilurNya kita sudah disembuhkan dan Ia yang ada di dalam kita jauh lebih besar dibanding roh yang ada di dunia ini.

Musuh terakhir yang tersingkap yang melahirkan roh ketakutan adalah ketakutan akan gagal keuangan. Jelas bangsa-bangsa kini mengalami kesulitan ekonomi. Analis dan ahli ekonomi secara terbuka mengakui bahwa kejatuhan ini dipicu oleh ketakutan public dan kesalahpahaman.

Ketidakstabilan ini juga dipicu adanya laporan penyalahgunaan dan kejahatan perusahaan dan pemimpinnya serta buruknya keputusan politik yang diambil. Kita percaya bahwa Tuhan masih tetap menggunakan bangsa-bangsa untuk melahirkan tujuan ilahi dan terus mendukung Israel. Sesungguhnya pertobatan dan berbalik kepada kebenaran harus disadari oleh Gereja akan dilahirkan di masa-masa penyegaran dari HadiratNya (Kis. 3:19).

Rencana-rencana Musuh

Ketakutan yang belum dapat dihilangkan akan memberi tempat bagi satu ketiga musuh di atas untuk menyertai seseorang. Roh-roh ini berusaha mencemari orang-orang kudus dan menghalangi Gereja yang berusaha memasuki tempat pengurapan dan kelimpahannya.

Langkah pertama dalam mengatasi rencana musuh adalah dengan membawa mereka keluar dari kegelapan menuju kepada terang. Musuh benci saat rencananya disingkapkan (yang secara jelas dinyatakan dalam 2 Raja 6:11-12). Dengan meraih pengertian yang jelas akan rancangannya, kita akan lebih memperkuat diri kita melalui Firman Tuhan dan menyesuaikannya melalui doa dan pernyataan iman kita.

Saat Israel mendengar perihal Goliat, mereka menjadi resah dan lari ketakutan waktu melihatnya. Analogi ini menunjukkan tujuan dan rencana musuh kita. Hanya oleh anugerah Tuhanlah maka kita dapat memahami hal-hal ini agar kita bisa berdiri tegak didalam iman dan doa untuk menang.

“Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. 8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.” – Roma 8:15-17

Pemenang Golongan Daud

Akan ada sekumpulan orang yang bangkit dari belantara yang mengalahkan “singa” dan “beruang” dengan yakin di dalam pengurapan Tuhan dan bersedia untuk mengalahkan musuh-musuhNya. “Daud-Daud” masa depan akan menjadi baik penyembah dan pahlawan yang telah mendapati suara Tuhan di padang belantara.

Roh ketakutan berperan sebagai pemimpin pasukan setan. Seperti Daud, kita merasa tak mampu menang atas musuh ini. Namun, kita tidak datang atas nama atau kekuatan kita sendiri, namun di dalam nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel, yang dilawannya (1 Sam. 17:45).

Batu Otoritas Apostolik yang Licin

Saat kita berfungsi di dalam pemerintahan Allah melalui otoritas apostolic yang sejati, maka kita akan mengalahkan musuh dan menghancurkan kubu-kubunya. Daud mampu berdiri dengan berani di hadapan “Goliat” karena ia tahu janji miliknya dan Siapa pemilik hidupnya.

Begitu pula Daud mengetahui benih kecurangan dan kefasikan yang dimiliki Goliat. Perbedaan yang jelas antara keduanya akan menjadi nyata di musim mendatang ini. Tak ada lagi garis pemisah yang kabur antara mereka yang menjadi milik Yesus dan yang menjadi milik dunia.

“Supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita. Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan MENDAHULUI TUHAN UNTUK MEMPERSIAPKAN JALAN BAGINYA.” – Luk. 1:74-76

Inilah tantangan masa kini yang menghadang banyak orang melalui intimidasi dan kegentaran yang berkaitan dengan pelayanan, kesehatan, keuangan dan keluarga mereka.

Meski saudara-saudara Daud menyaksikan nabi Samuel menuangkan minyak urapan atasnya, justru merekalah yang memarahinya karena kesediaannya melawan jawara musuh. Namun, hal ini tidak menghalanginya untuk memenuhi destinynya dan menunjukkan kemenangan Allah.

Kita tidak boleh mengijinkan cercaan dari dalam benteng kita sendiri menghalangi kita untuk melakukan tugas dan tujuan ini. Demonstrasi Allah sebagai Pahlawan dan Pemimpin Bala tentara Surga akan mengalahkan para “Goliat” dan melepaskan tentara Allah yang akan menghancurkan sarang musuh. Banyak rekan-rekan kita yang tertawan oleh pasukan musuh. Kerinduan Allah adalah untuk membebaskan mereka. Ibrani 12:28-29 berkata:

“Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.”

Saat ini, kita diberi pilihan – Iman atau Rasa Takut. Iman bekerja melalui kasih, namun amarah dan kekecewaan adalah buah dari rasa takut.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s