Bill Johnson: “Belajarlah untuk Melayani HadiratNya” (April 25, 09)


Salah satu hak istimewa terbesar dalam hidup adalah belajar menjadi seseorang yang akan menjadi tempat Allah berdiam. Namun Ia tidak berdiam pada semua orang. Ketika Ia berdiam atas hidup kita, maka hal ini akan mengubah semua orang yang ada di sekitar kita. Yesus mencontohkan gaya hidup ini saat Ia dibaptis air.

Saat Yesus dibaptis dan keluar dari air, Surga terbuka, Bapa berbicara, dan Roh Kudus seperti burung merpati turun dan berdiam atasNya. “Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.'” (Yoh. 1:32). Jika, di alam nyata, seekor merpati bertengger di bahu saya dan saya ingin menjalani hidup tanpa ia harus terbang, maka, bagaimana sebaiknya saya hidup? Setiap langkah saya harus selaras dengan merpati yang ada dalam pikiran saya.

Saat kita setia belajar melayani hadirat Allah, sangatlah penting untuk memahami bahwa ada ketegangan antara dua dunia: Ia telah memberi kita tanpa ukuran, namun hidup yang kita jalani sehari-hari akan “diukurkan” kepada kita menurut kesetiaan kita. Dengan kata lain, kita memiliki akses menuju ukuran hadirat Allah yang tak terbatas, namun Ia tidak mempercayakan diriNya kepada orang-orang yang tidak dapat dipercaya. Semua ukuran dibentuk di akhir persamaan kita. Biasanya Ia mempercayakan pada kita ukuran hadirat sesuai dengan tingkat dimana kita bersedia menjaganya dengan sungguh-sungguh.

Kita akan menjadi tempat kediamanNya – tempat dimana perbuatan-perbuatan Surga akan dinyatakan. Sebab saat Allah berdiam atas hidup seseorang, sebenarnya, terjadi perubahan atmosfir kemanapun ia pergi. Bagaimana menurut anda sampai bayangan Paulus dapat menyembuhkan orang? Bayangan kita akan selalu membebaskan apapun yang mengalihkan kita. Ketika kita belajar melayani hadirat Allah, banyak terobosan yang kita alami akan terjadi begitu saja, tanpa disengaja. Inilah yang akan diperoleh setiap hari oleh Orang Percaya.

Salah satu konflik yang kita hadapi saat belajar melayani hadirat Allah terkadang ditemukan pada pelajaran di musim sebelumnya. Percaya atau tidak, dasar-dasar tersebut terkadang berlawanan dengan hadirat Allah yang saat ini berdiam atas hidup kita. Dan jika terjadi konlik antara kedua hal ini, hadirat Allah akan selalu menang atas dasar-dasar manusia.

Contohnya, saya terbiasa secara agresif berusaha meraih kehendak Allah atas hidup saya. Ayat utama saya adalah Mat. 11:12, “dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.” Hidup menurut dasar ini membuat saya menerapkan apa yang selama ini saya pelajari – iman yang berapi-api. Namun di kisah ini, hadirat Allah dapat saja menuntun saya untuk “menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil” (Luk. 18:17). Jika anda sepenuhnya hidup hanya berdasarkan ayat ini saja, anda akan membuat asumsi atas waktu dan musim tertentu sepenuhnya berdasarkan Alkitab, namun anda akan bertentangan dengan Roh Kudus. Di  contoh ini, baik iman yang berapi-api maupun iman seperti seorang anak kecil adalah hal yang Alkitabiah. Roh Kuduslah yang mengetahui bagaimana sebaiknya kita bereaksi khusus atas setiap musim atau atas situasi tertentu.

Kita diharapkan untuk peka memahami apa yang Allah katakan agar kita dapat membedakan apa yang Ia katakan. Inilah hadirat Allah yang memberi saya akses untuk terus memiliki iman, sebab iman datang dari pendengaran, bukan karena telah mendengar. “Jadi, iman timbul dari pendengaran, pendengaran oleh Firman Kristus” (Rm. 10:17). Belajar melayani hadirat Allah menyediakan atmosfir hati dimana iman menjadi suatu hal yang wajar dan normal.

Mari kita menyiapkan diri kita untuk menjadi tempat kediaman Allah.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s