Nic Billman: Yesus Membawaku ke Air yang Tenang dan Berkata, “Apakah Engkau Menginginkan Pemulihan?” (Apr 28, 2009)


“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku,” demikianlah firman TUHAN. “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” – Yes. 55:8-11

Kita sering membuat pernyataan, “Firman Allah takkan kembali dengan sia-sia,” dan bersama ini muncul asumsi bahwa FirmanNya akan selalu menuntaskan apa yang telah ditetapkanNya. Namun, mungkinkah Firman Allah takkan kembali padaNya? Saya rasa tidak; karena ini bukanlah sifat Allah dalam membuat suatu pernyataan dan tidak berpegang padaNya.

Pertemuan dengan Yesus di Kolam Air yang Tenang

Baru-baru ini dalam suatu penyembahan di rumah kami, saya bertemu Yesus. Kami sedang menyembah dan berdoa selama kurang lebih dua jam. Saya terus mendengar kalimat, “Air yang tenang,” dan saya terus melihat di alam roh sebuah sungai luas dengan aliran air yang tenang. Dengan tuntunan Roh Kudus, saya terus bertanya apa yang Allah hendak sampaikan pada saya. Yesus membawa saya ke dekat air yang tenang ini dan berkata, “Berbaringlah”; maka saya pun berbaring di rumput tebal di tepi sungai ini. Lokasi ini mengingatkan saya akan tempat rahasia – tempat yang sangat damai dan intim dengan alur pewahyuan yang jelas.

Saya berbaring beberapa waktu dengan penuh rasa damai, lalu Allah berkata, “Apakah engkau menginginkan pemulihan?” Saya menjawab, “Ya, Tuhan.” Ia melengkungkan tanganNya, memasukkan tanganNya ke dalam air tersebut dan menuangkannya tersebut ke atas saya. Saat air itu tercurah, saya dapat melihat setiap tetes air penuh dengan kata-kata, dan saat tetesan air ini mengenai saya, ada kesegaran dan semangat di dalam roh saya.

Saya bertanya pada Allah apa yang istimewa dari air ini dan arti dari kata-kata ini. Ia berkata, “Air yang tenang adalah kolam kata-kota yang telah Aku perkatakan namun belum menyelesaikan tugas mereka.”

Saya mencari ayat di Alkitab yang saya tahu menyebutkan “air yang tenang”: “TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.” (Mzm. 23:1-3)

Allah mulai menunjukkan pada saya bagaimana Ia “memulihkan jiwa kita” dengan memperbarui perkataan dan rancangan yang Ia miliki bagi hidup kita yang belum pernah kita raih. Dengan kata lain, Allah memiliki impian dan harapan bagi setiap hidup kita, dan ada musim-musim tertentu di mana kita tidak menerima perkataanNya. Namun demikian, perkataanNya selalu menuntaskan apa yang telah ditugaskan padanya, sehingga perkataan-perkataan tersebut masih tersedia bagi anda dan saya.

Kesaksian akan Pemulihan

Pernyataan dan janji Allah takkan hilang begitu saja. Ia menyimpan mereka bagi kita hingga kita siap untuk menerima mereka – seperti hujan yang membasahi bumi dan akhirnya naik kembali ke udara, namun tidak akan naik ke udara hingga hujan membasahi bumi dan menunaikan tujuannya.

Ada suatu kisah dalam hidup saya bersama saudara laki-laki saya. Pada tahun 1998, kami berdua pergi ke konferensi Fresh Wind Youth di Toronto. Itu adalah suatu akhir minggu yang luar biasa dalam hadirat Allah dan waktu pembaharuan yang dahsyat bagi kami berdua. Saudara saya sedang berjuang atas ketergantungan terhadap minuman keras selama beberapa tahun pada saat itu, demikian juga dengan hubungan kami. Namun, pada konferensi itu, saya melihat Allah memulihkan hubungan kami dan melakukan sesuatu dalam diri kami masing-masing. Allah menyentuh saudara saya dengan cara yang luar biasa.

Kami pulang dan merayakan Paskah, pergi ke gereja, mengunjungi saudara, dan kami kembali pulang ke rumah. Menjelang tengah malam, saya mendengar ibu saya berteriak memanggil saya untuk datang. Saya segera berlari dan melihat ibu saya duduk di tempat tidur saudara saya, memegangnya dan menampar wajahnya; ada sebuah jarum suntik di dekat tempat tidurnya. Agaknya Allah telah membangunkan ibu saya dan menyuruhnya untuk memeriksa saudara saya. Kami berhasil menjaganya tetap hidup hingga paramedis datang dan membawanya ke RS.

Itu adalah saat yang menghancurkan saya. Namun saya tahu bahwa iblis mendatangi saudara saya dengan sekuat tenaga setelah akhir minggu yang luar bersama dalam hadirat Allah. Dari saat itu saya terus mengingat dalam hati saya memori kami berdua di Toronto, dan terkadang Allah mengingatkan saya akan akhir minggu itu di saat-saat parah yang akan dialami saudara saya.

Beberapa tahun lalu setelah dipenjara dan mengalami kecanduan, ia menjalani hidup yang bersih dan menikahi seorang wanita yang hebat. Namun ia belum benar-benar berjalan bersama Allah. Tapi beberapa minggu lalu, saya memberinya CD lagu terbaru saya, Anthem. Esok harinya ia menelepon saya dan berkata, “Saya ingin gairah yang seperti ini.” Allah mengingatkan saya untuk menyatakan padanya bahwa ia harus berhenti mempercayai dusta bahwa karena ia overdosis, hal ini melepaskan semua yang telah Allah kerjakan baginya di Toronto. Dan ia pun menangis.

Beberapa malam kemudian saya mengalami perjumpaan “air yang tenang” bersama Yesus, dan Ia menunjukkan pada saya bahwa Ia memiliki semua perkataan dan visi yang disimpan bagi saudara saya dan Ia akan mempercepat terjadinya hal-hal tersebut dalam hidupnya. Saya membaginya kepada saudara saya dan mematahkan semua dusta bahwa ia telah melewatkan semua yang telah dirancangkan Allah bagi hidupnya. Selama minggu-minggu selanjutnya ia masuk ke tingkat keintiman yang mendalam bersama Yesus dan kini teramat lapar untuk mengenalNya lebih lagi. Demikian juga hubungan kami dipulihkan dan menjadi lebih baik. Allah memiliki destiny yang besar bagi saudara saya, dan segala yang jahat dirancangkan iblis, Allah mengubahnya jadi kebaikan bagi hidupnya!

Jangan Berhenti Mempercayai Allah dan Janji-janjiNya

Tentu saja setiap kita memiliki orang-orang yang terkasih dalam hidup kita yang telah tersesat dari panggilan dan rencana Allah bagi mereka Terkadang orang yang terkasih itu adalah kita. Kita tidak boleh menyerah atas orang-orang ini dan jangan pernah berhenti mempercayai Allah dan janji-janjiNya. Ini semua terjadi sepuluh tahun setelah akhir minggu di Toronto. Sepuluh tahun berdoa syafaat, sepuluh tahun akan mimpi dan pengharapan, dan sepuluh tahun berseru tanpa henti kepada Allah. Allah sungguh setia, dan FirmanNya tidak pernah kembali dengan sia-sia. Bahkan perkataan-perkataan yang belum menuntaskan tugas yang diberikan kepada mereka, Allah menyimpan mereka di kolam air yang tenang.

Saat Allah meneteskan air yang tenang atas saya, saya diingatkan atas perkataan, penglihatan dan mimpi yang telah Ia tunjukkan kepada saya bertahun-tahun sebelum perlahan menghilang. Ia bahkan menunjukkan kepada saya kerinduan yang Ia miliki bagi saya yang belum disingkapkan sebelumnya, karena beberapa perkataan yang belum diselesaikan adalah kunci untuk membuka pewahyuan yang lebih dalam lagi.

Saya mengajak anda untuk terus mendesak dan meminta Allah untuk menuntun anda di air yang tenang. Air ini tidak hanya menjadi pembaharuan yang menyegarkan jiwa anda, namun juga suatu semangat ilahi dalam roh anda, sebab Allah akan membaharui mimpi, penglihatan dan perkataan profetik bagi hidup anda – dan karenanya timbul kegembiraan dan semangat untuk menuntaskan mimpi dan penglihatan itu. Ia rindu menuntun anda di air yang tenang dan memulihkan jiwa anda dengan pembaharuan atas kata-kata yang telah Ia ucapkan atas hidup anda dan atas mimpi dan keinginan yang Ia miliki bagi anda.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

One Response to Nic Billman: Yesus Membawaku ke Air yang Tenang dan Berkata, “Apakah Engkau Menginginkan Pemulihan?” (Apr 28, 2009)

  1. sherly lily says:

    syalom…trima ksh utk post y…sya rsa sgt d berkati..Tuhan Yesus memberkati..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s