Kim Clement: “Beradalah Di Dalam Elemen Anda! Temukan Tujuan dan Destiny Anda” (April 17, 2009)


“Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing…Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.” Roma 12:3, 6-8

Elemen digunakan untuk menggambarkan bersatunya hal-hal yang menjadi keahlian kita dan tempat dimana kita melakukan hal-hal yang kita sukai. Setiap kita harus menemukan elemen kita sendiri. Pernahkah anda mendengar kalimat, “Apakah orang itu berada pada elemennya?” Itulah tempat dimana segala sesuatu yang anda lakukan dengan baik dan indah ditingkatkan dan dinyatakan tanpa halangan karena anda berada di lingkungan yang tepat. Contohnya, air adalah elemen bagi ikan. Mungkin anda pun pernah mendengar “Ia seperti ikan yang keluar dari air.” Hal ini berarti anda berada “di luar dari elemen anda.” Banyak orang yang seharusnya tak perlu menderita karena mereka dipaksa untuk bekerja di luar dari elemen mereka, dan saat hal ini terjadi, tekanan menimpa mereka karena mereka harus menjadi seseorang yang sebenarnya bukan diri mereka.

Inilah satu hal yang sangat positif yang terkait dengan karunia profetik. Saya yakin suara profetik menempatkan seseorang berada di dalam elemen mereka dengan melepaskan perkataan atas mereka, sehingga, memaksa mereka untuk mencari suatu lingkungan yang kondusif atau tepat bagi karunia mereka. Sasaran dan aspirasi saya dalam hidup adalah menciptakan lingkungan bagi mereka dimana saya mendapat kehormatan untuk berhubungan dengan mereka – dimana setiap mereka mendapat inspirasi untuk bertumbuh secara kreatif.

Raja Daud berada dalam elemennya, di hutan, daerah yang berbukit-bukit dan bergunung-gunung dengan kecapi di satu tangan dan pengumban di tangan yang lain. Ia terpilih menjadi raja, namun lingkungan yang tersedia baginya tidak tepat bagi eksistensi seorang Daud. Setelah ia masuk ke istana yang mengkilap dan berkilau emas, ia merasa seperti ikan yang keluar dari habitatnya. Ia berakhir dengan berselingkuh isteri seorang pria dan membunuh sahabat terbaiknya.

Akhirnya, Raja Daud  menempatkan Tabut Perjanjian di atas sebuah gunung yang disebut Sion. Ia menyebut tempat ini, “Kota Daud.” Ia menciptakan suatu lingkungan dimana ia menjadi bergairah dan “betah.” Ia berada di dalam elemennya. Setiap orang seharusnya mendapat kesempatan untuk melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan dan menemukan elemen mereka dengan cara mereka sendiri.

Apakah Tujuan yang Disediakan Bagi Anda? Apakah Destiny Anda?

Kenyataannya, terdapat suatu perbedaan antara tujuan anda dan destiny anda. Destiny anda adalah titik penentuan krusial anda. Tujuan anda adalah panggilan masa kini anda. Apa yang pada akhirnya Allah tetapkan bagi anda di dunia ini? Apakah titik penentuan krusial anda? Anda dipilih untuk menjadi apa sebelum anda dilahirkan? Itulah destiny anda. Apakah tujuan anda? Tujuan anda adalah hal apapun dimana anda dipanggil untuk melakukannya segera di saat ini.

Mari kita bahas kembali Raja Daud. Daud adalah salah satu dari sekian banyak orang yang berada di dalam elemennya ketika ia berada di padang belantara, bersama kecapi dan pengumbannya, ketika ia membunuh beruang dan bermazmur bagi Allah. Suatu hari nabi Samuel mendatanginya dan berkata, “Engkau telah dipilih untuk menjadi Raja atas Israel.” Dan mulai saat itu, destiny dilepaskan atas Daud. Daud telah berada dalam suatu penentuan sebelum ia dilahirkan, namun destiny harus dilepaskan. Destiny Daud berada dalam keadaan stagnan hingga perkataan profetik dilepaskan atas Daud.

Hal yang sama berlaku bagi anda – ada sesuatu dalam diri anda yang belum tersingkapkan. Suatu destiny yang bahkan belum anda ketahui, bahwa anda telah dipilih lama sebelum anda dilahirkan, dan tiba-tiba, Roh Allah berhembus atas anda dan dalam sekejap destiny yang berada di dalam anda dilepaskan, disingkapkan, dan anda pun tiba-tiba menyadari hal ini.

Saat Samuel bernubuat dan menumpangkan tangan atas Daud dan berkata, “Engkau adalah Raja atas Israel,” apakah Daud segera menjadi raja? Tidak, tidak menurut Alktiab – perlu bertahun-tahun lamanya hingga Daud akhirnya dimahkotai sebagai Raja Yehuda, dan akhirnya menjadi Raja atas seluruh Israel. Hal ini penting untuk anda sadari – Daud hidup berdasarkan destinynya sementara ia menjalankan tujuannya. Destiny adalah panggilan yang pada akhirnya harus anda lakukan dalam hidup ini. Tujuan anda adalah panggilan yang harus anda lakukan sementara anda bergerak maju menuju destiny anda.

Pertama-tama, Daud dipilih dan diurapi untuk menjadi Raja atas Israel, Raja Sion. Namun ia adalah seorang muda. Ia menuju medan perang dan satu hari ia mendengar suara seorang raksasa yang menantang bangsa Isael. Tiba-tiba, sesuatu bangkit dalam diri Daud, ia menjadi marah dan keberanian muncul pada dirinya. Lalu otoritas yang telah ditetapkan atasnya berkuasa dan ia mulai memperkatakan hal-hal yang tak pernah ia impikan akan berani ia katakan sebagai seorang gembala dan pemazmur. Daud mulai berkata pada orang-orang di sekitarnya, “Berikan padaku orang Filistin yang tak bersunat ini, aku akan mengalahkannya!”

Keberaniannya ini memancing kemarahan dan kecemburuan kakak-kakaknya. Eliab berkata, “Mengapa engkau datang? Seharusnya engkau berada di padang gurun menjaga kambing domba ayah.” Mereka menjadi cemburu sebab terkadang, inilah yang terjadi ketika otoritas Allah muncul bagi anda yang memiliki destiny. Maka Daud berkata, “Aku ingin melawan raksasa ini.”

Anda tahu kisah ini. Ia bernubuat kepada Goliat dan mengatakannya tepat apa yang akan ia perbuat kepadanya demi nama Tuhan semesta alam, dan hal itu benar terjadi! Mulai dari saat itu, panggilan atau tujuan Daud adalah menjadi pembawa senjata Raja Saul. Mungkin anda berpikir, “Ia telah diurapi menjadi Raja atas Israel!” Ya, ini benar, namun anda harus paham bahwa ia harus mengerjakan tujuannya sebelum ia naik takhta sebagai penentuan terakhirnya.

Apa Panggilan Anda Di Saat Sekarang?

Apa panggilan anda? Apa tujuan anda? Apa yang harus anda kerjakan di saat ini? Daud dipanggil untuk menjadi seorang pembawa senjata dan pemazmur-musisi bagi Raja Saul; itulah tujuan temporernya. Tujuan anda selalu sementara, selalu berubah, namun selalu maju menuju destiny anda. Tujuan anda saat ini tidak pernah tetap. Penting bagi anda untuk memahami hal ini. Apa yang anda lakukan sekarang hanya untuk satu waktu tertentu, karena Allah sedang menuntun anda menuju destiny anda. Namun jika anda tidak memenuhi panggilan anda, anda takkan pernah sampai pada destiny anda.

Apa yang menjadi “panggilan” Daud selanjutnya? Panggilan Daud selanjutnya yaitu memasuki hutan dan hidup dalam pengasingan. Saul menjadi cemburu pada Daud dan mengejarnya, berusaha membinasakan pengurapan yang ia yakini miliknya seorang. Panggilan atau tujuan Daud adalah untuk berada di padang belantara, di perbukitan dan pegunungan. Namun, meski ia berada dalam keadaan terjepit, ia sedang menggenapi suatu panggilan dan suatu tujuan.

Yusuf diurapi dan mendapat mimpi akan menjadi seorang yang besar. Semua saudaranya menjadi cemburu dan marah. Mengapa? Karena Yusuf membuka mulutnya dan berbicara dengan keberanian, “Inilah yang aku mimpikan.” Ketahuilah, keberanian yang muncul atas anda terjadi hanya jika anda telah dilepaskan ke dalam destiny anda. Saat anda telah dilepaskan ke dalam destiny anda, anda mungkin tidak menyadarinya, namun anda sedang mengatakan sesuatu yang telah menjadi nyata. Banyak orang akan gusar dan marah terhadap anda.

Setelah mereka menjual Yusuf sebagai budak, ia “dipanggil” untuk berada di rumah Potifar. Yusuf kemudian ditempatkan di dalam penjara, dan meski ia sendirian dalam penjara, ia memiliki suatu tujuan. Tujuannya adalah untuk melayani kepala penjara, juru minum, juru roti, dan para tahanan, dan ia melakukannya! Alkitab berkata bahwa Yusuf dibuat berhasil di dalam penjara. Anda dapat memperoleh keberhasilan di keadaan terjepit apapun JIKA anda menyadari bahwa itulah tujuan anda, dan tujuan ini membawa anda menuju penentuan terakhir anda.

Anda tak harus terhambat karena penjara. Anda tak harus terhambat karena omongan orang. Anda tak harus terhambat karena kebencian, kecemburuan, atau persaingan. Tak peduli dimana mereka menempatkan anda, anda akan berhasil karena destiny anda mengendalikan keadaan masa kini anda. Banyak dari anda tidak menyadari bahwa jika anda tetap berfokus pada destiny anda dan menggenapi tujuan saat ini anda – apapun yang menjadi panggilan anda, entah mengepel lantai atau melakukan pekerjaan kasar – ANDA AKAN BERBAHAGIA DALAM PERJALANAN ANDA MENUJU TEMPAT ANDA DI DALAM HIDUP INI!

2 Pet. 1:10: “Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.”

Saat anda yakin akan panggilan anda dan yakin akan titik penentuan anda, anda takkan pernah tersandung. Kata “tersandung” ini tidak berarti bahwa anda takkan berbuat dosa dan takkan berbuat kesalahan. Hal ini hanya berarti bahwa anda dapat saja jatuh, membuat kesalahan, namun pada akhirnya anda akan akan bangkit dan anda akan kembali ke jalur anda karena PANGGILAN ANDA DAN DESTINY ANDA AKAN MEMULIHKAN ANDA!

Panggilan Anda adalah Tujuan Anda Di Tahun 2009

Kini saya akan mengatakan dengan cara lain sebab saya ingin anda berada di dalam elemen anda. Saya ingin anda berada di tempat dimana anda melakukan apa yang anda kerjakan dengan gembira dan anda melakukannya dengan baik, sehingga anda tidak seperti ikan yang berada di luar kolam. Ingat, ada perbedaan antara panggilan anda dan titik penentuan anda. Panggilan anda adalah tujuan anda di tahun 2009. Apakah tujuan anda di tahun 2009?

“Saya dipanggil untuk menjadi penyiar radio. Saya dipanggil untuk menjadi petugas kebersihan, namun saya tahu satu hari nanti saya akan menjadi seorang multi-miliuner. Saya akan menjadi salesman yang terbaik; seorang pengusaha.” Pastikan anda tahu panggilan anda, dan mastikan titik penentuan anda. Yang menarik dalam 2 Pet. 1:10-11, “…sebab jikalau kamu melakukannya… (jika anda tahu apa panggilan anda dan titik penentuan anda) dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal…” Apa arti ayat ini?

Semua orang ingin memasuki Kerajaan Allah. Saya tidak sedang berbicara mengenai pergi ke Surga. Memasuki Kerajaan Allah berarti menjadi seseorang yang efektif, berkuasa, berpengaruh dan berkelimpahan di dunia ini demi menggenapi rancangan Allah. Petrus berkata, “Kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal.” Kerajaan Allah berarti pemerintahan Allah dan kita harus dapat mencapainya. Dan ia juga berkata, “Jika engkau mengetahui apa panggilanmu, jika engkau mengetahui titik penentuanmu, maka akan ada sebuah pintu terbuka bagimu memasuki Kerajaan kekal.”

Mengapa Daud mampu menyanyikan Mzm. 57:8, “Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap; aku MAU menyanyi…” saat ia berada dalam gua? Apa yang membuatnya berani? Ia dibenci oleh seluruh tentara. Raja Saul berusaha membunuhnya. Ia hanya bersama segelintir orang yang bahkan tak dapat dipercaya. Ia tak memiliki alasan, bahkan di dalam gua, di tengah keadaan dan kondisi yang menyedihkan, untuk berkata, “Hatiku siap.” Namun Ia tahu apa tujuannya, ia tahu apa titik penentuannya dan karenanya ia bernyanyi kepada Allah, “Hatiku siap; aku mau menyanyi.”

Jika seseorang dapat berkata, “Hatiku teguh, hatiku tak gentar, dan aku mau bernyanyi,” maka, meski ia berada dalam penjara atau memiliki utang atau apapun, orang ini memiliki rasa aman, TIDAK berdasarkan keadaannya, TIDAK berdasarkan apa yang terjadi di sekelilingnya. Namun, ia yakin akan satu hal: “Ia yang memanggilku adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.” Daud tahu bahwa ia adalah Raja atas Israel. Meski ia berada dalam gua, dikejar tentara Saul, namun ia mengangkat suaranya dan berkata, “Hatiku teguh, hatiku kuat, dan aku MAU bernyanyi!” Dan ia melakukannya! Saat ia bernyanyi, hasil akhirnya adalah ia menjadi Raja atas Israel.

Kapan Anda Akan Berada Di Dalam Elemen Anda?

Ketika Allah menghembuskan nafasNya atas seseorang dan mulai berbicara, Ia menempatkan orang tersebut dalam elemennya, yang pada akhirnya memaksanya untuk mencari suatu lingkungan yang kondusif atau tepat bagi karunianya. Saat Allah berbicara pada anda dan menunjukkan pada anda apa yang akan anda lakukan suatu hari kelak, apa yang pada akhirnya akan terjadi, maka musuh jiwa anda akan berusaha menciptakan lingkungan untuk menahan kreativitas anda. Ia mencoba menciptakan suatu lingkungan rohani untuk menahan karunia anda untuk melumpuhkannya dan menjadikannya tidak efektif.

Anda harus mencari dan menciptakan lingkungan dimana anda berada di dalam elemen anda, dimana anda bekerja pada titik terbaik dan ternyaman anda, dan menjadikan anda tajam. Yakinlah, anda memiliki kemampuan untuk menciptakan lingkungan ini!

Saya menyadari bahwa jika anda dapat melakukan karunia anda seperti Daud di dalam gua dan Yusuf dalam penjara, maka anda akan belajar menciptakan lingkungan yang akan membuat hal-hal terbaik keluar dari hidup anda di bawah situasi yang tersulit dan satu hari, ketika keadaan menjadi lebih baik, anda akan bertindak dengan sempurna. Itulah yang Allah inginkan dari anda. Jangan pernah berpikir bahwa anda akan tetap berada dalam rutinitas ini selamanya. Mulailah mencari dan berkata, “Apa yang harus aku perbuat untuk menjadi sangat efektif?” dan ciptakanlah lingkungan yang akan menghasilkan hal-hal terbaik keluar dari hidup anda!

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s