James Goll: “Doa yang Mendengar: Belajarlah Mendengar SuaraNya” (Apr 6, 2009)


Mengalami Pengalaman Doa yang Mendengar:
Menetapkan Dasar

Ayat utama dan penekanan yang saya gunakan adalah Amsal 8:32-36: Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah Aku, karena berbahagialah mereka yang memelihara jalan-jalanKu. Dengarkanlah didikan, maka kamu menjadi bijak; janganlah mengabaikannya. Berbahagialah orang yang mendengarkan Aku, yang setiap hari menunggu pada pintuKu, yang menjaga tiang pintu gerbangKu. Karena siapa mendapatkan Aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia. Tetapi siapa tidak mendapatkan Aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci Aku, mencintai maut.”

Terdapat tiga kata kunci yang digunakan di sini:

1. Mendengarkan
2. Menunggu
3. Menjaga

Janji Tuhan terdapat dalam ayat  35:

1. “Karena siapa mendapatkan Aku, mendapatkan hidup!”
2. “TUHAN akan berkenan akan dia.”

Namun, bagaimana engkau akan menemukanNya?

Dua Pengalaman Doa yang Mendengar dari Kehidupan Yosua

Pertama, dalam Kel. 17:8-13, Harun dan Hur menopang tangan Musa, dan saat mereka melakukannya, Yosua memenangkan peperangan (Hal ini menunjukkan bahwa hidup seorang pejuang terikat dengan kuasa bersyafaat dan puji-pujian, yaitu mengangkat tangan dan lengan).

Kedua, dalam Kel. 33:7-11, saat semua orang kembali ke kemah mereka dan mengurusi “urusan mereka seperti biasa,” Yosua muda tetap berjaga di depan kemah pertemuan. Ia menjadi orang pertama yang melihat refleksi kemuliaan Allah dan wajah Musa. Penempatan diri kita di kaki Yesus ini – mendengarkan, menunggu, dan menjaga – akan membuat kita mengalami hal yang sama pula. Kita akan melihat wajah Yesus dan pancaran sinar Alah akan memancar atas kita.

Pengalaman Doa yang Mendengar dari Kehidupan Daud

Mzm. 84:1-12, khususnya Mzm. 84:11, menunjukkan pada kita contoh pengalaman doa yang mendengar dari kehidupan Daud:

“Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.”

Daud mengetahui seni menunggu di ambang pintu rumah Allah. Inilah yang disebut dengan seni mendengarkan, menunggu dan menjaga.

Hilangnya Seni Mendengarkan

Ayat utama menjadi fokus saya sekarang adalah Yes. 50:4,5: Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang.

Berdoalah agar ayat-ayat ini berdampak bagi hidup anda. Mintalah agar anda diberi telinga yang mendengarkan. Namun, ingat, bahwa setiap kita tidak “mendengar” dengan cara yang sama.

Markus 9:1-8 – Transfigurasi

Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.” Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorang pun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri. – Mrk. 9:7, 8

 

1. Ayat ini menggambarkan kecemburuan Bapa bagi AnakNya. Hal ini menggambarkan kerinduanNya yang teramat sangat untuk berbicara kepada kita.

2. Mereka tidak melihat siapapun, kecuali Yesus. Agar dapat mendengar suara Tuhan, kita harus belajar mengatasi gangguan. Kuncinya adalah kita harus sungguh-sungguh berfokus padaNya, sehingga hal-hal lain akan sirna di belakang kita.

3.  Mereka bisa saja terperangkap pada diskusi panjang akan gerakan Allah di masa lalu dan masa kini (Musa – Sang Hukum; dan Elia – Sang Nabi). Namun Bapa mengarahkan mata mereka untuk hanya memandang kepada Yesus.

4. Kita membutuhkan pewahyuan akan keindahanNya. Ini adalah suatu jalur yang lebih tinddi dibanding sekedar menolak iblis. Saat kita melihat dan mengetahui kasihNya, maka kita akan berhenti dan mendengarkan.

Lukas 19:45-48 – Mendengarkan di Bait Allah

“Tapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.” – Lukas 19:48

Kiranya suatu kumpulan orang di dalam jaman kita muncul untuk mulai mendesak setiap hari agar dapat mendengar setiap perkataanNya. Janji perlindungan menanti bagi orang semacam ini.

Penghalang dalam Mendengar Suara Tuhan

Paling tidak terdapat 7 alasan mengapa umat Tuhan hari-hari ini tidak dapat secara tetap (bahkan harian) dalam mendengar suara Tuhan, yaitu:

1. Kurangnya iman dalam mempercayai bahwa mendengar suara Tuhan pasti terjadi hari ini.

2. Kurangnya komitmen akan Yesus Kristus sebagai Tuhan dalam kehidupan mereka.

3. Hadirnya dosa yang tidak diakui dan gaya hidup “berstandar ganda.”

4. Pengabaian bukti Firman Tuhan akan hak istimewa umat Tuhan dalam mendengar suara Tuhan secara pribadi.

5. Kurangnya pengajaran akan bagaimana meraih terjadinya pengalaman doa yang mendengar.

6. Takut akan disebut sebagai orang yang “fanatik agama” atau “linglung.”

7. Takut menjadi terbuka akan “roh-roh yang salah” atau disesatkan oleh musuh.

Jaminan Bahwa Allah Sedang Berbicara

Jika anda sepakat dapat meresponi pernyataan-pernyataan berikut, maka percayalah, Allah pasti berbicara kepada anda:

1. Apa yang telah kudengar menolongku untuk menghormati (takut) akan Allah dan menjauhkanku dari kejahatan (Ayub 28:28).

2. Pesan Tuhan meningkatkan iman atau pengetahuan dan pengertianku akan Alkitab (Ams. 4:7).

3. Tindakan yang dihasilkan berasal dari buah-buah roh yang utuh: murni, pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan, perbuatan-perbuatan yang baik, tidak memihak dan tidak munafik (Yak. 3:17).

4. Apa yang kudengar menguatkanku “dengan segala kekuatan” agar aku dapat terus bertahan, tak peduli apapun yang terjadi (Kol. 1:11).

5. Hal ini menyebabkanku mengalami sukacita dan pengucapan syukur kepada Bapa (Kol. 1:12).

Mari Kita Berlatih!

Mari kita pelajari pelajaran dari aktivitas mendengarkan, menunggu dan menjaga yang terus berlangsung. Teruslah berkomitmen terhadap keahlian-keahlian ini agar kita dapat benar-benar menemukanNya dan meraih perkenanan dari Allah. Berjaga-jagalah dan pelajari seni persekutuan yang hilang dengan Tuhan kita melalui Pengalaman kita dalam Doa yang Mendengarkan.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Teaching in Holy Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s