John Mark Pool: “Kita sedang Memasuki Musim Penggenapan akan Janji-janji Allah” (Dec 16, 2008)


Yusuf adalah seperti pohon buah-buahan yang muda, pohon buah-buahan yang muda pada mata air. Dahan-dahannya naik mengatasi tembok. Walaupun pemanah-pemanah telah mengusiknya, memanahnya dan menyerbunya, namun panahnya tetap kokoh dan lengan tangannya tinggal liat, oleh pertolongan Yang Mahakuat pelindung Yakub, oleh sebab gembalanya Gunung Batu Israel, oleh Allah ayahmu yang akan menolong engkau, dan oleh Allah Yang Mahakuasa, yang akan memberkati engkau dengan berkat dari langit di atas, dengan berkat samudera raya yang letaknya di bawah, dengan berkat buah dada dan kandungan. Berkat ayahmu melebihi berkat gunung-gunung yang sejak dahulu, yakni yang paling sedap di bukit-bukit yang berabad-abad; semuanya itu akan turun ke atas kepala Yusuf, ke atas batu kepala orang yang teristimewa di antara saudara-saudaranya.” (Kej. 49:22-26)

Penggenapan janji bagi Yusuf sungguh-sungguh melimpah. Apa yang Yakub perkatakan atasnya adalah sejarah yang juga merupakan suatu nubuatan. Yakub mengingatkan Yusuf atas kesulitan dan panah-panah berapi yang ia hadapi. Imannya tidaklah gagal, namun melalui setiap pencobaan ia menanggungnya dengan teguh. 

Semua kekuatan kita dalam menolak godaan dan menanggung penderitaan berasal dari Allah, kasih karuniaNya cukup bagi kita. Yusuf lalu menjadi gembala Israel – memelihara hidup ayah dan keluarganya. Di sini, Yusuf adalah contoh yang luar biasa dari Gembala yang Baik dan menjadi Batu penjuru bagi seluruh Gereja Tuhan.

Berkat dijanjikan bagi keturunan Yusuf, suatu berkat yang berlimpah dan abadi yang berasal dari benih ilahi Kristus. Yakub memberkati anak-anaknya, namun suatu berkat khusus disediakan bagi Yusuf, “yang dipisahkan dari saudara-saudaranya.” 

Kini kita memasuki musim penggenapan berkat-berkat Allah saat kita mengabaikan derita akibat pilihan-pilihan salah kita di masa lalu. Serahkan mereka ke mezbah kasih karunia di hadapan Allah, dan rasakan kesegaran berkat-berkat yang mulai mengalir dalam hidup anda, hubungan anda yang dipulihkan, dan keintiman yang lebih lagi dengan Bapa kita.

Yusuf dan Yakub – Pesan mengenai Kasih Karunia Allah

Ketika Yusuf bertemu kembali dengan saudara-saudaranya di masa kelaparan, Tuhan memberi akhir yang dapat diterima oleh manusia. Inilah salah satu pesan kasih karunia Allah yang terbaik bagi umatNya yang tercatat dalam Alkitab. Yusuf dapat saja menghukum saudaranya, namun demikian ia menunjukkan belas kasihan dan menjadi penolong tidak hanya bagi keluarganya, namun bagi Israel.

Yakub sangat mengenal keahlian Allah dalam mengubah tragedi menjadi keberhasilan, menunjukkan bahwa jika kita selalu memandang Allah dalam setiap proses, maka ini berarti kita mengijinkan batu-batu di sepanjang hidup kita diubah menjadi “Pintu Gerbang Surga!” Tahun ini, ijinkan batu-batu itu menjadi “Betel berkat” anda!

“Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu. Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu. Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: “Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu.

 

Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: “Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya.” Ia takut dan berkata: “Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga.” Kej. 28:11-13, 16-17

Yakub membayar harga yang mahal bagi suatu pelajaran yang sangat berharga dari seorang penipu menjadi seorang pemenang!

Yusuf adalah suatu pengingat, bahwa pada akhirnya, Allah mengubah segala sesuatu di sekitar kita menjadi pesan bagi tahun ini, bahwa:

2009 adalah Kelahiran bagi Perubahan dalam Hidup Anda!

Yusuf adalah anak kesayangan Yakub. Yosef adalah terjemahan Ibrani bagi Yusuf, yang berarti “ia semakin bertambah atau meluas atau menjadi melimpah.” Saat waktu pewahyuannya semakin dekat, yaitu bahwa saudara-saudaranya telah berbohong kepada ayah mereka, hal ini menyatakan pada kita bahwa di tahun 2009, kita harus melepaskan setiap pola-pola dosa dari masa lalu kita. 

Kasih karunia cukup bagi kebutuhan kita. “Tetapi jawab Tuhan kepadaku:”Cukuplah kasih karunia -Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku” (2 Kor. 12:9).

Kita tak dapat melangkah maju tanpa beberapa akhir yang penting untuk menghindari kesalahan. Hal ini akan memampukan kita berjalan dalam ucapan syukur atas kasih karunia Allah daripada mengembara di “belantara keinginan” kita selamanya. Kita harus memandang apa yang Allah inginkan sebagai gaya hidup kita dan tidak mengalah pada usaha “bisnis” manusia.

2009 akan menjadi tahun untuk “mengakhiri perselisihan” dari hubungan yang retak di masa lalu dan sekali lagi, melangkah maju dengan ketaatan anda kepada Allah untuk “melahirkan destiny anda.” Roh mengerang turun atas mereka yang menempatkan dirinya untuk bersusah payah melahirkan destiny profetik mereka saat ini!

Inilah gambaran nyata di tahun 2009 – termasuk simbol Tet yang mewakili kantung anggur baru atau bahkan “rahim yang subur.” Tet adalah simbol Ibrani, atau huruf bagi angka 9, yang menandakan akhir, kesudahan, penggenapan berkat, dan penginjilan.

Kini Allah akan “Yusuf” (Yosef) atau memperluas berkat-berkat kita menuju kegenapannya. Kita berada di musim baik waktu chronos dan kairos. Chronos kita akan menjadi musim penggenapan jika kita mulai mengijinkan roh mengerang mendorong kairos Allah bagi kelahiran baru yang akan terjadi.

2009 adalah saat bagi anda dan keluarga anda untuk dikuatkan Allah untuk melupakan masa lalu, mendekap kegenapan berkat anda dan menyatakan pesan itu bagi dunia yang terluka.

2009 adalah Tahun Penuaian Penginjilan!

Tahun 2009 akan menjadi awal bagi satu masa penuaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dan belum pernah dihadapi bangsa-bangsa. Kita harus siap bagi penuaian semacam ini. Penuaian hanya terjadi bagi mereka yang telah menyiapkan jalanya. 

Siapkan waktu bagi Allah untuk menarik anda mendekat padaNya dengan rasa lapar dan keintiman yang lebih lagi. Ia peduli akan setiap kita. Ia menciptakan kita untuk memuliakanNya di seluruh bumi. 2009 akan menjadi tahun yang dimulai dengan jalan-jalanNya yang menggairahkan. Mulailah mengucap syukur pada Allah atas kasih karunia dan cinta yang diberikanNya bagi kita.

2009 akan menjadi Tahun Puji-pujian dan Pengucapan Syukur!

Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!Mzm. 100:4

Raja Daud menunjuk suku Lewi untuk memimpin doa, ucapan syukur dan pujian dalam 1 Taw. 16. Inti dari pasal ini adalah ucapan syukur. Dimulai pada ayat 7, Daud menyatakan “mazmur ucapan syukur pada Allah” miliknya sendiri. Ayat ini diikuti dengan nyanyian indah pengucapan syukur kepada Allah. Penyembahan yang sejati lahir dari hati yang penuh ucapan syukur.

Perasaan seperti kepahitan, iri hati, permusuhan, dan keangkuhan menggagalkan seseorang dari penyembahan yang murni. Ucapan syukur membuka pintu hati menuju Allah dimana seseorang bebas menyembah Allah. Alkitab menyingkapkan pentingnya roh pengucapan syukur dalam pengalaman penyembahan kita. Mari, ubahlah roh kepahitan menjadi roh pengucapan syukur!

Raja Daud memiliki gaya hidup dari satu pencobaan ke pencobaan lainnya yang mungkin takkan usai jika ia menyerah. Meski begitu, seperti halnya kesetiaan yang dimiliki Yusuf dan Yakub, mereka tak mengijinkan kehancuran menyerang mereka. Pujian dan penyembahan di hadapan Allah Maha Kuasa tidak hanya menjadi obat bagi jiwa mereka yang terluka, namun juga senjata untuk melawan tipu muslihat iblis. Ya, penyembahan korporat adalah senjata mematikan rohani kita.

Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari, kain kabungku telah Kaubuka, pinggangku Kauikat dengan sukacita, supaya jiwaku menyanyikan mazmur bagi-Mu dan jangan berdiam diri. TUHAN, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu.!” Mzm. 30:11-12

 

Jadilah seperti Daud dan milikilah roh pengucapan syukur yang menyelamatkannya dari semua musuhnya. “Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku. Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku. Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia.” (Mzm. 31:3-5)

 

Banyak peperangan akan mendatangi kita pada beberapa tahun ke depan, karena Allah akan segera mengguncang bangsa-bangsa, namun kita akan belajar di musim ini untuk “mempercayakan roh kita ke dalam tangan Tuhan.” Seperti yang Raja Daud katakan dalam Mzm. 34:19, “Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu.”

Inilah saatnya untuk mendekat kepada hati Allah kita dan bersyukur padaNya atas segala yang telah dilakukanNya bagi kita. Inilah musim untuk memperkatakan dan terus menekan bagi anda dan keluarga anda untuk mengalami di tahun 2009 dan seleanjutnya – Penggenapan Berkat-berkat!

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s