Don’t Give Up!


Pada masa lampau, suatu suku Indian di Amerika yang konon sudah punah sekarang, memberlakukan suatu uji kedewasaan yang harus dijalani oleh anak laki-laki mereka yang akan memasuki masa dewasa. Anak laki-laki yang lulus dari ujian ini akan dianggap sebagai lelaki dewasa yang memiliki hak dan tanggung jawab seperti lelaki dewasa di sukunya. Ketika saat uji kedewasaan tiba, anak laki-laki yang diuji dibawa oleh para laki-laki dewasa suku itu ke hutan yang jauh dan gelap dalam keadaan mata tertutup supaya dia tidak tahu tempat yang akan dituju.

Sesampainya di hutan yang dipilih, anak laki-laki itu diperintahkan hanya untuk diam di tempat dan menunggu sampai fajar tiba, tanpa boleh berteriak atau minta tolong sekalipun. Hanya itu syaratnya. Jika ia mampu bertahan di tempat itu tanpa berteriak atau minta tolong sampai fajar tiba, maka ia akan lulus.

Kelihatannya mudah sekali. Tapi hutan yang dipilih memang tidak main-main. Hutan yang dipilih memang hutan yang sangat gelap dan dingin. Selepas sore haripun, sudah sangat sulit untuk melihat tangan sendiri, apalagi ketika malam tiba. Belum lagi suara-suara aneh yang terdengar entah dari mana. Bintang-binatang buas seperti serigala dan beruang yang memang menghuni hutan tersebut dikenal sebagai pemangsa buas tanpa ampun.

Bagi sang anak yang sedang diuji itu, ujian itu betul-betul menakutkan. Tidak bisa melihat apapun, tempat yang dingin dan asing, tidak ada satu orang pun, tidak juga orang tuanya hadir di situ, yang ada hanya suara-suara aneh yang tidak ia kenal, juga bayangan yang menakutkan tentang serigala dan beruang yang akan menyerangnya. Setiap detik betul-betul dirasakan seperti siksaan yang luar biasa. Waktu dirasakan bergulir begitu lambat. Semakin malam, siksaan itu makin terasa dengan hawa dingin yang sangat menusuk. Jika betul-betul tidak kuat, mudah sekali berteriak minta tolong. Anak laki-laki yang tidak lulus dari ujian ini bukannya sedikit. Mereka yang tidak lulus akan sangat membuat malu keluarganya. Meskipun tidak ada hukuman yang dijatuhkan, tapi rasa malu dari kegagalan itu sangat terasa sampai kapanpun.

Ketika matahari mulai terbit, anak laki-laki itu mulai dapat melihat sekelilingnya. Rasa lega bercampur senang dan bangga membuat anak itu ingin cepat-cepat pulang ke rumahnya. Tapi sewaktu ia menegok ke belakang, alangkah terkejutnya ia ketika ia melihat ayahnya tengah berdiri tidak jauh di belakangnya dengan membentang busur dan siap menembakkan anak panahnya kapanpun juga. Rasa kaget anak itu bertambah sewaktu ia tahj bahwa ternyata ayahnya menjaga dirinya semalaman tanpa pernah tertidur sedikitpun dengan tetap siap menembakkan anak panahnya kapanpun bahaya datang hendak menyerang. Dan betapa harunya ia waktu ayahnya berkata, ”Anakku, selama menjagamu semalaman disini, ayah tidak pernah berpikir sedikitpun tentang keselamatan ayah jika ada bahaya yang menyerangmu. Ayah tidak akan pernah ragu untuk membela dan melindungimu. Rasanya ingin ayah memelukmu dan bilang padamu bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan, dan itu bisa ayah lakukan. Tapi kalau ayah melakukan itu, ayah hanya membuat kamu menjadi lemah selamanya. Jadi selama menjagamu semalaman, ayah hanya bisa berkata dalam hati: Jangan menyerah, nak, jangan takut, fajar sebentar lagi tiba.”

Mungkin kita juga sedang atau pernah mengalami ketakutan dan bertanya dimanakah pertolongan Tuhan itu. Seperti bapak dari anak Indian ini, Tuhan kita sedang bekerja di belakang layar. Ia tidak kelihatan, akan tetapi, percayalah, Dia tidak pernah meninggalkanmu. Bapa di sorga mau kita tetap berjuang, menjadikan kita pribadi yang lebih kuat. Percayalah, segala hal yang harus engkau jalani, Tuhan sedang merancangkan rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kejahatan. Bertahanlah dan jangan takut, jadilah tenang dan kuasailah dirimu. Badai pasti berlalu. Masalah datang hanya untuk singgah sebentar dan bukan untuk selamanya. Bukankah setelah hujan lebat, pelangi akan menghiasi langit biru? Demikian juga janji Tuhan, Ia akan memberikan kita kekuatan, tulang punggung yang lebih kuat untuk menjalaninya. God Bless You All! (FGCC)

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Thoughtful Stories. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s