Chuck Pierce: Tariklah Sauhmu dan Kejarlah Angin bagi Batasan yang Baru (Nov 30, 2008)


Pelayanan hari Minggu kemarin adalah salah satu momen yang luar biasa dimana Allah melawat tiba-tiba dan mulai berbicara kepada kami perihal hari-hari ke depan. Kami menerima banyak permintaan untuk FirmanNya ini sehingga kami membaginya menjadi 2 bagian, Tariklah Sauhmu dan Kejarlah Angin bagi Batasan yang baru dan Angin Perubahan akan Menghasilkan Rute Perdagangan yang Baru: Kota-Kota Pelabuhan – Awasilah Sekarang! Gunakanlah artikel ini dalam waktu doa anda. 

Inilah saatKu untuk menyalakan api kembali, mengorek bara api, dan mengembalikan api UmatKu. Aku akan memiliki Umat yang membara kembali. Inilah musim yang sama sekali baru bagimu. Inilah musim untuk menetapkan batasanmu kembali. AKU akan datang dalam hidupmu dan lingkunganmu untuk menetapkan batasanmu dengan cara baru. Aku akan meluruskan jalan yang telah kau lalui. Keuanganmu akan memiliki batasan baru. Visimu akan memiliki batasan baru, dan banyak orang akan ditempatkan di daerah baru. Caramu mengasihi dan menyatakan kasihKu akan memiliki batasan baru, karena pencobaanmu di masa lalu telah menarik emosimu yang sebelumnya berdiam di dalamKu. Hasratmu harus memiliki batasan dan keinginanmu harus dipadatkan dengan cara baru. Hal ini akan mengobarkanmu kembali. Aku harus memiliki api dalam umatKu di masa sekarang!

Aku harus mengumpulkan bara api yang telah berserakan, karena di musim lalu engkau telah berserakan di berbagai tempat. Aku akan menyatukan kembali serpihan emosi-emosimu dan membawa mereka ke suatu tempat yang baru bersamamu. Aku harus menyatukan bara api kembali agar Aku dapat meniupnya dan menjadikannya nyala api yang baru. Jangan tolak batasan yang baru. Jangan tolak jalan yang Kusediakan bagi tugas yang akan engkau jalani di musim ini. Inilah waktu untuk menyalakan api kembali. AKUlah sang api, maka beri Aku kebebasan untuk MEMBAKARMU!

Aku akan melepaskan angin yang akan meniup bara dan bara api yang mati dan meredup di dalammu. Hari ini adalah hari dimana suatu suara bergema dalam hati UmatKu. Apa yang kau dengar dalam hatimu adalah suaraKu, yang dipenuhi dengan kasihKu, kasih Bapa. 

Kukatakan padamu, angin akan berhembus pelan pada awalnya, namun di bulan Maret akan semakin keras atasmu. Terimalah angin sepoi-sepoi yang mulai berhembus hari ini yang akan mendorongmu memasuki batasan yang Kusiapkan bagimu. Jangan tolak anginKu. Jika engkau menolak anginKu dan batasan yang akan terbentuk disekitarmu, anginKu akan berbalik arah padamu. Jika engkau menerima anginKu dan batasan barumu, Aku akan menjadi lawan bagi lawanmu. Di bulan Maret, akan ada angin yang perselisihan dan pertentangan, karenanya, kakimu harus terinjak kuat. Terimalah angin lembut di awal ini, karena anginKu akan bertambah keras dan angin musuhpun akan semakin mengeras dan engkau akan melihat pusaran angin di bulan Maret. Jika engkau tidak menjejakkan kakimu dan berfokus ulang pada visimu, engkau akan terlempar keluar dari pagar yang Kupasang atasmu dan engkau akan berkata, “Bapa, aku kembali mengembara. Peperangan dan persediaan di area ini bukanlah yang kubutuhkan bagi masa depanku. Bagaimana aku bisa sampai di sini?”

Keith Pierce menerima visi pada waktu doa itu. Ia berkata, “Allah menunjukkan pada saya bahwa beberapa orang membiarkan layarnya turun. Sebagai tindakan profetik, saat anda mulai menaikkan layar anda, maka Allah akan melepaskan angin untuk mengeluarkan anda dari tempat bermasalah dan anda akan mulai meraih momentum untuk bergerak maju dengan cara baru.” Dimana belantara dan pengembaraan telah merintangi anda, Allah berkata, “Naikkan layarmu. Aku akan melepaskan angin agar engkau dapat meraih momentum di hari ini untuk memasuki kepenuhan bulan Maret, dimana akan ada raungan baru dari Singa dari Suku Yehuda. Aku membangun dan mengumpulkan umatKu hari ini agar engkau menaikkan layarmu dan mengejar anginKu. Naikkan layar pengharapanmu agar engkau tak kehilangan pengharapan bahwa Aku dapat melakukan apapun. Jika engkau menaikkan layar pengharapanmu hari ini, Aku akan mengirim angin sepoi-sepoi yang akan mengatur ulang emosi dan hasratmu di dalam batasan baru yang telah Kutetapkan. Naikkan layar pengharapanmu hari ini dan engkau akan berlayar ke suatu pelabuhan baru di hari-hari kedepan. Naikkan layar pengharapanmu hari ini.” Saya mengajak kita semua untuk meminta ampun karena mengijinkan layar kita turun di tengah masa krisis dan bukannya terus menerjang air menuju sisi sebaliknya.Saya meminta Allah untuk mengampuni kita semua karena mengijinkan pengharapan kita berkurang dan jatuh di musim yang lalu ini. Roh Allah berbicara kembali: “Aku menetapkan ulang batasanmu dan engkau harus menaikkan layarmu di batas yang baru ini karena engkau telah keluar dari batasmu yang lama. Sekarang kembangkan layarmu dengan cara baru dan perhatikan angin baru yang akan melalui batas baru yang telah Kutetapkan bagimu di bulan ini. Biarkan. Jangan khawatirkan kekosongan sumbermu. Jangan khawatirkan bagaimana engkau akan tiba di akhir musim ini. Engkau akan menaikkan layarmu di batasan baru ini dan angin akan bertiup dan engkau akan berlayar ke suatu pelabuhan yang baru.”

Janice Swinney pun membagi visi yang ia terima: Ketika Chuck mulai berdoa tentang mengangkat layar, saya melihat sebuah sauh. Tuhan berkata, “Penyesalan ibarat sebuah sauh. Banyak orang di masa-masa sekarang menjatuhkan sauh penyesalan yang menahan mereka tetap di tempatnya. Putuskan tali yang terkait di sauh penyesalanmu. Engkau akan terhanyut sedikit namun paling tidak engkau akan mulai bergerak kembaliHarapan ada di masa depan. Penyesalan ada di masa lalu. Putuskan penyesalan, agar ketika engkau menaikkan layar perahumu, anginKu akan mengejarmu dan membawamu lebih jauh daripada yang dapat engkau pikirkan, menuju tempat yang terlihat mustahil bahkan dalam mimpimu. Inilah waktu untuk menaikkan layar namun juga untuk memotong semua penyesalan agar pengharapan menjadi sauh jiwamu.”

Ketika Janice berbicara, saya teringat pada kaus yang saya kenakan di hari Sabtu, berwarna merah dan bergambar sauh berwarna emas. Saata saya berbelanja seharian, saya melihat diri saya menatap orang banyak dan memikirkan mereka dan berkata bahwa mereka akan mengangkat sauh mereka dan siap menuju pantai yang lain. Saat saya melihat seseorang, saya berkata, “Angkatlah sauhmu! Di siang hari, Allah berkata, “Perkatakan bahwa hal-hal yang telah mencela dan mengolok umatKu untuk mengganggu mereka dan membuat mereka keluar dari rancanganKu atas hidup mereka, dan membawa mereka menuju tempat dimana mereka dibingungkan atau berperang secara salah akan  mereka hadapi dengan cara baru. Perkatakan, dimana seseorang mencoba untuk tinggal dan melindungi pantainya yang lama dan menolak mendengar dan memasuki apa yang sedang Kukerjakan, ia akan menarik sauh, mengakhiri musim dan mulai mendayung ke pantai yang baru. Lihat bagaimana Aku membawamu ke batas yang baru. Perhatikan Aku menggerakkan umatKu untuk maju. Jika engkau mengatakan pada mereka untuk bangkit dan memasuki batasan baru, tak peduli seberapa kecil mereka harus memulai dari awal, Aku akan menggerakkan mereka dengan cara baru. Aku perkatakan bahwa sekaranglah waktu untuk memasuki tempat baru yang telah Kutetapkan untuk engkau masuki.  Atur kembali batasanmu bersamaKu. Naikkan layarmu, angkat sauhmu dan harapkan angin untuk berhembus. Perhatikan musim yang telah berakhir. Perkatakan pikiran-pikiran lama akan dicabut keluar. Perkatakan adanya perubahan dalam persekutuan. Relakan kerugian yang terjadi. Relakan pengharapanmu dilukai. Aku memiliki tugas yang baru bagimu. Berlayarlah ke pantai baru!”

Kami perkatakan lepasnya angun untuk membawa api Roh ke dalam hidup kita dengan cara baru. Setelah kami selesai melayani, angin bertiup dari 6 mph pada pukul 8 pagi hingga 26 mph pada pukul 1 siang. Lalu saya pergi ke supermarket Target untuk membeli dua bantal untuk rumah saya. Ketika saya keluar dari Target, hembusan angin yang keras menerbangkan salah satu bantal dan melewati tempat parkir. Orang-orang mulai berkata, “Hei, seseorang kehilangan bantal! Lihat bantal itu!, dll.” Lalu Tuhan berbicara secara pribadi kepada saya, “Aku akan memastikan bahwa engkau takkan menjadi terlalu nyaman dengan musim ini.” 

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s