Cindy McGill: “BANGKIT, Sekaranglah Waktu untuk Mengambil Posisi Anda” (Nov 3, 2008)


Kita telah memasuki masa dimana tentara Allah dipanggil untuk segera bertindak. Di dalam masa persiapan, kita telah dilatih, diberi makanan rohani, dan Allah telah mengajar kita tentang DNA KerajaanNya. Inilah saat untuk bertindak berdasarkan informasi yang telah dipercayakan kepada kita.

 

Berdoalah di dalam Iman – MEMPERCAYAI ALLAH

Ketika kita berdoa, kita harus mempercayai apa yang kita doakan dan percaya bahwa kita akan menerimanya (Mat. 21:22). Doa yang dipenuhi iman mengerjakan banyak hal. Allah mencari iman, digerakkan oleh iman, disenangkan oleh iman, dan merupakan dasar dari perbuatan kasih. Di dalam doa tanpa khawatir, dengan permohonan dan UCAPAN SYUKURlah, Allah mengetahui permohonan kita. Lalu damai sejahtera yang melampaui segala akal akan menjaga hati dan pikiran kita (Fil. 4:6).

Kita bukanlah umat yang penakut, namun umat yang memiliki iman di dalam Dia yang berperang bagi kita. Kita tak gentar untuk bertindak. ALLAH MASIH MEMEGANG KENDALI. Sepanjang Alkitab, kita melihat bagaimana Allah menundukkan raja-raja yang jahat, mempromosikan umatNya sendiri di masa-masa kritis. Ia tidak berubah. Allah memiliki orang-orang dalam hatiNya untuk berdiri di hadapan raja-raja dan memberikan nasihat dan kebijaksanaan ilahi di masa-masa strategis.

2 Taw. 16:9 berkata, “Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan.”

Allah kini mencari umat yang mau mendengarNya, berjalan dalam iman, dan segera bertindak.

Meresponi Iman versus Bertindak Impulsif

Saya baru saja kembali dari Korea Selatan, dan saat berada di sana, saya mendapat 3 mimpi profetik. Saya juga merasa bahwa Allah sedang bersiap melahirkan sesuatu di Korsel yang akan berdampak bagi dunia. Doa mereka yang tanpa henti dan rasa lapar akan Allah menarik perhatian Surga, dan umat Korea sedang ditempatkan untuk bertindak dan membawa isi hati Allah.

Pada mimpi pertama, Allah memerintahkan saya untuk mengecoh iblis. Allah akan berkata pada saya, “Lakukan ini dan ia akan lakukan itu,” dan di mimpi itu saat saya menaati Allah, iblis jatuh ke dalam rencananya dan kalah. Kita duduk bersama Allah di tempat mahatinggi dan memiliki keuntungan melihat dari sudut pandangNya. Perintah kita harus datang dari markas besar agar efektif dalam peperangan. Allah memberi tahu apa yang harus kita lakukan, kapan melakukannya, dan Ia langsung berada di depan kita untuk memberi kita kemenangan.

Di mimpi berikutnya, saya melihat orang-orang yang hanya duduk-duduk di beranda dan tangga depan gedung. Mobil mereka menutup jalan umum, dan menghalangi mobil lain datang dan pergi. Saya meminta mereka untuk berpindah dan berkata, “ANDA TIDAK MEMILIKI WAKTU BANYAK SEPERTI YANG ANDA PIKIR.” Inilah panggilan untuk “SEGERA BERGERAK.”

Mandat telah ditetapkan agar kita saling bersatu dan bertindak. Jangan pandang kelemahan kita, namun lihatlah kekuatan Allah bagi kepentingan kita. Ia bisa dan akan melakukan apa yang kita tidak bisa lakukan.

Mimpi ketiga adalah melihat “GAMBAR BESAR,” saat saya dan beberapa teman dihalangi berkumpul menonton TV layar lebar di pondok di resort. Terdapat visi korporat yang harus kita lihat. Allah memiliki sesuatu untuk ditunjukkan kepada kita dan kita harus menekan untuk dapat melihatnya. Mungkin akan ada rintangan di depan kita, namun jika kita tidak menyerah, kita akan mendapat keuntungan untuk secara bersama-sama melihat apa yang hendak Allah tunjukkan pada kita.

Inilah waktu untuk menggabungkan gereja kita, persekutuan kita dan teman-teman kita untuk mencari Allah bersama-sama. Kita harus melintas antar denominasi dan mencari Allah bersama-sama. Allah ingin menunjukkan sesuatu kepada kita semua dan berkatNya selama kita memiliki kesatuan. Itu adalah VISI yang BESAR dan kita akan melihatnya bersama-sama.

Lumbung-lumbung Finansial adalah Milik Allah

Dunia tidak memiliki uang, ALLAHlah pemiliknya (Hag. 2:8). Selama beberapa tahun terakhir, Allah telah mengajar kita kemakmuran, agar kita bijaksana atas apa yang Ia percayakan kepada kita. Jika kita setia pada hal-hal kecil, maka hal-hal besar akan menyusul – dan dapat, bahkan kemungkinan besar akan terjadi dalam semalam. Mzm. 37:25 berkata, “Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti.”

Kerajaan Allah tidak bergantung pada institusi keuangan manusia. Jika kita tidak cinta uang, Allah dapat dan akan mempercayakan kita dengan sumber-sumber Kerajaan agar berlaku di bumi. Rumah-rumah dan tanah-tanah dapat terbuka bagi kita tanpa kita perlu mengusahakan apapun. Allah sedang menempatkan umatNya di tempat-tempat strategis di hari-hari ke depan. Ia memelihara kita.

Setahun lalu, Allah memberi tahu saya bahwa saya tidak siap menghadapi bencana. Saya tidak mengingatnya, namun saya sadar bahwa saya harus mulai menyiapkan hal-hal seperti air, senter, selimut, baterai, makanan, P3K dll bagi hari-hari yang tak pasti di masa depan. Kita dapat melakukan beberapa hal yang menjadi bagian kita untuk menolong diri kita, keluarga kita, tetangga kita dan yang lainnya di saat sesuatu terjadi di luar kendali kita.

Di Hari-hari Mendatang, Kita Akan Menjadi Lebih Tersembunyi

Saya melihat Tubuh Kristus akan menjadi seperti secerdik ular dan sejinak merpati. Akan banyak hal untuk dilakukan “dibawah radar” – hilang dari pandangan manusia – untuk membebaskan mereka yang tertawan. Di Alkitab, kita membaca kisah-kisah dimana Yesus secara tegas memperingatkan orang-orang untuk tidak memberitahu mujizat yang Ia perbuat. Ia tahu bahwa perhatian dan ketenaran akan menghalangi pelayananNya. Ada waktu untuk berbicara, ada waktu untuk berdiam.

Strategi dari Surga kerap membawa kita ke jalan-jalan menurun yang tampak di luar kebiasaan, tapi jika kita hanya akan memandang Allah dan tidak bersandar pada pengertian kita sendiri, Ia akan menunjukkan jalan-jalan kita di saat yang tepat, pada orang yang tepat, dengan otoritas yang tepat untuk membuka pintu yang tepat, dan akan berdampak mengubah dunia. Posisi sembunyi dan sikap “nameless, faceless” akan menjadi semakin umum dan akan mengerjakan banyak hal. Agama bertambah keras, namun Roh memberi hidup dan kebebasan.

Pengendalian Diri, Kasih dan Kelemahlembutan

Yesus berkata orang yang lemah lembut akan mewarisi bumi. Kita tahu bahwa kelemahlembutan adalah “kuasa mengendalikan.” Pengendalian diri adalah senjata utama di hari-hari mendatang. Kita harus menampilkan sifat Allah saat membawa kuasaNya. Belas kasihan akan mengalahkan penghukuman. Saya suka kisah dan hati Allah di Luk. 9:51-56, ketika Yakobus dan Yohanes ingin menyuruh api turun dari Surga untuk membinasakan mereka yang tidak mau menerima Yesus. ResponNya adalah:

“Akan tetapi Ia berpaling dan menegur mereka, kataNya, ‘Engkau tidak tahu dengan kuasa roh apa engkau berkata-kata. Karena Anak Manusia tidak datang ke dalam dunia untuk menghancurkan dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.’ Lalu mereka pergi ke desa lain.”

Dapatkah hal ini berarti bahwa KITA TIDAK TAHU KUASA APA YANG KITA MILIKI?

Kemurahan hati Allah masih menjadi faktor yang paling utama yang menyebabkan hati manusia bertobat. Jika kita tidak menanggung hati Allah, yang DIGERAKKAN oleh belas kasihan dan kasih karunia, maka kita akan bertindak dengan roh yang berlawanan dengan roh Kristus. Walau benar bahwa seseorang tanpa Kristus dalamnya akan masuk ke dalam lautan api, ini bukanlah tindakan yang tepat bagi kita untuk menolong jiwa-jiwa bertemu Allah, yang SANGAT MENGASIHI DUNIA.

“Asuransi api” bukanlah cara yang paling efektif untuk menantang orang berkenaan dengan iman mereka. Kasihlah yang menjadi jawaban pencarian manusia selama ini, bukan penghakiman.

Hari-hari Kedepan Sangatlah Berat – Namun Allah Beserta Kita

Kita telah dijanjikan perlindungan dan penghiburan saat kita menentramkan hati kita, berdoa di dalam iman, tetap tinggal tenang, menerapkan strategi-strategi Allah bagi kehidupan kita, hidup dalam kesatuan dan penyembahan, dan karenanya Allah akan mendengar dan menjawab doa kita.

Ini bukanlah saatnya untuk terpecah, namun singkirkan perbedaan-perbedaan sepele dan mulailah bersekutu bersama-sama untuk mencari wajah Allah bagi bangsa kita, keluarga kita, kota kita dan gereja kita. Maka rancangan Allah akan berhasil.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s