Catherine Brown: “Visi tentang Yesus – Rasul dan Imam Besar Kita” (Oct 31, 2008)


Penglihatan perihal Apostolos

Dalam suatu penglihatan baru-baru ini, saya melihat Tuhan Yesus membawa sesuatu yang berharga di tanganNya. Sewaktu saya melihat lebih dekat, ternyata itu adalah kata “apostolos.” Saat Yesus berjalan menjauh, saya melihat kata yang sama tertulis di jubah yang Ia kenakan. Kata apostolos tersebut nampak seperti api yang keluar dari jubahNya namun tidak membakar jubahNya.

Apostolos diterjemahkan dari bahasa Yunani yang berarti “rasul.” Strong’s Concordance menyebutnya: seorang utusan, duta Injil, resminya adalah komisioner Kristus (“rasul”) (dengan kuasa yang dahsyat): rasul, pembawa pesan, ia yang diutus.

Sebagai “seseorang yang diutus”, seorang rasul ditunjuk (mis. diutus Allah), untuk memasuki “kantor” rasul. Kantor rasul adalah baik jabatan raja dan imam dimana orang tersebut dipisahkan – mis. diurapi oleh Roh Kudus untuk melayani tugas kerasulan, ditahbiskan, dan ditugaskan sebagai pelayan kerasulan. Tugas kerasulan memiliki prioritas untuk pertama-tama melayani Allah, dan selanjutnya melayani dalam pemberitaan Injil dan doa.

Rasul ditahbiskan untuk berkhotbah (1 Kor. 1:17); menjadi utusan Kristus (2 Kor. 5:20; Ef. 6:20); menjadi saksi bagi segala bangsa (Luk. 24:47) dan menjadikan semua bangsa muridNya (Mat. 28:19). Rasul adalah pencinta Yesus Kristus yang radikal yang mengerti bahwa mereka telah dipercayakan aspek keilahian Kristus yang kudus dan berharga, dan telah dicangkokkan ukuran kasih karuniaNya untuk menggenapi panggilan tertinggi mereka (Ef. 3:2).

Domba Allah – Korban Bakaran

Allah memerintahkan bangsa Israel agar api di atas mezbah harus dijaga supaya terus menyala dan jangan dibiarkan padam (Im. 6:12). Penulis kitab Ibrani menggambarkan Yesus sebagai Rasul dan Imam Besar kita (Ibr. 3:1) yang menjadi Domba Allah yang dikorbankan, tak bercacat, tak bersalah untuk menebus dosa-dosa manusia.

“Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: “Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki–tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku–Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan. Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang;dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku.” (Ibr. 10:5-7)

Penglihatan tsb menyingkapkan Allah dalam tugasNya sebagai Rasul dan Imam Besar. Yesus membawa pelayanan kerasulan dan di saat yang sama dikenal sebagai seorang Rasul. Jubah rasul ada di pundakNya dan berbicara tentang otoritas kantor rasul, demikian juga penglihatan tsb menyingkapkan aspek kerasulan di dalam tugas sebagai raja. Kantor rasul adalah panggilan tertinggi dan merupakan seseorang yang telah dibaptis di dalam pengorbanan dan ketaatan terhadap Bapa.

Saat Yesus menuju kayu salib, punggungNya terluka karena menanggung dosa-dosa kita; Ia membawa jubah rasulNya saat Ia mati di kayu salib sebagai Juruselamat dunia. Di dalam tubuhNya, Kristus melepaskan kantor kerasulan sebagai hadiah bagi dunia; kantor rasul membawa Kristus di dalam tubuhNya untuk menggapai dunia. Semua kerasulan menemukan artinya di dalam Yesus sebagai Rasul, yang diutus Allah untuk menjadi Juruselamat (1 Yoh. 4:14).

Gerakan Rasul Di Jaman Modern – Papan Penunjuk Kasih Allah yang Membara

Dalam penglihatan saya, Allah melangkah maju dengan memegang kantor rasul di tanganNya yang terbakar dengan api kudus. Tindakan melangkah maju ini berbicara tentang momentum terus-menerus dan gerakan berkelanjutan. Kantor rasul berada dimana-mana, kudus dan diadakan oleh Gereja, Tubuh Kristus. Allah telah membayar harga yang mahal bagi penebusan kita, dan hal ini mencakup 5 jawatan, dimana jubahNya diimpartasikan bagi Gereja ketika Ia naik ke Surga (Ef. 4:11).

Gereja membutuhkan rasul agar ia tetap melangkah sesuai dengan rancangan dan rencana Allah. Rasul meletakkan dasar yang atasnya akan dibangun oleh yang lainnya untuk menggenapi destiny Kerajaan; rasul menolong gerakan kaum bapa dan memobilisasi orang-orang kudus di semua bangsa. Rasul mendapatkan kasih karunia dan perkenanan untuk mengumpulkan dan menyatukan di bawah pengurapan Roh Kudus dengan tujuan menyingkapkan Kristus dan KerajaanNya di bumi. Ada beberapa strategi pendelegasian dan agenda ilahi tertentu yang hanya bisa dan akan dilepaskan dan dituntaskan ketika Gereja menerima pelayanan rasul.

Di dalam penglihatan tentang kata apostolos yang tidak terbakar oleh api kudus, ditetapkan bahwa api Allah membakar segala sesuatu yang tidak kudus, dan kita tahu bahwa kantor rasul adalah pengecualian. Hal ini berbicara tentang sifat panggilan kerasulan yang dikuduskan, dimana syaratnya adalah berjalan dengan kerendahan hati secara terus-menerus dan mengandalkan Allah bagi mereka yang terpanggil untuk berjalan dalam kerasulan. Api menyucikan, dan rasul sering menjalani persiapan yang intens untuk siap menanggung dan menjalankan tanggung jawab yang dipercayakan dengan kantor yang kudus dan diurapi dengan anugerah ini.

Kini, banyak rasul jaman ini yang “bersembunyi,” mis. dipersiapkan untuk diutus di masa seperti saat ini. Saya percaya Allah sedang melepaskan karunia pada jubah rasul di masa sekarang dan gerakan kerasulan baru maju di bumi sebagai ketaatan pada panggilan Kristus.

Sementara Alkitab mengajarkan kita  tentang pelayananan rasul Yesus yang ditandai dengan “tanda, mujizat dan kuasa” (2 Kor. 12:12), kebenaran yang paling pedas adalah bahwa rasul asli yang ditunjuk Allah tidak mementingkan “penampilan”, mencari ketenaran atau hormat manusia, karena hidup mereka tersembunyi di dalam Kristus dan mereka sendiri merupakan tanda kasih Allah bagi dunia.

Alfa dan Omega

Penglihatan yang menunjukkan Yesus di “tempat pertama” sebagai Rasul (dengan pengurapan kerasulan), juga menyingkapkan Kristus di “tempat terakhir” sebagai Rasul. Kedua aspek ini menunjukkan Allah sebagai Alfa dan Omega. Pelayanan kerasulan adalah pelayanan pendahuluan “kerajaan” untuk membuka wilayah baru bagi pekabaran Injil, dan memiliki sikap menjadi “yang pertama dan terakhir,” bahkan rela memberikan hidupnya bagi kemartiran.

Pelayanan kerasulan harus memiliki komitmen pantang mundur untuk membuka ladang dan menabur benih Allah untuk ditanam, dirawat dan bertumbuh dalam kedewasaan penuh di hati pria, wanita dan anak-anak di seluruh dunia. Dalam aspek kerasulan, sangatlah penting untuk diperhatikan bahwa rasul harus memiliki bidang pengaruh yang telah ditetapkan Allah, “Sebaliknya kami tidak mau bermegah melampaui batas, melainkan tetap di dalam batas-batas daerah kerja yang dipatok Allah bagi kami, yang meluas sampai kepada kamu juga” (2 Kor. 10:13).

Meskipun begitu, tugas kerasulan adalah memiliki keinginan yang tak henti-hentinya untuk membuka daerah yang belum terpatok bagi kemuliaan Allah, “Kami tidak bermegah atas pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain di daerah kerja yang tidak dipatok untuk kami. Tetapi kami berharap, bahwa apabila imanmu makin bertumbuh, kami akan mendapat penghormatan lebih besar lagi di antara kamu, jika dibandingkan dengan daerah kerja yang dipatok untuk kami. Ya, kami hidup, supaya kami dapat memberitakan Injil di daerah-daerah yang lebih jauh dari pada daerah kamu dan tidak bermegah atas hasil-hasil yang dicapai orang lain di daerah kerja yang dipatok untuk mereka.” (2 Kor. 10:15-16).

Paradigma Kerasulan

Pelayanan kerasulan adalah kantor pemerintahan “pertama” menurut 1 Kor. 12:28 dan Ef. 4:11, artinya, otoritas dan kasih yang luar biasa yang dimiliki Allah dipercayakan bagi mereka yang disebut rasul. Ini bukanlah pelayanan berdasar hierarki, tapi seseorang yang melayani dalam kepemimpinan yang diurapi. Rasul dididik oleh Roh Kudus untuk tidak berkompromi dengan value-value Kristus.

Ef. 4 menyingkapkan hati Allah bagi kelima jawatan untuk bekerja dalam kesatuan, “satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua,” agar Gereja memperoleh kepenuhan Kristus. Dengan semakin dibutuhkannya rasul akhir jaman, Gereja akan mengalami perubahan paragidma dalam model/tren kepemimpinan dan kerasulan akan semakin meningkat dalam hal fungsi, pelayanan dan karakternya.

Hal-hal yang ada di dalam tangan Allah haruslah dianggap bernilai, dan ketika Allah menghembuskannya, mereka berlipat ganda seperti manna bagi bangsa-bangsa. Karunia yang mengalir dari tangan Kristus dikuduskan di dalam bekerja, bersaksi, menyembah dan berjalan bersamaNya. Contoh dalam hal ini, tangan Juruselamat kita memegang kantor rasul.

Karunia kerasulan adalah hadiah bagi Tubuh Kristus, dan ketika Gereja menerima rasul – disana akan ada percepatan aktivitas Kerajaan dalam hal pertumbuhan gereja, membangun Tubuh Kristus, menerima strategi pewahyuan dan cetak biru surgawi, bersama kemampuan untuk menanggung peperangan rohani dalam doa kerasulan di tingkat antar-benua.

Ditahbiskan oleh Allah

Aspek kerasulan pemerintahan memampukan Gereja untuk berkuasa dan memerintah dengan keefektifan penuh sebagai wakil Kristus di dunia. Tanpa pemerintah, suatu negara akan segera jatuh ke dalam anarkis. Dengan hal yang sama, Allah dalam kebijaksanaanNya telah memutuskan bahwa pemerintahanNya harus diteruskan di pundak rasul bersama karunia para nabi, penginjil, gembala dan pengajar. Para tua-tua, diaken dan uskup juga menolong menjalankan tanggung jawab pemerintahan dalam jemaat lokal.

Sebagai pelayanan pelopor (aspek lain dari menjadi “yang pertama”), kerasulan adalah hadiah kasih karunia Allah bagi Gereja untuk memampukannya berkuasa/melayani dan bertumbuh didalamNya. Otoritas kerasulan diberikan Allah untuk melindungi domba-dombaNya dan menyediakan instruksi kebapaan, perlindungan dan arahan.

Terang Kerasulan

Aspek lain dari api adalah memberikan terang. Sejak awal Allah berkata, “Jadilah terang” (Kej. 1:3). Terang membawa penyingkapan dan pewahyuan. Yesus berkata, “Akulah terang dunia” (Yoh. 9), dan menyembuhkan seorang pria yang buta sejak lahirnya di kolam Siloam. Siloam artinya “diutus.”

Yesus, Terang dunia, diutus BapaNya dan mencelikkan mata seorang buta. Terdapat hubungan ilahi antara diutus dan mampu membawa pewahyuan baru dari hati Allah Bapa, kuasa pekerjaan ajaibNya dan hal-hal Kerajaan untuk menjadi suatu persepsi yang benar dan dapat diakses.

Kristus membuka mata yang buta baik secara jasmani dan rohani. Sebaliknya, Yesus berbicara pada orang Farisi bahwa mereka buta akan kebenaran. Pelayanan kerasulan membawa terang pewahyuan dan berbicara dengan otoritas untuk membongkar pola pikir agamawi dan sekutu iblis yang menolak otoritas Kristus.

Untuk melebihi Sang Tuan, rasul diutus dengan gaya hidup yang benar dan panggilan ilahi untuk menjadi terang bagi Gereja, dan Gerejapun dipanggil untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa, sama halnya dengan Israel dipanggil menjadi terang bagi orang-orang non-Yahudi.

Yesus berkata, “Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang” (Mat. 5:16). Pelayanan rasul diadakan untuk bersinar di kegelapan agar Allah dapat menggerakkan kuasa kreatifNya dan menyusun ulang destiny individu-individu, komunitas-komunitas, gereja-gereja dan bangsa-bangsa agar sejalan dengan keinginanNya dan FirmanNya.

“Bapa, dengan ketaatan yang rendah hati, aku berdoa dengan otoritas kerasulan bagi mereka yang terpanggil menjadi rasul-rasul untuk maju di dalam nama Yesus, sehingga GerejaMu memasuki panggilan kasih karunia dan perkenanan yang baru, agar semua kemuliaan hanya bagi namaMu. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s