Paul Keith Davis: “Allah Bersemayam atas MempelaiNya – Waktu untuk Akselerasi, Berbuah-buah dan Perkenanan” (Sep 27, 2008)


Pengantar
Pada senja September 29 kita memasuki Rosh Hashanah, diikuti dengan Hari Pendamaian dan Hari Pertemuan Kudus. Meski hari-hari raya yang diuraikan pada Perjanjian Lama ini dialami oleh orang Israel asli, mereka terus menerima arti profetik bagi generasi mereka sekarang.
Selama bertahun-tahun kami telah mengamati pewahyuan dan pengertian kunci yang terjadi pada Hari-hari Raya Alkitabiah. Meski kami tidak berada di bawah otoritas hukum, kami tetap mewaspadai hari-hari ini dan melihat bagaimana waktu dan musim-musim Allah disingkapkan. Kami percaya bahwa musim berikut ini akan sungguh menjadi waktu bagi akselerasi, berbuah-buah dan perkenanan bagi mereka yang telah menempatkan dirinya menurut standar Allah.
Siklus tujuh tahun akan segera berakkhir dan akan memulai siklus tujuh tahun yang baru. Banyak arahan di musim ini akan ditentukan oleh umat Allah. Hal ini benar adanya secara rohani, politik dan ekonomi. Saat kita belajar berdiri sebagai perantara dan melatih otoritas Allah secara layak atas doa, pujian dan perkataan profetik, maka kita akan melihat jelas demonstrasi Roh yang bekerja di setiap area hidup kita.
Kita tidak akan terguncang oleh berita media atau keadaan dunia. Kita adalah warga Kerajaan Allah yang tak bisa tergoncangkan. Inilah waktu bagi ktia untuk:
“Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.” Yesaya 60:1-2
Salam Tuaian Akhir Jaman,
Allah Bersemayam atas UmatNya
Bagi seluruh Tubuh Kristus sata kata yang konsisten ditekankan untuk menjelaskan posisi kita masa kita pada sejarah Gereja adalah – Transisi.
Semakin waktu berjalan, pandangan kita semakin jelas akan setiap perubahan yang terjadi dan bagaimana seharusnya Mempelai Kristus menempatkan dirinya. Jelas, kita sungguh bersyukur atas setiap pencurahan rohani yang terjadi di tahun-tahun terakhir ini. Meski demikian, kami juga mengamati belum ada satupun “revival” yang dijanjikan tergenapi bagi jaman ini ataupun penggenapan dari pelayanan yang selami ini kita jalani.
Transisi ini dapat dengan mudah dikenali dengan masa-masa penting dalam sejarah bangsa Israel dan komitmen mereka untuk menyembah Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Hari Pondok Daun, juga dikenal sebagai Hari Raya Pengumpulan Hasil, adalah hari raya terakhir pada bulan ketujuh yang dilambangkan dengan musim sekarang.
Dengan berakhirnya tahun panen yang berpusat pada pengumpulan hasil usaha, bangsa Israel menyisihkan waktu untuk perayaan dan bersukacita. Berdasarkan perintah Allah, mereka harus meninggalkan tempat kediaman mereka dan membangun tempat sementara untuk mereka tinggali sebagai gambaran profetik bahwa Allah sendiri berdiam dalam musim yang singkat bersama umatNya sebelum Ia datang untuk menetap selama-lamanya.
Allah berbicara kepada saya secara mendalam di tahun 1994 tentang pentingnya Bait Allah di tengah-tengah puasa yang diperpanjang. Kini, 14 tahun kemudian, saya melihat banyak hal yang Allah bicarakan saat itu menuju kegenapannya.
Tiga Kali Dalam Setahun
Tiga kali dalam setahun bangsa Israel wajib berkumpul di Yerusalem untuk merayakan Hari Raya Allah. Baik Paskah, Pentakosta dan Pondok Daun, ketiganya dirayakan diantara siklus tuaian. Didalam mereka terdapat pengertian profetik untuk menolong menunjukkan posisi dimana kita berada di dalam sejarah dan apa yang harus dilakukan oleh umat Allah.
“Kaupeliharalah juga hari raya menuai, yakni menuai buah bungaran dari hasil usahamu menabur di ladang; demikian juga hari raya pengumpulan hasil pada akhir tahun, apabila engkau mengumpulkan hasil usahamu dari ladang. Tiga kali setahun semua orangmu yang laki-laki harus menghadap ke hadirat Tuhanmu TUHAN.” Keluaran 23:16-17
Hari Raya Bulan Pertama – Paskah
1. Hari Raya Paskah
2. Hari Raya Roti Tak Beragi
3. Hari Raya Buah Sulung
Hari Raya Bulan Ketiga – Pentakosta
1. Hari Raya Tujuh Minggu
Hari Raya Bulan Ketujuh – Pondok Daun
1. Hari Raya Peniup Nafiri
2. Hari Raya Pendamaian
3. Hari Raya Pondok Daun
Pelaksanaan Darah
1. Pada Paskah, darah dipercikkan pada pintu rumah.
2. Pada Pentakosta, darah dipercikkan pada bangsa Israel dan kitab perjanjian dibacakan.
3. Pada Pondok Daun, darah dipercikkan sebanyak tujuh kali pada Kemah Pertemuan.
Israel Rohani
Jelas, Gereja Allah adalah bangsa Israel secara rohani. Sejarah yang dialami bangsa Israel memberikan berbagai gambaran akan apa yang terjadi pada Jaman Gereja. Mulanya terjadi secara alamiah, lalu dilanjutkan secara rohani, yang tertulis dalam 1 Kor. 10:11 dan 1 Kor. 15:46:
“Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.”
“Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah (bangsa Israel); kemudian barulah datang yang rohaniah.”
Demikian juga setiap Hari Raya (HR) harus dialami dan disingkapkan bagi dan melalui umat Tuhan. Terdapat berbagai bukti historis yang melimpah dari Perjanjian Baru yang menegaskan bahwa dua dari tiga HR tahunan Allah ini telah tergenapi oleh Kristus dan GerejaNya. Kini kita berada di ambang penggenapan HR terakhir yang akan mengantarkan kedatangan Yesus kembali. Inilah HR bulan ketujuh atau Hari Raya Pondok Daun – HR Pertemuan Kudus.
Tuaian Akhir Jaman
Kita hidup di hari-hari tuaian terakhir. Yesus berkata bahwa pada musim tuaian terakhir Ia akan mengirimkan “malaikat-malaikatNya” – untuk mengumpulkan semua segala sesuatu yang menyesatkan dan melakukan kejahatan agar orang-orang benar akan bercahaya seperti dalam Kerajaan Bapa kita (Mat. 13:41 & 43).
HR Pondok Daun juga disebut dengan HR Perhentian. Seperti yang dijanjikan oleh Ibr. 4:9-11:
“Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya. Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.”
Kita Ingin Bertemu Yesus
Dalam Yoh. 12:20-24, tertulis bahwa dua murid Yesus memberitahuNya bahwa beberapa orang Yunani berkata, “Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus.” Ia menjawab:
“Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.”
Hal ini akan dialami generasi hari terakhir yang akan berkata, “kami ingin bertemu Yesus”.
Allah bernubuat dalam Mat. 13 bahwa akhir jaman akan menjadi tuaian besar dan benih yang baik adalah “anak-anak Kerajaan.” Hal ini hanya bisa terjadi jika Roh Allah benar-benar termanifestasi dan bersemayam di dalam kumpulan MempelaiNya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang besar. Maka generasi ini akan “bertemu Yesus” secara nyata dan membawa kegenapan bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi seperti yang dinubuatkan Paulus dalam Roma 11.
Bebas Ragi
Ketika Allah mendapati bahwa Ia berdiam di dalam kita, kita akan mendapati janji-janji kita aman dari segala susah payah yang meletihkan kita, baik secara emosional dan rohani. Di musim inilah kita akan menjadi sangat berkelimpahan. Hanya Pentakostalah HR yang mengijinkan adanya ragi. Ragi adalah simbol pengajaran, roh agamawi dan berbagai hal-hal yang salah.
HR Pondok Daun termasuk di dalamnya Peniup Nafiri adalah gambaran profetik dari panggilan bagi pertemuan Kudus dan persiapan bagi penyucian dan pembersihan diri. HR Pendamaian dan HR Pengumpulan Hasil secara profetik menetapkan pekerjaan akhir Yesus di bumi sebelum kedatanganNya yang kedua kali ke bumi.
Tuaian jiwa-jiwa yang terankhir sebelum kedatangan Yesus akan memanggil semua Orang-orang Kudus datang menghadap Allah dan menyempurnakan Gereja dengan kuasa darah penebusan. Dengan demikian, hal ini menggenapi doa Rasul Paulus yang berkata, “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.” (1 Tes. 5:23).
Kegenapan HR Bulan Ketujuh akan meluap dan melimpah di hari ketujuh Allah, dimana Kerajaan Kekal akan berlangsung seribu tahun lamanya.
Sanctified in Truth
Bukan pada HR Paskah maupun Pentakosta, melainkan pada HR Pentakostalah, kebenaran Firman akan dibukakan, dibacakan dan diungkapkan bagi umat Allah. Inilah gambaran rahasia-rahasia Kerajaan Surga yang disingkapan untuk memberikan pengertian dan pengetahuan yang menyebabkan kita “akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.” (Daniel 12:3).
Nubuatan nabi Daniel dengan jelas merujuk pada musim sekarang dimana kitab yang sebelumnya disembunyikan berdasarkan perintah Allah, saat ini akan disingkapkan dan dibaca oleh mempelai dari generasi akhir jaman sehingga pengetahuan akan bertambah. Sekaranglah waktunya bagi kita untuk menggenapi perintah profetik berdasarkan Wahyu 10:11 dan mengambil kitab yang terbukan itu dari tangan Allah, membacanya dan “harus bernubuat lagi kepada banyak bangsa dan kaum dan bahasa dan raja.”
Kebenaran-kebenaran rohani disingkapkan melalui HR Paskah dan Pentakosta; namun melalui HR Pondok Daunlah Kebenaran yang lengkap dan sejati akan muncul bagi Mempelai Alah yang menjadikannya bersinar terang bagi bangsa-bangsa. Ini dilakukan demi mempersialkan dirinya di hadapan Allah dan “untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.” Ef. 5:26-27

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s