Sandie Freed: “Hidupilah Hari Ini! Menghormati Bulan Yahudi Tishrei dan Tahun Baru” (Sep 12, 2008)


Hidupilah Hari Ini

Beberapa hari lalu, saat saya menelepon putri saya, Kim, ia mengatakan sesuatu yang “teramat profetik.” Ia berkata, “Ibu tahu, aku sudah berniat untuk menjalani setiap hari dalam hidupku dengan sepenuhnya. Biar bagaimanapun pun, hidupilah hari ini!

Sepanjang tahun ini, bagi saya seperti yang kebanyakan anda alami, adalah salah satu tahun tersulit bagi hidup saya. Saudari saya dan saya baru saja ditinggalkan ibu kami, menantu saya terkena tumor otak, dan secara ekonomi, inilah musim yang menantang bagi kami selama 20 tahun ini. Bahkan saat menulis ini, saya sedang terkena bronchitis (yang ke-4 dalam tahun ini!).

Beberapa sahabat saya telah menguburkan orang-orang terkasih mereka, terkena PHK, dan menghadapi masalah yang sangat pelik. Sungguh, sekarang adalah “tahun krisis” bagi kebanyakan kita! Meski begitu, kita harus selalu ingat bahwa Allahlah yang mengatur dan hidupilah hari ini.

Setiap hari layak menerima awal yang baru. Allah kita adalah Allah perjanjian dan kita tidak boleh mengijinkan ketidakpercayaan berakar di hati kita atau kita akan kehilangan keberanian. Ketika kita tidak “termotivasi,” kita kerap kehilangan “keberanian” kita menghadapi masa depan.

Bulan Yahudi Elul

Saat ini kita berada di bulan “Elul,” yaitu mulai dari Sept 1 – 29, 2008. Bulan Elul adalah waktu untuk pertobatan, anugerah, dan pengampunan. Saya mendengar Allah berkata bahwa secara profetik, kita berada di musim covenant dan kerendahan hati. Hal ini berarti Allah menghendaki kita untuk membuang harga diri dan merangkul kerendahan hati. Saat kita bertobat dan meminta pengampunan, kita akan merangkul Tahun Baru dengan ekspektasi besar (Tahun Baru Ibrani Rosh Hashanah dimulai pada senja September 29, 2008.)

Yang Lama Telah Mati Agar Kita Dapat “Melihat” Raja Di Atas TakhtaNya

Saya mendengar Allah berkata: “Bernubuatlah dan katakan pada umatKu untuk membaca Yes. 6:1 dan hafalkan. Ayat 1 adalah kunci untuk membuka tahun baru mereka.”

“Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.” Yes. 6:1

Pesan dari ayat ini adalah “tinggalkan semua yang lama dan rangkullah hal-hal yang baru.” Umumnya, harus ada kematian atas semua yang lama untuk maju memasuki hal-hal yang baru. Namun kali ini, saat Allah berbicara kepada saya, hal ini melibatkan “timing.” Dengan kata lain, waktu kairos, adalah “tahun” dimana hal-hal yang lama harus mati agar kita dapat “melihat” Raja di atas takhtaNya.

Sang Raja sedang menegakkan KerajaanNya dan “tahun” yang lama harus mati! Kerajaan Allah, ketetapanNya dan pemerintahanNya harus ditegakkan. Pemerintahan Saul telah usai. Saul mewakili orde lama. Hal ini juga melambangkan kerajaan yang dibangun oleh manusia, sikap keras kepala, harga diri dan sifat yang berpusat pada diri sendiri.

Allah mencari para Daud, yaitu mereka yang mencari hatiNya. Bagi mereka, Allah telah dan akan melepaskan Kunci Daud untuk membuka pintu masa depan. Inilah musim kita untuk mengambil kunci Kerajaan dan secara profetik berbicara pada pintu-pintu tertutup yang menghalangi destiny kita. Kitapun, dapat mengakses Kunci Daud dan memuji-muji jalan menuju kemenangan kita.

Raja Uzia mati bagi Yesaya agar ia dapat melihat Allah, dan “Uzia” kita harus turut mati bersama musim yang lama. Yesaya adalah seorang yang berpendidikan dan kemungkinan berasal dari keluarga yang cukup berada. Menariknya, dikatakan ia berasal dari suku Yehuda. Yesaya tidak mendapatkan tugas apapun hingga Uzia mati! Banyak dari kita menanti lepasnya kita memasuki musim yang baru. Sudah matikah Uzia kita?

Uzia berarti “Allah adalah kekuatanku.” Kebanyakan pemerintahannya mencerminkan hal ini. Namun, suatu hari, ia membuat kesalahan fatal. Ia dengan tinggi hati memasuki bait TUHAN dan membakar ukupan di atas mezbah. Ini bukanlah otoritasnya. Ia tidak diurapi ataupun diutus untuk melakukan hal itu. Ia selalu rendah hati, hingga hari itu! Betapa mudahnya kita lupa bahwa kita bukan siapa-siapa ketika Allah mengangkat kita! Harga diri akan membutakan kita jika kita tidak waspada.

Tahun Baru untuk Mengganti Jubah Kita

Yang terkasih, kita harus mencari Allah agar harga diri dan tinggi hati mati di tiap tahun yang berlalu. Menurut Kalender Ibrani, Tahun Baru dimulai dengan bulan Tishrei pada akhir September. Inilah bulan dimana “kita harus menjadi kuat, suatu awalan (yang baru), dan bulan reruntuhan.”

Saya yakin bila kita mengambil waktu di September ini untuk bertobat dari harga diri kita, kita akan maju dengan kokoh memasuki tahun baru kita. Harga diri memiliki banyak wujud yang berbeda-beda. Takut gagal adalah salah satu bentuk harga diri. Yang terkasih, seringkali kita enggan melepaskan masa lalu kita karena kita tidak “melihat” semua yang telah Allah sediakan bagi masa depan kita (Hal inipun tetap merupakan harga diri, karena kita tidak mempercayai Allah).

Herannya, kita tetap terisi dengan kantung anggur yang lama, busuk dan penuh lubang. Kini, bagaimana mungkin kita berisi anggur baru dengan kantung yang penuh lubang? Jelas bocor! Satu hari kita berjalan bersama Allah dan besoknya kita terseok-seok di belakang.

Kita sedang bergerak memasuki musim kepatuhan yang lebih lagi. Kita akan dituntut untuk mengikuti tiang awan bukan karena kita “merasa menyukainya,” namun karena Allah memerintahkannya! Kepatuhan akan selalu menang dalam pertempuran melawan perasaan-perasaan kita. Kita harus meninggalkan semua yang lama – dengan sekuat tenaga. Pahamilah hal ini.

Kini, apakah anda melihat tanganNya yang berkuasa menjangkau anda? Iijinkan Ia “memuntir genggaman” anda! Ia berjanji bahwa Ia akan membalut luka masa lalu anda dan membangun anda kembali!

Saya juga mendengar Allah berkata, “Aku akan mendirikan kembali reruntuhan yang sudah berabad-abad” di tahun depan ini. Kita akan mengganti jubah dukacita dan kesedihan dengan jubah sukacita yang baru. Tahun yang baru ini akan menjadi tahun covenant dan pujian, juga musim pengampunan.

Kunci Daud untuk Mendirikan Kembali Reruntuhan yang Sudah Berabad-abad

Kunci Daud adalah kunci covenant. Kunci ini juga melambangkan pemerintahan dan otoritas, bahkan lebih dari itu. Kita akan memiliki Kunci Daud yang akan membuka pintu-pintu yang telah kita “lihat.” Kita akan membuka segala sesuatu yang menghalangi kita melihat apa yang ada di sisi yang lain. Pengurapan profetik akan mulai meningkat karena mereka yang diberi karunia ini akan diberi kuasa olehNya untuk “melihat” apa yang menanti di pintu dan gerbang di sisi yang lain.

Untuk meraih masa depan kita dibutuhkan pengurapan profetik yang kuat. Kita harus berjubahkan pengertian dan pujian profetik. Saat kita melakukannya, kita akan diberi kuasa untuk “melihat” pintu-pintu yang telah berabad-abad terkunci. Saat kita menggunakan otoritas kita, kita akan menggunakan kunci-kunci kita untuk membuka perkataan-perkataan asli dari Yang Lanjut Usianya mengenai masa depan kita!

Di masa lalu, sebelum kita terbentuk dalam rahim ibu kita, Allah telah memiliki suatu rancangan bagi kita. Meski begitu, ada juga roh-roh dari masa lalu yang bertugas untuk mengacaukan destiny kita. Generasi kita telah dijadikan target dan hal ini mempengaruhi kita. Namun, Allah akan mendirikan kembali reruntuhan berabad-abad ini pada tahun depan ini. Lihat apa yang dikatakanNya:

Yes. 61:1-4: “Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada  orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk  memberitakan  tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN” untuk memperlihatkan keagungan-Nya. Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi.”

Tahun Baru Kita adalah Musim Profetik untuk Membangun dan Menanam

Cara yang baik untuk melihat benteng-benteng masa lalu adalah memikirkan hal-hal merugikan apa saja yang mempengaruhi generasi kita. Begitu banyak orang dari generasi kita yang telah menundukkan diri pada pemberhalaan. Mungkin saja anda berpikir, “Tak seorangpun dari keluargaku yang menjadi penyembah berhala.” Saudara, berhala lebih dari sekedar membungkuk pada patung atau apapun buatan manusia. Berhala adalah apapun yang menggantikan tempat Allah dari posisiNya.

Melihat generasi anda, maka anda akan melihat banyak hal-hal yang menjadi perhatian Allah, namun tidak menjadi perhatian kita. Pada Ul. 5:7-9, perhatikan perintahNya pada kita agar “Jangan ada padamu allah lain di hadapanKu.” Lalu, perhatikan pula bahwa Ia akan “membalaskan (menghukum) kesalahan bapa kepada anak-anaknya (generasi)” (ayat 9).

Kata Ibrani asli untuk menghukum adalah paqad, yang berarti – untuk “mengawasi, mengurus, dan menempatkan.” Kita harus melihat hal ini secara mikro karena berhubungan dengan kehidupan pribadi kita dan secara makro – dalam skala luas – untuk berubah secara sempurna memasuki tahun depan kita. Secara pribadi, Allah sedang melawat kita, memeriksa dosa-dosa generasi kita, dan mengharapkan kita untuk “mengampuni kesalahan mereka” dan “meminta ampun atas diri kita” yang membiarkan kesalahan yang sama terjadi. Inilah resep Allah untuk memulihkan masa lalu kita.

Lalu, dengan perspektif yang luas, kita harus memahami bahwa selama musim ini kita harus merangkul anugerah Allah saat Ia mengampuni kita dan di saat yang sama kita juga mengampuni orang lain. Saat kita melakukannya, kita akan terbebas dari dosa masa lalu kita.

Berubah untuk Memasuki Tahun Baru Kita

Apakah kita sedang mengalami suatu perubahan atau transisi? Jawabannya adalah ya. Kita mengalami keduanya! Berada di ambang perubahan dan transisi yang besar, kita harus menjadi Anak-Anak Isakhar yang mengenal dan memahami waktu dan musim. Allah tidak hanya mengubah arah dan fokus kita, Ia juga menetapkan kita sebagai penanam dan pembangun bagi KerajaanNya.

Selama bertahun-tahun, saya yakin Allah telah mengubah kita pada pola membangun. Selama ini kita mematahkan kutuk masa lalu, mengenyahkan kuasa kegelapan dan menjatuhkan setan dari posisinya. Ya, kita telah berdoa sungguh-sungguh untuk mengikat musuh dan mengenyahkan pekerjaannya dari tengah-tengah kita. Namun sekarang, kita harus berfokus pada pola membangun dan menanam.

Kita TIDAK berhenti berperang! Jelas tidak! Kita masih memiliki banyak tugas dalam peperangan rohani untuk mengubah negeri kita. Maka, saat kita berubah ke musim menanam, contohlah Nehemia yang membangun tembok Yerusalem dengan sekop di satu tangan dan senjata di tangan lainnya! Kita harus membangun, namun di saat yang sama siaga dalam perang! (Neh. 4:17)

Doa saya atas anda Bapa, aku berdoa bagi tiap orang yang dituntun untuk membaca artikel ini. Bukanlah suatu kebetulan bila Engkau memintaku untuk menulisnya. Engkau memiliki rencana dan rancangan bagi tiap pembaca. Aku meminta Roh KudusMu untuk menyingkapkan setiap area kehidupan pembaca yang membutuhkan pertobatan. (Yang Terkasih, ijinkan Ia berbicara padamu dan mintalah pengampunan atas kesombongan, dakwaan, atau dosa-dosa keturunan masa lalu, dll)

Beri mereka kuasaMu untuk mengampuni dosa masa lalu mereka dan juga mengampuni diri mereka karena terlibat dalam berbagai dosa. Aku sepakat dengan saudara seimanku bahwa Engkau rindu memulihkan reruntuhan-reruntuhan yang ada  dalam hidup mereka. Kami sepakat bahwa di tahun yang baru ini kami akan menerima jubah pujian yang baru. Kami lepaskan tahun-tahun yang lampau dan merelakannya mati agar kami dapat “melihat” Engkau. Kami pegang Kunci Daud dan membuka segala sesuatu yang kami tahu telah Engkau nubuatkan bagi masa depan kami. Dalam nama Tuhan Yesus, kami membuka pintu yang tak bisa dibuka seorangpun dan menutup pintu bagi roh-roh jahat berabad-abad. Amin!

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s