Paul K. D: “Pengurapan Penuaian Mempelai Akhir Jaman3” (Jul 8’08)


Alkitab memberitahu kita pada Yoh. 1 tentang asal mula Firman; lalu Firman (Logos) menjadi manusia dan tinggal di antara manusia. Setelah 30 tahun bertumbuh dan dewasa, tibalah waktunya bagi pekerjaan pelayanan Tuhan untuk menggenapi tugasNya dibumi. Alkitab menggambarkan terbukanya Surga saat Ia dibaptis dan Roh Kudus turun atasNya dalam wujud seekor merpati.

Inilah titik pelimpahan kuasa bagi Tuhan Yesus dan perwujudan Ketujuh Roh Allah untuk menyelesaikan amanat dan misiNya. Inilah saat dimana Roh Allah turun dan berdiam atas Tuhan untuk menunjukkan Roh hikmat dan pengertian, nasihat dan keperkasaan, pengenalan dan takut akan Allah.

Kenyataan ini diulangi dalam Kis. 10:38 dimana dinyatakan kepada kita:

“Bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.”

Akan ada pengurapan khusus dan pelimpahan kuasa untuk melakukan pekerjaan pelayanan. Impartasi yang sama ini akan tersedia bagi para mempelai untuk memperoleh amanat yang sama dengan Tuhan seperti saat pelayananNya di dunia. Kita pun harus menyembuhkan yang sakit; mengusir roh jahat dan bahkan membangkitkan orang mati dengan Roh Tuhan yang sama melalui prajuritNya yang akan menjadi “tulang dari tulangNya dan daging dari dagingNya.

Gambaran Roh Allah

Roh Kudus dilambangkan oleh Rasul Paulus di dalam 1 Kor. 3:16:

“Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?”

Lebih jauh lagi, nabi Zakharia menggunakan bahasa yang luar biasa dalam menggambarkan pekerjaan Roh Tuhan di bumi:

“Maka berkatalah ia kepadaku: “Apa yang engkau lihat?” Jawabku: “Aku melihat: tampak sebuah kandil, dari emas seluruhnya, dan tempat minyaknya di bagian atasnya; kandil itu ada tujuh pelitanya dan ada tujuh corot pada masing-masing pelita yang ada di bagian atasnya itu. Dan pohon zaitun ada terukir padanya, satu di sebelah kanan tempat minyak itu dan satu di sebelah kirinya.” Lalu berbicaralah aku, kataku kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu: “Apakah arti semuanya ini, tuanku?” Maka berbicaralah malaikat yang berbicara dengan aku itu, katanya kepadaku: “Tidakkah engkau tahu, apa arti semuanya ini?” Jawabku: “Tidak, tuanku!” Maka berbicaralah ia, katanya: “Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.” Zak. 4:2-6

Masing-masing “Tujuh pelita” yang menyala adalah Ketujuh Roh Allah. Ketujuh pelita ini juga “dipancarkan keseluruh bumi” dan tujuh mata Allah “yang menjelajah kesana kemari ke seluruh bumi.” Inilah gambaran 7 tanduk dan 7 mata Allah dalam Perjanjian Lama yang terdapat dalam kitab Wahyu. Pengertian kita akan Ketujuh Roh Allah semakin bertambah melalui penglihatan Yohanes:

“Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.” Why. 5:6

Yohanes melihat Allah digambarkan sebagai seekor anak domba dengan 7 mata dan 7 tanduk. Tanduk adalah gambaran simbolis atas kuasa atau otoritas; 7 adalah angka penggenapan. Karenanya, dapat kita simpulkan bahwa Allah memiliki pewahyuan dan kuasa yang lengkap dan absolut melalui Roh Kudus saat pelayananNya di dunia.

Representasi Allah

7 Roh Allah tidak sekedar atribut atau manifestasi ilahi namun merupakan gambaran yang sempurna dari Roh Allah. Demikian juga 7 mata menggambarkan pengertian akan pewahyuan, tidak hanya untuk masuk ke dalam hati Bapa, namun juga untuk mengetahui hati semua orang. Firman Allah yang Hidup adalah pembeda antara pertimbangan dan pikiran hati manusia (Ibr. 4:12).

Pengertian Nasihat dan Keperkasaan

Nasihat didefinisikan sebagai saran, perencanaan atau peringatan yang bijaksana untuk memperlengkapi kepemimpinan dan pengambilan keputusan yang tepat untuk memperoleh rencana dan tujuan Allah. Nasihat disini lebih ditekankan pada nasihat yang diterima dari Roh Kudus.

Kata Ibrani untuk nasihat adalah “etsah“, dipakai beberapa kali pada Perjanjian Lama dan diterjemahkan menjadi nasihat, saran, pertimbangan, atau rencana. Salah satu kejadian yang pertama kali menggunakan istilah ini adalah saat Yitro memberi nasihat kepada Musa perihal kepemimpinan Israel (Bil. 18:19).

Menurut Yes. 9:5, Tuhan sendiri dikenal sebagai Penasihat Ajaib. Penasihat adalah seseorang yang memberi nasihat atau merancang rencana untuk meraih tujuan tertentu.

Keperkasaan diambil dari kata Ibrani “gebuwrah” dan didefinisikan sebagai kuasa, kekuatan, atau tenaga yang menghasilkan keberanian, kemenangan dan keperkasaan, tentunya. Roh keperkasaan menggambarkan dan menunjukkan tindakan dan kuasa Roh Kudus yang ajaib. Ul. 3:24 menegaskan hal ini,

“Ya, Tuhan ALLAH, Engkau telah mulai memperlihatkan kepada hamba-Mu ini kebesaran-Mu dan tangan-Mu yang kuat; sebab allah manakah di langit dan di bumi, yang dapat melakukan perbuatan perkasa seperti Engkau?”

Teladan Rohani

Saat saya pertama kali membaca kisah kehidupan para pemimpin rohani abad ke-20, saya mendapati bahwa ada beberapa dari mereka yang terlihat memisahkan diri dan bekerja dalam dunia kuasa dan otoritas yang jauh lebih tinggi, diantaranya adalah Maria Woodworth-Etter, John G. Lake, William Branham, dll. Nampaknya setiap mereka muncul pada titik waktu yang spesifik dalam hidup mereka yang membutuhkan penyerahan diri secara total dan sepenuhnya, dan akhirnya melontarkan mereka ke alam rohani yang tidak biasa, yang menjadi ciri pelayanan mereka yang luar biasa. Saya yakin mereka telah menemukan rahasia dari Ibr. 6:5, “mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang.”

Pelayanan mereka berguna sebagai teladan rohani bagi masa sekarang, agar kita dapat memahami pelayanan mereka dan mempersiapkan diri menjadi seorang mempelai dengan cara yang sama.

Ketaatan dalam Menerima Nasihat akan Melepaskan Keperkasaan

Kata nasihat masuk ke dalam suatu ruang dan menanti hingga munculnya suatu situasi tertentu; ketaatan di dalam iman terhadap kata nasihat akan melepaskan Roh keperkasaan yang akan menghasilkan mujizat. Hal ini serupa dengan pelayanan Yesus pada Perjanjian Baru, juga para nabi dalam Perjanjian Lama yang bekerja pada suatu musim tertentu.

Naaman diperintahkan oleh nabi Elisa untuk masuk ke dalam Sungai Yordan sebanyak 7 kali; ketaatannya terhadap kata nasihat melepaskan Roh keperkasaan yang menyembuhkan sakit kustanya. Yesus mengoleskan lumpur ke mata seorang pria buta dan menyuruhnya pergi ke suatu kolam tertentu untuk membersihkan lumpur tersebut; ketaatannya terhadap kata nasihat melepaskan Roh keperkasaan yang membuatnya dapat melihat. Hal-hal ini hanya sebagian dari banyak kisah dalam Alkitab yang menegaskan fungsi Roh nasihat dan keperkasaan.

Nyatanya, tidak setiap situasi akan secara gamblang diperlihatkan bagi seorang hamba Tuhan dalam penglihatannya. Meski demikian, segala sesuatu yang diterima, baik melalui doa, kalimat tertulis atau ungkapan profetik, ketaatan yang seksama terhadap nasihat Allah akan melepaskan Roh keperkasaan untuk melakukan hal-hal luar biasa.

Nasihat Allah

Dalam Why. 3:18, Allah memberi kita nasihat:

“Maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.”

 

Ketaatan kita pada nasihatNya akan melepaskan pelimpahan kuasa untuk menjadi seorang pemenang dan mengalahkan roh jaman ini dan semua lawan rohani kita, agar kita dapat duduk bersamaNya pada takhta kudusNya.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s