Kathi Pelton: “Kata Mengapa Kita dan HikmatNya” (Jun 16, 2008)


“Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN…” Yesaya 11:2

Beberapa bulan terakhir, banyak orang bertanya kepada saya perihal keluarga, pelayanan, dan gaya hidup mereka. Nampaknya cara hidup kita tak lagi tepat bagi masa kini. Ini yang membuat kita masuk lebih dalam lagi dan bertanya pada Allah, “Lalu bagaimana kita seharusnya hidup?”

RohNya Akan Ada Padamu

Pada ayat diatas (Yes. 11:2), kita membaca kalimat pertama, “Roh TUHAN akan ada padanya…” Kata ada padamu berarti mendiami, tinggal, memberi kenyamanan, berbaring, menurunkan, meletakkan, tenang, bersandar, mengistirahatkan. Roh Tuhan turun untuk berdiam dan tinggal didalam kita, bukan sekedar melawat kita, tapi tinggal bersama kita. Berdasarkan definisi diatas, RohNya yang tinggal didalam kita menuntun kita kedalam kesenanganNya, perhentianNya dan kedamaianNya.

Yang menarik adalah, saat RohNya ada pada kita, Ia menenangkan kita, membebaskan kita dari pergumulan dan kecemasan kita yang telah mengganggu umat Tuhan dengan lebih banyak pertanyaan dibanding jawaban yang kita miliki. Contohnya, saat kita melihat kehancuran yang terjadi di Cina dan Myanmar, saya yakin mereka yang berada dinegara tersebut bertanya, “Mengapa, Tuhan?” Saya ragu jika ada jawaban dari pertanyaan ini yang akan meringankan penderitaan mereka. Pada Mzm. 46:11, Daud membawa kita dari segala masalah yang terjadi didunia ke penghiburan dan kedamaian Allah:

“Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!”

Mzm. 46 dimulai dengan membicarakan banyaknya perubahan didunia yang lebih banyak menimbulkan pertanyaan dan ketakutan bagi mereka yang mengalaminya, namun demikian Daud membawa kita pada kebenaran nasihat Allah:

“Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut; sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Sela

Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai. Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi. Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumi pun hancur. TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. S e l a

Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN, yang mengadakan pemusnahan di bumi, yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi, yang mematahkan busur panah, menumpulkan tombak, membakar kereta-kereta perang dengan api! “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. S e l a

Roh Hikmat dan Pengertian

Saat kita mulai mengijinkan RohNya berdiam didalam kita, bersama perintah untuk “berhenti” dari semua pergumulan kita (yang berarti “berhenti bertindak”), kita akan mendapati bahwa kita masuk ke kedamaian yang dibaharui, yang memberi ruang bagi Roh hikmat dan pengertian untuk mendatangi kita. Di pengadilan, seorang hakim dapat mengeluarkan perintah penangguhan untuk menghentikan aktivitas yang dapat membahayakan seseorang atau sesuatu. Allah mengeluarkan perintah seperti ini dari pengadilanNya bagi kita untuk berhenti berjuang sehingga RohNya dapat diam didalam kita. Hal ini menuntut kita untuk memahami bahwa “Hanya Dialah Tuhan.”

Terkadang roh hikmat dan pengertian turun dengan cara yang berbeda dari yang kita pikirkan. Kita mencari jawaban yang akan memberi penjelasan mengapa Allah mengijinkan beberapa hal terjadi, namun terkadang Roh hikmat hanya memberi tahu kita untuk diam dan percaya. Itu bisa saja menjadi jawaban bagi kita, dan meski daging kita menginginkan lebih.

Matthew Henry’s Commentary pada Mzm. 46 memberi kita hikmat dan pengertian pada berbagai pertanyaan kita, dan sungguh mengagumkan ketenangan yang diberikan bagi kita semua:

“Mazmur ini menguatkan kita untuk berharap dan percaya didalam Allah; pada pemeliharaanNya dan kuasaNya pada masa-masa terburuk. Kita dapat memakainya bagi musuh rohani kita, dan penguatan yang kita miliki adalah, didalam Kristus, kita akan mengalahkan mereka. Ia adalah Penolong, Penolong masa kini, Penolong yang ditemukan, seseorang yang dapat kita harapkan; Penolong yang tersedia, seseorang yang selalu dekat; tak ada yang lebih baik lagi selain Dia.

Kita harus mengerti bahwa pikiran dan jalan-jalan Allah bukanlah pikiran dan jalan-jalan kita. Terkadang pengertianNya terlalu dalam dan terlalu lebar bagi pikiran kita untuk memahami. Ketika anak-anak saya masih balita, kata favorit mereka adalah, “Mengapa?” Namun, karena saya mengerti bahwa pikiran muda mereka takkan mampu memahami banyak jawaban atas hal-hal yang saya lakukan, terkadang saya hanya akan berkata, “Percayalah padaku.”

Dibanding dengan hikmat dan pengertian Allah, kita seperti balita tadi dan kita terkadang harus bersandar pada kalimat, “Percayalah padaKu.” 

Hal ini tidak berarti Allah takkan memberi kita banyak jawaban dan menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi bagi kita, karena Ia pasti akan melakukannya! Semakin kita dewasa, kita dipercayakan pewahyuan dan jawaban yang mengagumkan, namun beberapa jawaban takkan pernah dipahami selama kita hidup didunia dan kita harus bersandar pada suatu pemahaman bahwa Ia akan menyempurnakan hal-hal yang kita percayakan kepada Batu Karang Penyelamat kita.

Roh Nasihat dan Keperkasaan

Bertahun-tahun lalu, suami saya mengalami pencerahan jiwa yang dalam. Ia seorang pemikir berat dan memegang teguh prinsip kasih karunia dan keadilan.

Suatu malam, saat kebaktian kesembuhan digereja kami, suami saya mulai tertawa (terus menerus). Anda harus tahu bahwa hal ini belum pernah terjadi padanya. Ketika akhirnya ia berhenti tertawa, saya bertanya apa yang ia alami. Ia berkata bahwa ia bertanya pada Allah hal-hal seperti, “Bagaimana dengan anak-anak di Afrika yang kelaparan?” atau “Bagaiman dengan janda dan anak yatim piatu?” Allah lalu tertawa kecil dan berkata, “Oh, Aku tahu apa yang harus Aku lakukan!” Hal ini menyebabkan ia mulai tertawa. Meski ini tak terlihat seperti sebuah jawaban, hal ini menghancurkan roh dukacita padanya dan menuntunnya kepada kepercayaan yang diperbarui pada kedaulatan Allah. Dalam hal ini, nasihat Allah terhadap suami saya adalah untuk percaya pada keperkasaanNya!

Saya sungguh merasa bahwa Tubuh Kristus dibawa menuju Roh Nasihat dan Keperkasaan. Dengan nasihatNya, keperkasaanNya dilepaskan. Ketika kita menerima nasihat Allah, maka kita masuk kedalam kedaulatan Allah yang akan melepaskan hal-hal yang ajaib. Ditempat ini kita akan melihat hal-hal yang merubah dunia. Tidak hanya individu disembuhkan dan diubahkan, namun bangsa-bangsa juga berubah, pemerintahan berubah dan sekelompok orang berubah.

Kita tahu pertanyaan berat seperti, “Apa yang akan Engkau lakukan terhadap janda dan anak yatim piatu?” Namun kita harus memasuki ruang nasihatNya dan bertanya padaNya, “Apa yang akan Engkau lakukan sekarang dan bagaimana supaya aku bisa ikut ambil bagian didalamnya?” Lalu tindakan kepatuhan kita yang mudah hanyalah dengan melakukan apa yang dilakukanNya, yaitu melepaskan kuasa untuk menyelesaikannya. Oleh RohNya maka KeperkasaanNya dilepaskan.

“Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.” Zak. 4:6

Roh Pengenalan dan Takut akan Tuhan

“Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan. Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu.” Ams. 1:7-9

Takut akan Tuhan adalah dasar dari Roh pengenalan untuk dilepaskan dalam hidup kita dan di Gereja. Pada ruang nasihatNya dan melalui FirmanNya, kita diajar oleh Allah, seperti ayah dan ibu yang mengajar anaknya. Lalu didalam takut akan Tuhan, kita mempercayai hikmat yang diberikan sebagai keselamatan dan perisai kita, bahkan disaat kita kita tidak mengerti “mengapa.”

Untuk takut akan Tuhan adlah dengan mempercayaiNya. Inilah tindakan penyerahan bahwa nasihat dan hikmatNya adalah baik dan benar adanya.

Standar Hidup

“Rencana gagal, jika tidak disertai pertimbangan; rencana berhasil, jika banyak yang memberi nasihat.” Amsal 15:22

Amsal adalah kitab kebijaksanaan dan pengajaran. Ini adalah salah satu kitab dalam Alkitab yang saya baca saat saya sebagai orang percaya pemula. Saya ingat membaca ayat ini dan berpikir, “Bagaimana saya bisa mendapatkan penasihat sebanyak mungkin agar saya dapat memperoleh kebijaksanaan?” Itu bukanlah suatu hal yang mudah pada saat itu, karena saya tak mendapati seorangpun yang mau menjadi mentor dari seorang anak muda 18 tahun. Namun selama bertahun-tahun, saya diberkati dengan banyak “penasihat” atau mentor yang mengajar saya sebagai orang tua rohani saya. 

Sungguh menyenangkan dalam berhubungan dengan orang-orang yang yang berjalan baik dalam nasihat Allah dan nasihat orang lain sebagai standar mereka. Sangatlah penting kita sebagai orang percaya tak hanya mengambil sikap untuk hidup didalam nasihat Allah sepenuhnya, namun juga dari mereka yang berada disekeliling kita atau “multi penasihat”, agar kita tidak hidup didalam kekecewaan karena kurangnya kebijaksanaan. Inilah yang harus menjadi standar hidup kita.

Saya akhiri artikel ini dengan tulisan dari Paulus (Efesus 1), yang intinya adalah kebenaran dan hidup.

“Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus.

“Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.

 

Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.

Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi. Aku katakan “di dalam Kristus”, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan — kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya — supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya. Di dalam Dia kamu juga — karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu — di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

 

Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, aku pun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.”

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s