Kim Clement: “ALLAH yang MEMPESONA—Allah Terpesona oleh Tindakan Iman Kita yang Berani” (Jun 13’ 2008)


Pernahkah terpikir oleh anda fakta bahwa anda dapat mempesona Allah?

Bahwa anda dapat menarik perhatianNya hanya dengan melakukan sesuatu yang tidak biasa, dan sesuatu yang memerlukan iman yang mengandung resiko?

Ada suatu tekanan yang diletakkan atasmu, sebagai Orang Percaya, untuk memasuki dan memiliki dimensi Kerajaan yang belum pernah muncul di bumi. Sepanjang sejarah Alkitab, ada orang-orang yang mengambil keputusan sulit untuk melakukan sesuatu yang akan mengubah peta sejarah dan menciptakan kesempatan bagi Allah untuk bergerak.

SAMSON MEMBERI ALLAH KESEMPATAN UNTUK BERGERAK

Individu-individu ini memungkinkan Allah untuk bergerak ditengah keterbatasan ruang dan waktu dan melakukan sesuatu yang menakjubkan.

Tengoklah kisah Samson, contohnya, yang terdapat pada Hakim-hakim 14:1-4 (BIS):

“Pada suatu hari Simson pergi ke Timna, dan melihat seorang gadis Filistin di sana. Lalu ia pulang dan berkata kepada orang tuanya, “Saya tertarik kepada seorang gadis Filistin di Timna. Saya mohon ayah dan ibu pergi meminang dia.” Tetapi orang tuanya berkata, “Mengapa harus pergi kepada orang Filistin untuk mendapatkan istri, sedangkan mereka tidak tergolong umat TUHAN? Apakah di dalam kaum kita sendiri atau di antara seluruh bangsa kita tidak ada seorang gadis yang cocok?” Jawab Simson kepada ayahnya, “Tapi gadis Filistin itulah yang saya sukai. Dan saya harap ayah mau meminang dia untuk saya.” Orang tua Simson tidak tahu bahwa TUHANlah yang membuat Simson melakukan hal itu. Sebab, TUHAN sedang mencari kesempatan untuk memerangi orang Filistin. Pada waktu itu orang Filistin menguasai orang Israel.”

Perhatikan: “TUHAN sedang mencari kesempatan untuk memerangi orang Filistin…” Mencari kesempatan? Sejak kapan Allah membutuhkan pemicu untuk melakukan sesuatu? Terjemahan lain berkata, “Menciptakan kesempatan.” Nampaknya, Allah membutuhkan seseorang untuk membuka pintu yang membatasi waktu, ruang, ketidakpercayaan dan ketakutan agar Ia dapat masuk dan melakukan apa yang Ia mau lakukan.

Iman adalah inti yang mengundang Allah dan menciptakan kesempatan bagiNya untuk melakukan sesuatu yang luar biasa. Allah menciptakan kesempatan bagi Yesus untuk menyelamatkan manusia melalui pengorbananNya di Salib.

KESEMPATAN YANG BESAR BAGI MUSA

Tak perlu diragukan bahwa Allah telah memberi kita kemampuan untuk merubah hal-hal disekitar kita dan menyiapkan jalan bagiNya untuk muncul. Biar saya perkuat poin ini melalui pertanyaan: Ketika bangsa Israel kekurangan air dipadang gurun, tak dapatkah Allah menyediakan hujan, atau menyediakan air dari bebatuan tanpa bantuan Musa? (Bil. 17:2-6)

Tongkat yang sama yang Musa gunakan untuk menyentuh sungai digunakan untuk mengeluarkan air dari bebatuan. Ini adalah kesempatan yang luar biasa bagi Musa dan nampaknya jika ia tidak menyentuh batu itu, maka takkan ada air yang keluar. Dibutuhkan iman yang besar dari pihak Musa.

Di waktu lain, Allah ingin menyingkirkan Israel dan memulai suatu bangsa yang baru dengan Musa. Nampaknya Allah berusaha masuk kewaktu dan ruang dan membatasi respon Musa. Kel. 32:9-14:

“Lagi firman TUHAN kepada Musa: “Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk. Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar.” Lalu Musa mencoba melunakkan hati TUHAN, Allahnya, dengan berkata: “Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat? Mengapakah orang Mesir akan berkata: Dia membawa mereka keluar dengan maksud menimpakan malapetaka kepada mereka dan membunuh mereka di gunung dan membinasakannya dari muka bumi? Berbaliklah dari murka-Mu yang bernyala-nyala itu dan menyesallah karena malapetaka yang hendak Kaudatangkan kepada umat-Mu. Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu sendiri dengan berfirman kepada mereka: Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan seluruh negeri yang telah Kujanjikan ini akan Kuberikan kepada keturunanmu, supaya dimilikinya untuk selama-lamanya.” Dan menyesallah TUHAN karena malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya.’ 

Pada ayat diatas, Tuhan menjawab Musa, “Biarkanlah Aku.” Biarkan Aku? Sejak kapan manusia menghentikan Allah melakukan sesuatu yang Ia inginkan? Menurut Manuskrip Kuno, Musa adalah kekuatan yang dapat menciptakan kesempatan bagi Allah untuk memasuki batasan waktu dan ruang, atau menghentikanNya. Prinsip ini berlaku dalam hidup kita sehari-hari.

Tak dapatkah Allah membantai Goliat tanpa Daud, atau menghentikan Baal di gunung Karmel tanpa bantuan Elia, atau menyembuhkan hamba yang lumpuh tanpa iman sang perwira? (Mat. 8:4-6).

MARTIN LUTHER BERKATA, “PEKERJAAN-PEKERJAAN YANG BAIK TIDAK MENGUNTUNGKAN JIWA; HANYA IMAN YANG DAPAT”

Allah dapat melakukan apapun yang Ia inginkan, namun Ia selalu menghormati iman umatNya. Ia terpesona ketika Ia mendapati seorang manusia merespon dan hidup diluar batasan mereka sekarang – batasan yang didikte oleh ketakutan, dosa, keraguan, dll. Ia mencari orang-orang yang seperti ini karena ketika Ia mendapati mereka, hal ini memberiNya kesempatan untuk BERGERAK; Bergerak berlawanan atau searah. BAYANGKAN!

Ketika Allah hendak melawan sistem agama yang mengontrol orang Eropa di abad 16, Ia mendapati seorang biarawan Jerman bernama Martin Luther, yang memberontak keberadaan gereja pada masa itu. Gereja mengajarkan masyarakat bahwa hanya melalui penebusan dosa dan perbuatan baik, mereka akan memperoleh keselamatan. Martin Luther menentang otoritas kepausan dengan berpegang pada Alkitab sebagai satu-satunya sumber otoritas agama yang mutlak, dan membaptis umat Kristiani hanya atas nama Yesus.

Ia berdebat dalam bukunya, The Sermon on Good Works, “bahwa pekerjaan yang baik tidak menguntungkan jiwa; hanya iman yang dapat.” Ia percaya bahwa penebusan adalah hadiah cuma-cuma dari Allah, yang diterima hanya melalui pertobatan sejati dan iman didalam Yesus sebagai Mesias, yang menyebabkannya dikeluarkan dan dikucilkan dari Gereja Katolik Roma.

Allah menemukan seseorang yang telah siap menyerahkan hidupnya bagi kebenaran ini, dan karena hasrat dan imannya, Martin Luther menciptakan kesempatan bagi Allah untuk membebaskan masyarakat dari genggaman kontrol agama, menjadikan Alkitab lebih mudah diakses oleh orang awam. Pada masa itu, orang awam tidak bisa membaca Alkitab, karena bahasa yang tidak dimengerti.

Karena “kesempatan” yang diciptakan Luther, ada kemajuan dari versi standar bahasa Jerman, yaitu adanya tambahan beberapa prinsip dalam seni menerjemahkan, dan aksinya semakin berpengaruh dengan menerjemahkan English King James Bible. Lagu himne juga menginspirasi melalui perkembangan nyanyian persekutuan dalam Kristiani. Perkawinannya dengan Katharina von Bora menetapkan model bagi praktik pernikahan kependetaan dalam Protestan.

Bayangkan semua kejadian ini karena seseorang menentang kontrol dan batasan pada masa itu, dan percaya bahwa Allah akan menghargai keberanian dan tindakan imannya! Luther mempengaruhi masa depan. Ia melihat dirinya sebagai seorang Kristiani yang kembali ke akarnya. Ia yakin bahwa dirinya menetapkan jam kembali berjalan. Faktanya, ide-idenya yang tak terganti mempengaruhi dunia, bukan masa lalu, melainkan masa depan modern. Allahpun terpesona kembali.

ALLAH TERPESONA OLEH TINDAKAN IMAN YANG GAGAH BERANI

Baru-baru ini, saya mempelajari tujuan nabi atau lebih baik lagi, tujuan karunia profetik dalam diri kita, karena setiap kita memiliki karunia profetik, dan kita harus mengetahui tujuan karunia tersebut. Saya mulai mempelajari Yohanes Pembaptis, nabi terakhir sebelum Kristus. Tujuan utamaNya, menurut Kitab Markus, sebagai pelopor bagi Allah (Kristus), menyiapkan jalan bagiNya dan suara yang berseru-seru di padang gurun untuk menyiapkan jalan bagi Allah.

Seseorang harus mempersiapkan jalan bagi Allah untuk muncul. Mereka yang menjadi suara di padang gurun selama berabad-abad, tidak hanya  dihina dan diejek oleh orang tidak percaya, dipandang sebelah mata, namun juga menjadi pahlawan di mata Allah.

Ia terpesona oleh tindakan iman mereka yang gagah berani dan mengganjarnya dengan kehormatan agar nama mereka tak pernah dilupakan. Kesempatan ini masih tersedia hingga hari ini. Mengapa kita hanya menghargai beberapa orang yang disebutkan di Alkitab, dan terus merujuk pada mereka saja, sementara pada faktanya banyak pria dan wanita, tua dan muda, dapat menunjukkan tindakan yang luar biasa, terkenal, merubah hidup, mengguncang dunia, sebanding dengan tindakan iman kita yang gagah berani?

Allah sedang mencari pria dan wanita, bukan manusia biasa dengan iman yang biasa, namun mereka yang akan menarik perhatianNya dengan perhatian mereka yang tiada hentinya terhadap masa depan; mereka yang dapat melihat bahaya dari kelesuan, kepasifan, kontrol dan ketiadaan iman masa kini, dan bertindak dengan gairah demi kebaikan generasi masa depan.

ANDA MEMBUTUHKAN PEWAHYUAN PROFETIK UNTUK MELAKUKAN TINDAKAN YANG AKAN MENARIK PERHATIAN ALLAH

Allah sedang mencari seseorang yang akan menghentikan gerakanNya dan menyebabkannya berbalik dan melihat. Ketika Yesus berjalan diatasa air menuju perahu murid-muridNya ditengah angin sakal, Alkitab berkata, “Ia hendak melewati mereka.” (Markus 6:47-52:

“Ketika hari sudah malam perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat. Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka. Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak, sebab mereka semua melihat Dia dan mereka pun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan angin pun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung, sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil.”

Pikirkan hal ini sejenak; Ia dapat melihat mereka dari pantai disore hari. Danau itu besar dan ada badai, dan diluar dari situasi normal, sangatlah mustahil untuk melihat perahu kecil di “tengah-tengah danau” dari kejauhan. Namun ketika Ia mendekati mereka, Ia tidak melewati mereka dan bahkan hampir melewati mereka! Saya katakan kepada anda mengapa hal ini terjadi. Bukan karena besarnya badai, hujan atau angin, namun karena besarnya ketidakpercayaan dan ketakutan mereka.

Ketakutan dan ketidakpercayaan menghentikan Allah dari memasuki dunia anda. Imanlah yang menarikNya. Hal ini tidak berarti bahwa Allah takkan turun tangan ditengah masalah anda, namun saya ingin anda melihat bagaimana anda dapat menarik Allah turun kedalam dunia anda dan mengubah segalanya dengan TINDAKAN IMAN ANDA. Ketika mereka melihat Yesus, mereka sungguh ketakutan sehingga menyangka bahwa Ia adalah hantu.

Itulah yang akan ketakutan dan teror lakukan bagi anda – menyebabkan anda menyalahkan Allah atas rancangan iblis. Yesus berkata kepada mereka, “Jangan takut.” Ia ingin mereka menyingkirkan perahu ketakutan, agar Ia dapat bekerja. Saat hal ini terjadi, angin dan badai pun reda.

BUATLAH AGAR ALLAH MERASA DISAMBUT

Anda harus membuat agar Allah merasa disambut, jika tidak, Ia takkan datang. Anda harus mengerti bahwa tindakan anda, satu tindakan iman anda, sungguh menggugah Allah. Ia telah menempatkan anda dalam suatu batasan. Ia telah menempatkan anda dimana anda mengalami pencobaan. Ia telah menempatkan anda di ruang dan waktu dimana tubuh anda menjadi letih, bertambah tua, dan menderita sakit penyakit.

Saya tidak berbicara tentang malaikat Allah yang tiada cacat cela atau tinggal dalam dimensi kemuliaan; bukan itu. Saya berbicara tentang manusia, di ruang dan waktu, di bumi dimana ia berhubungan dengan cuaca, gempa, tornado, semua jenis serangan rohani, penghinaan, pencurian, dan jika ditengah-tengah itu semua ia masih dapat mengangkat suaranya dan berkata, “Tuhan, aku berterima kasih padaMu karena eksistensiku di dunia ini. Tuhan, aku ingin Engkau tahu bahwa aku memiliki sukacita yang takkan aku singkirkan dariMu apapun yang terjadi.” Inilah yang memikat Allah, Allah terpesona dengan perkataan ini.

Mempesona Allah adalah salah satu prestasi terbesar yang dapat anda lakukan dan miliki dalam hidup anda, dan anda memiliki kesempatan yang tepat untuk melakukannya.

About siskapurnama

I'm a God Chaser! I'm a traveler who happen to be a lecturer at President University. I'm a pluviophile. Hope my translation sparks something inside you as God speaks to you Himself. I am His stylus.
This entry was posted in Prophetic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s