Bart Hadaway: Membangun Sebuah Rumah Dengan – Hikmat, Kepandaian, dan Pengertian (Nov 23, 2012)


Kapan pun kita mempertimbangkan untuk “membangun sebuah rumah,” hikmat, kepandaian, dan pengertian, sangatlah penting dan merupakan prinsip-prinsip yang berkuasa untuk menuntun kita (Ams. 24:3-4). Apapun tugas-tugas yang Allah berikan bagi kita, kita semua akan melalui proses membangun. Kita berpartner dengan Allah melalui doa syafaat dan dengan melangkah di dalam ketaatan sebagai respons atas kehendak Allah yang disingkapkan melalui masa-masa bersyafaat kita. Penghiburan terbesar yang dapat kita temui adalah kebenaran mendasar bahwa Allah sendiri adalah Ahli Bangunan atas segala sesuatu (Ibr. 3:4).

Faktanya, “jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya” (Mzm. 127:1). Ketika diketahui bahwa dalam hati Raja Daud terkandung niat untuk membangun sebuah rumah bagi tabut perjanjian, Allah memberikan firmanNya kepada Daud melalui nabi Natan bahwa “the Lord will make a rumah for you (TUHAN akan memberikan keturunan kepadamu)” (2 Sam. 7:11). Karena penting agar hati kita menundukkan diri sepenuhnya kepada Allah, jauh lebih penting lagi untuk menyadari isi hatiNya terhadap kita!

Setelah Musa menerima rancangan yang lengkap dari Allah untuk pembangunan Kemah Pertemuan melalui pertemuan tatap muka (doa syafaat), Allah membangkitkan Bezaleel dan “telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan” (Kel. 31:3). Menerima dan menjalankan ketiga prinsip utama ini ke dalam hidup kita akan menjamin suburnya doa syafaat kita dan tugas-tugas yang Allah berikan bagi kita. Mari lihat satu per satu.

Hikmat

“Dengan hikmat rumah didirikan.” Ams. 24:3

Hikmat ilahi adalah “mengenal dan memiliki hati Allah.” Hikmat ini mengatur dan menuntun prinsip yang mengarahkan hidup kita. Ams. 8 dipenuhi dengan wawasan akan Hikmat. Hikmat itu sendiri menjelaskan bahwa dirinya telah bersama Allah sebelum dan selama penciptaan. “Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia. Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya” (Ams. 8:35-36). Ketika kita diatur oleh hikmat ini di dalam doa syafaat, yakinlah bahwa kita sedang berdoa menurut kehendak Allah. “Maka rumah kita akan didirikan.”

Kepandaian

“Dengan kepandaian itu ditegakkan.” Ams. 24:3

Pengertian ini adalah kepastian di dalam jiwa kita bahwa kita diatur dan dipimpin oleh hikmat. Kepastian jauh melampaui kemampuan pikiran manusia untuk memahami. Hal ini melampaui segala penjelasan yang logis. Ini adalah pewahyuan rohani yang muncul dari hubungan yang intim bersama Allah. Tuhan berkata kepada Yeremia bahwa Ia menyukai mereka yang memahami dan mengenalNya dan karakterNya (Yer. 9:24). Ketika doa syafaat kita dibangun di dalam keintiman bersama Allah, hati kita menjadi yakin di hadapan Allah dan kita dapat percaya bahwa kita akan menerima jawaban atas doa-doa kita (1 Yoh. 3:19-22). “Rumah kita akan ditegakkan.”

Pengetahuan

“Dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik.” Ams. 24:4

Pengetahuan ini adalah informasi pewahyuan yang Allah berikan untuk menyelesaikan atau menggenapi sesuatu. Hal ini jauh melebihi pengetahuan duniawi dan kedagingan yang hanya membawa kepada kesombongan (1 Kor. 8:1-2). Dengan mengenal hati Allah dan dibentuk di dalam keintiman bersamaNya, kita akan senantiasa menerima pengetahuan dan kemampuan untuk menyelesaikan setiap tugas yang Ia berikan. “Rumah kita akan diisi penuh.”

Berdoa dan Perkatakan

Saat kita mencari cara untuk menghadapi beberapa tantangan yang kita hadapi di hari-hari ini, baik secara individu, korporat, dan bahkan atas bangsa kita, mari terus mendekat kepada Allah untuk meminta hikmat, pengertian, dan pengetahuanNya.

Doa Bagi Tubuh Kristus:

1. Kita dipenuhi dan berjalan di dalam hikmat yang dari atas (Yak. 3:17).
2. Kita dipenuhi dengan pengetahuan akan kehendakNya di dalam seluruh hikmat dan pengertian rohani (Kol. 1:9-11).
3. Kita dipenuhi dengan roh yang takut akan Allah yang akan membawa hikmat, pengetahuan dan pengertian (Ams. 9:10).
4. Kita diberkati secara berkelimpahan karena kita berjalan di dalam hikmat, pengertian, dan pengetahuan Allah (Ams. 24:3-4, 8:18,21).
5. Kita dipenuhi dengan perkenanan karena kita mencintai hikmat (Ams. 8:35).

About these ads

About siskapurnama

I'm a God Chaser!
This entry was posted in Teaching in Holy Life and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s