Angela Greenig: Doa Yabes: Allah Akan Meluap Di Dalam Kita! (Sep 6, 2014)

1 Tawarikh 4:10 memberi wawasan bagi kita terkait apa yang Tuhan masih perkatakan saat ini:
Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: “Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!” Dan Allah mengabulkan permintaannya itu.”

Dalam ayat 9, Yabes dihormati melebihi saudara-saudaranya; tapi ibunya menamai dia Yabes (pembuat kesedihan), yang mengatakan, “Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan.”

Kita lihat di sini bahwa Yabes menunjukkan berkat ilahi Allah dan perlindungan, tetapi mereka tidak datang secara otomatis. Hal ini terjadi sebagai hasil dari komitmennya kepada Allah, dan juga sebagai alasan kehadirannya di bumi. Mereka adalah hasil dari doa-doa kita.

Dalam 2 Tawarikh 20:20 suatu dekrit diperkatakan, Keesokan harinya pagi-pagi mereka maju menuju padang gurun Tekoa. Ketika mereka hendak berangkat, berdirilah Yosafat, dan berkata: “Dengar, hai Yehuda dan penduduk Yerusalem! Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabi-Nya, dan kamu akan berhasil! Ini adalah kuncinya.

Matius 6:10 berkata, Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Tuhan, kami berdoa agar KerajaanMu yang kekal segera tiba. Kami berdoa agar kehadiran nyata dari Shekinah Glory diam atas putera dan puteriMu. Karena Engkaulah yang empunya kuasa dan kemuliaan sampai selama-selamanya. Amin.

Mazmur 33: 6 berkata, Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya. Saya merasakan napas ilahi, wahyu cahaya, dan kekuatan kreatif-Nya (yaitu saat Dia berbicara dan semuanya jadi). Kehadiran makna ilahi karakter ini juga terungkap saat kita melihat panggilan menuju tujuan Allah. Tahun ini tidak hanya tahun “pintu yang terbuka” tetapi juga tahun dari “berkat dua bagian!”

Tahun 2015 – Tumpang Tindih dengan 5775

Ini adalah tahun di mana Tuhan masuk ke dalam diri kita dan hati kita menjadi rumah-Nya – dengan cara yang baru dan segar. Tuhan akan meluap dalam diri kita.

Kita akan meruntuhkan berhala palsu. Yesaya 57: 3-5 berkata, Tetapi kamu, mendekatlah kamu ke mari, hai anak-anak dari perempuan-perempuan sihir, hai keturunan orang yang berzinah dan perempuan sundal! Tentang siapakah kamu berkelakar, terhadap siapakah kamu melontarkan kata-kata yang bukan-bukan dan mengejeknya? Bukankah kamu ini anak-anak pemberontak, keturunan pendusta, hai orang-orang yang terbakar oleh hawa nafsu dekat pohon-pohon keramat, di bawah setiap pohon yang rimbun, hai orang-orang yang menyembelih anak-anak di lembah-lembah, di dalam celah-celah bukit batu.

Sudah waktunya kita meruntuhkan infrastruktur kamp musuh. SEkarang saatnya kita mengambil anak-anak dan keluarga kita kembali!

Kita akan berjalan di dalam “TujuanNya.” Allah kini memasuki pintu hati dan hidup kita yang terbuka, dan bagi mereka yang membuka gereja-gereja mereka dan bahkan membawa bisnis-bisnis anda kepada-Nya, akan memiliki jawaban melalui doa dan penyembahan anda. Anda akan melihat mujizat-mujizat yang kreatif. Sungai profetik akan mengalir ke tanah yang kering dan tandus dan akan ada limpahan transformasi ke dalam tujuan dan panggilan hidup Anda. Sudah waktunya kita berbicara kepada tulang-tulang kering dan memerintahkan kepada mereka untuk “HIDUP!”

Perhatikan dan lihatlah bagaimana Tuhan memasuki pintu yang terbuka bagi anda dan keluarga anda. Ini benar-benar akan menjadi tahun yang luar biasa bagi jiwa-jiwa!!! Banyak yang menunggu dengan sabit mereka yang sudah diasah untuk pergi dan membawa panen terbesar yang pernah ada! Saya mendengar bahwa akan ada “pelipatgandaan” dalam semua hal yang kita lakukan di Tahun Baru ini.

Suatu Tahun yang Baru Bagi:

• Otoritas Apostolik pemerintah dilepaskan.
• Porsi ganda. Dalam kisah Elia / Elisa akan ada urapan ganda yang dilepaskan.
• Tuhan memasuki pintu rumah yang terbuka.
• Luapan dan porsi ganda dari Tuhan dalam diri kita.
• Pedang (di alam nyata dan alam roh), dengan Pedang Allah atau Sabit untuk Panen kemenangan (FirmanNya).
• Raja yang Dimahkotai; Tahun Apostolik. Kristus dan Pedang-Nya.

Posted in Prophetic | Tagged , , | Leave a comment

Sandie Freed: Allah Memegang Sebuah Buku yang Terbuka – Sebuah Bab Baru Sedang Terbuka Bagi Semua Orang Percaya (Dec 12, 2013)

Banyak kali Allah menghembuskan FirmanNya, menjadikannya hidup, dengan “segera” atau “tiba-tiba.” Dan, seperti yang kita ketahui, Alkitab menyingkapkan tentang Allah, sifat ilahiNya, dan janji-janjiNya. Saya telah mengajar selama bertahun-tahun bahwa apa yang ada di alam tak kasat mata jauh lebih nyata daripada yang terlihat. Dan juga, bahwa kita telah ditempatkan secara ilahi untuk meraih akses misteri-misteri tersembunyi yang tak terbatas. Namun demikian, jika kita tidak berjaga, ketidakpercayaan akan meniadakan iman kita akan ketiba-tibaan dan terobosan-terobosan supranatural yang telah Allah rencanakan bagi setiap kita.

Ijinkan saya membagi sebuah mimpi yang mengkonfirmasi fakta bahwa pewahyuan baru kini dicurahkan untuk memberi kita kekuatan bagi musim di depan. Pada suatu malam tertentu, Roh Kudus mendatangi saya dan suaraNya berbicara melalui sebuah mimpi. Mimpi ini tidak hanya berarti bagi saya; namun juga mimpi yang mewakili tersingkapnya suatu musim baru bagi semua orang percaya.

Allah Memegang Sebuah Buku yang Terbuka

Dalam mimpi tersebut, saya melihat Allah berjalan mendatangi saya. Di tanganNya, Ia menggenggam sebuah buku yang terbuka. Saya tahu bahwa buku tersebut adalah Allah (FirmanNya yang tertulis), tapi juga Ia telah membaliknya ke suatu bab yang baru. Saya tahu bahwa suatu musim yang baru telah dimulai karena suatu bab baru sedang dibuka. Saat Ia mendekati saya, saya merasa bahwa Ia hadir tidak hanya untuk menunjukkan buku itu, namun juga isinya sebagai alat untuk memberkati dan menguatkan saya. Saya tidak pernah melihat wajahNya, hanya tanganNya yang menggenggam buku.

Semakin Ia mendekat, saya juga tahu bahwa tujuanNya adalah agar saya melihat apa yang ada di dalam buku yang terbuka itu. Bahkan sebelum saya menyentuhnya, semua jenis kado yang terbungkus mulai mengalir keluar dari buku itu. Bersama kado itu juga mengalir uang; dan terikat dengan kedua kado kado dan uang adalah kata “blessings (berkat-berkat).” Saya terpesona dengan aliran berkat-berkat Allah yang dicurahkan terus-menerus.

Saat terbangun, hadirat Allah memenuhi saya. Saya dipenuhi dengan kasih Allah dan kebaikanNya. Saya terus mengingat kembali mimpi tersebut: buku yang terbuka, kado, uang, dan berkat-berkat. Saya sadar arti dari Allah membuka FirmanNya, Alkitab, adalah konfirmasi bagi saya bahwa Ia siap sedia melaksanakan FirmanNya bagi anak-anakNya dan musim ini adalah musim yang baru untuk melihat munculnya berkat-berkat atas hidup kita.

Pewahyuan

Saya percaya bahwa mimpi ini menegaskan tujuan Allah untuk memberkati anak-anakNya. Berkat-berkatNya tidak terbatas pada keuangan; namun juga termasuk RohNya dan manifestasi karunia-karunia Roh yang semakin meningkat. Rasul Paulus menunjukkan dalam 1Kor.12:1 bahwa Allah ingin agar kita jangan mengabaikan karunia-karunia roh. Mari kita baca karunia-karunia yang Ia maksudkan:

Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya. 1 Kor. 12:7-11

Jelas bagi saya bahwa akan terjadi suatu pencurahan karunia-karunia Roh dan kita memasuki suatu musim dimana kita mengakses segala yang tersedia di Surga dan mendemonstrasikannya di bumi. Sebagai warga Kerajaan Surga, kita telah berdoa seperti yang Yesus ajarkan:

“Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga” (Mat. 6:10, Luk. 11:2). Hal ini berarti bahwa kita berdoa agar semua hal di Surga terjadi di bumi, bukan? Sebagai anak-anak Raja, kita telah diberi otoritas untuk berdoa agar berkat-berkat Surgawi turun ke bumi.

Saya percaya bahwa mimpi ini mengkonfirmasi keinginan Allah untuk memberkati kita dan agar kita menyaksikan dan “melihat” janji-janjiNya menjadi nyata. Seperti Yeremia yang diberi karunia untuk “melihat” musimnya yang baru (Yer. 1:4-12), kita adalah Yeremia masa kini – mata kita dibukakan untuk memahami dan mengerti semua hal yang Tuhan bentuk bagi kita (masa depan dan destiny kita) telah dijagai. Hal ini semakin meyakinkan saya bahwa tak satupun musuh yang dapat mencuri masa depan kecuali tanpa seijin saya! Iblis takkan dapat mengambil apa yang telah Allah janjikan bagi anda kecuali anda mengijinkannya untuk masuk.

Pewahyuan ialah salah satu karunia Roh. Ini adalah pengetahuan tersembunyi Allah yang dijadikan untuk diketahui. Kini kita memasuki suatu musim dimana banyak rahasia sedang disingkapkan. Para orang percaya, dengarlah. Allah tidak menahan pewahyuan dari anda; sebaliknya Ia menahan pewahyuan bagi anda. Pewahyuan terjadi saat hikmat dan pengetahuan Allah dilepaskan – saat Ia menyingkap selubung yang menutupi mata kita dan kini kita dapat melihat.

Saya yakin anda akan sepakat dengan saya bahwa kita semua ingin untuk “melihat” dan “mengenal” dan “mengetahui” tujuan-tujuan Allah secara jelas atas hidup kita. Ketahuilah bahwa hal ini juga penting bagi Allah! Semakin kita mendekat padaNya, Ia akan berbicara kepada kita tentang rahasia-rahasia tersembunyi. “Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah (Kol. 3:2-3).”

Inilah musim bagi anda untuk menjadi seperti Yeremia, dan mengijinkan Allah untuk menyentuh mulut anda agar anda dapat melihat dan mengaku semua hal yang Surga nyatakan atas hidup anda, keadaan anda, dan masa depan anda!

Jika anda ingat, Yeremia tidak dapat melihat masa depannya hingga Allah “menyentuh mulutnya.” Kata “menyentuh” dalam bahasa Yunani adalah naga, yang menyiratkan bahwa Allah mencabut ketidakpercayaan yang menahan iman Yeremia. Kata ini juga menunjukkan suatu “tindakan yang sengit.” Pikirkan saat ini. Allah melakukan suatu tindakan yang berani untuk melawan ketidakpercayaan Yeremia. Allah sendiri, pergi berperang melawan pola pikir Yeremia yang meragukan kemampuannya untuk dipakai oleh Tuhan (Yer. 1:1-12).

Kristus menetapkan kemenangan anda di atas kayu Salib. Ya, pekerjaanNya yang sudah selesai di kayu Salib menjanjikan suatu musim yang baru bagi anda. Yeremia mampu “melihat” sebatang dahan pohon badam. Dahan pohon badam adalah dahan pertama yang mekar di musim yang baru. Para kekasih – “LIHATLAH musim anda yang baru!”

Allah Sedang Mencurahkan Berkat-berkat Surgawi yang Terbaik

Allah sedang mencurahkan berkat-berkat Surgawi yang terbaik. Inilah waktunya bagi kita untuk mengakses hal-hal yang tidak terlihat. Hal-hal terbaik dari Surga antara lain: berkat-berkatNya, lepasnya manifestasi karunia-karunia roh, terobosan keuangan dan rohani… dan ya, semua janji-janji yang telah Allah ucapkan. Ia membuka FirmanNya bagi anda dan melepaskan FirmanNya; dan seperti Ia telah berjanji kepada Yeremia, Ia “siap sedia untuk melaksanakan FirmanNya.” Tidakkah anda bersukacita mengetahui bahwa Ia siap sedia untuk melaksanakan setiap janji yang telah dibuatNya bagi anda?

Saya percaya Allah menyentuh setiap area keragu-raguan dan ketidakpastian yang sedang anda hadapi saat anda membaca artikel ini. Sekaranglah saatnya musim pewahyuan bagi anda. Ia sedang menyentuh visi dan hidup anda dan menempatkan anda bagi terobosan di musim yang baru! Amin!

Posted in Prophetic | Tagged , | Leave a comment

Joy Parrott: Persiapkan Sekeliling Anda – Sekaranglah Waktunya Bagi Janji-janji Allah Untuk Menjadi Nyata! (Dec 4, 2013)

Suatu Jalan Masuk Menuju Hal Selanjutnya

Jauh di dalam roh saya, saya tahu bahwa kita berada
di suatu musim transisi. Transisi adalah suatu jalan masuk dari satu keadaan, tahap, subyek, atau tempat menuju hal selanjutnya, contohnya: perubahan! Banyak di antara kita dicabut keluar dari hal-hal yang sebelumnya kita kenal dan kini kita sedang mengalami relokasi. Bagi sebagian orang, hal ini bisa berupa relokasi fisik, relokasi rohani, ataupun relokasi emosi. Atau bisa juga suatu periode waktu dimana anda hanya diam menanti untuk melihat apa yang akan Allah lakukan.

Di musim-musim yang lalu, kita tampaknya telah diberikan sebuah peta tertentu menuju tujuan kita, tapi sekarang seolah-olah GPS kita hanya mengijinkan kita untuk mengetahui satu langkah atau satu belokan di satu waktu! Hal ini seperti mencoba mengendarai mobil melewati kabut yang tebal. Anda harus melintas perlahan-lahan sambil berharap anda melihat tanda untuk berhenti atau jalan dimana anda harus berbelok. Saya lebih memilih hari yang cerah bersama peta yang sudah ditandai sehingga saya tahu kemana tujuan saya! Tapi bukan ini jalan yang Allah pilihkan bagi kita di musim ini!

Pikirkan transisi sebagai suatu jalan masuk menuju hal berikutnya! Pada proses kelahiran, ada suatu masa saat persalinan yang disebut dengan masa transisi. Masa ini adalah masa dimana bayi berada di jalur menuju kelahiran. Di tahap ini sakitnya akan melahirkan meningkat. Rasa sakit ini akan semakin meningkat dan semakin terasa! Namun begitu sang bayi lahir, kita mengalami sukacita yang luar biasa ketika menggendong bayi yang telah kita kandung selama berbulan-bulan dalam perut kita.

Sekaranglah Waktu dan Musim Bagi Janji-janji Anda Untuk Menjadi Nyata!

Di musim yang lalu ini, banyak dari kita mengalami perjalanan yang lama dan sukar. Kita berada di antara situasi-situasi yang pelik. Dari setiap arah kita diserang. Entah itu kesehatan kita, keluarga kita, keuangan kita, hubungan kita, pelayanan kita, atau semuanya sekaligus! Kekecewaan dan depresi menjadi perasaan biasa bagi kita yang mengalami sulitnya situasi-situasi yang kita hadapi. Walau demikian, masa-masa itu membuktikan apakah kita sadar atau atau tidak bahwa Allah telah melawat kita!

Dalam Kej. 18:1 dikatakan, “Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik.”

Jika anda tahu kisah ini maka anda akan tahu bahwa di saat itu, waktu hari panas terik, Tuhan mendatangi Abraham dan melepaskan janji kepadanya. Pada ayat 10 dilanjutkan, “Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki.”

Abraham menerima sebuah janji dari Allah bahwa ia akan memiliki keturunan yang akan menjadi ahli warisnya (Kej. 15:1-4). Tahun-tahun berlalu dan saat janji tersebut tampaknya takkan mungkin terjadi, Sara dan Abraham turun tangan untuk menggenapi janji Allah tersebut melalui Hagar untuk menjadi ibu pengganti bagi ahli waris mereka. Namanya adalah Ismail (Kej. 16).

Lanjut di dalam Alkitab kita melihat bagaimana Allah memberitahu Abraham bahwa Ismail bukanlah janjir yang dimaksudnya, melainkan ahli waris yang akan keluar dari rahim Sara (Kej. 17:15-16). Sara telah lama mandul dan Abraham berusia 86 tahun ketika ia menjadi bapa melalui Hagar untuk pertama kalinya. Dibutuhkan 13 tahun lagi sebelum janji yang dimaksudkan tersebut digenapi!

Namun di tengah sulitnya situasi Abraham, Allah menampakkan diri dan berkata bahwa sekaranglah saat dan musim bagi janji-janji anda untuk digenapi! Saat segalanya tampak sudah mati baginya dan Sara, Allah menampakkan diri! Sekaranglah saatnya bagi benih perjanjiannya akhirnya menjadi subur!

Sahabat, selama masa-masa tersukar kita, selama hari panas terik, Allah datang dan benih perjanjian kita dibuahi! Atau dikenal dengan istilah “Kehamilan”! saya percaya bahwa kita hamil dengan janji-janji yang telah Allah ucapkan ke dalam hati kita bertahun-tahun yang lalu. Namun tidak saja kita mengandung, kita sudah tiba di akhir kehamilan dan sebagian orang sudah mengerang kesakitan untuk menjadikan janji itu nyata!

Persiapkan Sekeliling Kita Untuk Kehadiran Janji-janji Kita

Sebelum masa kelahiran dimulai, banyak wanita dapat merasakan waktunya sudah dekat dan mereka mulai melakukan apa yang disebut dengan “bersarang.” Selama minggu-minggu sebelum kelahiran, para wanita mulai membersihkan dan menyiapkan sekelilingnya untuk kehadiran sang bayi! Misalnya membersihkan area-area rumah agar sang bayi tidak terkena infeksi, mempersiapkan semua keperluan sang bayi, dll!

Secara rohani, saya yakin bahwa Allah menyinggung kita untuk mulai bersarang dengan cara membersihkan, mensterilkan, dan menyiapkan sekeliling kita untuk hadirnya janji-janji kita. Seperti seorang ibu yang tidak ingin ada kondisi yang tidak steril yang dapat mengancam kesehatan bayinya, Allah pun tidak ingin ada hal-hal yang menghalangi digenapinya janji-janji yang Ia berikan! Secara rohani, hal ini berarti lihatlah lebih dalam lagi karakter anda dan bagaimana anda mengeluarkan perkataan-perkataan anda. Apakah perkataan dan karakter anda membawa kehidupan atau kematian? Lingkungan seperti apa yang akan anda siapkan untuk dimasuki oleh janji-janji Allah?

Sterilisasi menghilangkan area-area berbahaya dari kuasa reproduksi. Saat kita melahirkan di rumah sakit, mereka telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan ruangan steril. Kita harus terus berusaha untuk mendengar dari Allah area-area apa saja dalam hidup kita yang harus disterilisasi, hal ini akan memotong kuasa yang dapat menyebabkan kematian atau mencelakakan kita atau janji-janji yang dimaksudkan. Berharaplah agar musim ini menjadi musim pembersihan bagi rumah kita!

Sahabat, kita berada di waktu transisi untuk melahirkan! Mari persiapkan diri kita bagi janji-janji Allah! Bertahanlah saat rasa sakit akan melahirkan semakin meningkat, karena ketahuilah bahwa janji-janji anda akan dilahirkan! Kelahiran bisa menjadi sedikit merepotkan, namun jika sekarang kita bersiap untuk mensterilisasi sekitar kita, kelahiran anak akan menjadi mudah dibersihkan dan kita akan menikmati kesenangan dan sukacita saat menggendong janji-janji Allah dalam pelukan tangan kita!

Posted in Prophetic | Tagged , | Leave a comment

Garris Elkins: “Aku Menginginkanmu Untuk Menulis Suatu Masa Depan yang Besar” (Dec 3, 2013)

Sehelai Kertas Polos

Baru-baru ini saat saya berada di sebuah sesi tanya jawab di California, seseorang bertanya kepada saya, “Apa yang anda lihat bagi tahun 2014?”

Saya menjawab dengan berkata bahwa setiap akhir tahun, biasanya saya akan bertanya dan menanti perkataan dari Allah terkait tahun yang akan datang. Namun demikian, saya tidak memiliki perkataan yang spesifik di saat itu. Setelah saya menjawab pertanyaan itu, Allah memberi saya suatu gambaran.

Saya melihat selembar kertas yang besar sekali yang menutupi atas sebuah meja yang besar. Kertas yang besar ini terjuntai hingga tak terlihat batasnya. Kertas ini berwarna putih terang. Tak ada apapun yang tertulis di kertas tersebut – hanya sehelai kertas polos.

Keesokan harinya, setelah kembali dari perjalanan pelayanan, suatu gambar kembali muncul. Kali ini saya melihat sebuah pena besar – pena antik yang berbulu – turun melayang-layang ke gambar tersebut dan diam di atas lembar kertas yang kosong. Saat pena itu berhenti, Allah mulai berbicara kepada saya.

“Aku Ingin Agar Engkau Menulis Suatu Masa Depan yang Besar”

“Aku ingin agar engkau menulis sesuatu yang baru. Aku tidak hanya menghapus perkataan-perkataan dari masa lalu. Malah, Aku telah menyediakan suatu tempat yang baru bagimu untuk menulis suatu naskah yang baru bagi hidupmu. Inilah sesuatu yang baru dimana Aku mengundangmu untuk menulisnya.

“Inilah tugasmu. Aku menginginkanmu untuk menulis suatu masa depan yang besar – suatu masa depan yang tampak berupa dugaan pada awalnya. Aku memberimu ijin untuk menduga-duga kebaikanKu.

Menulislah seperti seseorang yang telah mendapatkan kasihKu untuk pertama kalinya. Aku ingin engkau menulis dengan sukacita tanpa adanya tanda baca. Aku ingin tulisanmu berdebar-debar dengan antisipasi dan harapan – suatu tulisan yang mengalir dari kegembiraan yang meluap-luap.

Aku berjanji dengan perkataanKu untuk memberikan apa yang diinginkan hatimu. Aku menyuruh Daud untuk menuliskan ini, ‘Bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.’ Aku berkata kepadamu untuk bergembira karenaKu saat engkau menulis dan Aku akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.

“Saat engkau menulis, inspirasimu akan muncul dari tingkat kegembiraanmu karenaKu yang kian bertambah. Menulislah seperti seorang kekasih yang menulis dari kedalaman gairahnya. Menulislah dari kegembiraanmu karenaKu dan biarkan kegairahanmu akanKu memenuhi tulisanmu.”

Saat Allah selesai berbicara, pena masih melayang di atas kertas tersebut. Saya merasa pena itu menanti tangan yang akan terjulur untuk mengambilnya dan mulai menulis.

Keinginan Hati Kita Disucikan Saat Kita Pertama-tama Bersukacita Di DalamNya

Allah telah menyediakan bagi kita selembar kertas, pena, dan tinta profetik. Ia ingin kita percaya bahwa Ia senang melihat anak-anakNya menuliskan suatu masa depan sambil Ia mengamati. Kesukaan kita di dalam Allah melindungi semua hal yang telah ditulis. Keinginan hati kita disucikan saat kita pertama-tama bersukacita di dalamNya. Kesukaan kita di dalam Allah harus mendahului keinginan hati kita akan suatu masa depan yang baru agar keinginan hati kita tetaplah kudus.

Ambil pena dan mulailah menulis:

• Tulislah suatu masa depan yang baru bagi keluargamu.
• Tulislah suatu masa depan yang baru bagi kesehatanmu.
• Tulislah suatu masa depan yang baru bagi gerejamu.
• Tulislah suatu masa depan yang baru bagi keuanganmu.
• Tulislah suatu masa depan yang baru bagi bangsamu.
• Tulislah suatu masa depan yang baru bagi impianmu.
• Tulislah suatu masa depan yang baru bagi pelayananmu.
• Tulislah suatu masa depan yang baru bagi kotamu.

Menulislah! Menulislah! Menulislah dengan kesukaan karena kebaikan Allah. Kata-kata yang anda tulis akan mengundang digenapinya janji-janji Allah dan akan bergabung bersama naskah masa depan anda. Naskah yang baru ini akan menjadi kisah suatu bab baru dalam hidup anda yang akan tersingkap di tahun 2014.

Posted in Prophetic | Tagged , | Leave a comment

Patricia King: Suatu Musim Perampingan dan Peningkatan Bagi Umat Tuhan (Nov 29, 2013)

Musim semi yang lalu Allah mulai berbicara kepada saya perihal perampingan. Ia berkata, “Engkau akan melakukan BANYAK HAL dengan hanya memiliki SEDIKIT di hari-hari mendatang.” Saya berdoa atas hal ini dan merenungkannya selama berbulan-bulan. Saat hari raya Rosh Hashanah, 2013, Allah mengkonfirmasi saya beberapa tindakan yang harus saya lakukan sebelum tahun ini berakhir.

Allah memanggil banyak orang di musim untuk mengembang dan meningkat melalui perampingan dan pengecilan.

Hal ini mungkin terdengar bertentangan, namun sesungguhnya Allah akan memberi anda banyak hasil dengan sedikit usaha. Banyak orang menjadi tertekan secara emosional, mental, dan finansial, dan mendapati diri mereka kehabisan energi dan kesegaran karena banyaknya sistem dan tanggung jawab yang tampaknya diperlukan di musim lalu agar dapat menjalankan visi mereka. Kini Ia akan memberikan kepada anda strategi-strategi untuk merampingkan dan bahkan mungkin mengecilkan agar anda dapat mengalami peningkatan.

“Tebang”

Suatu pagi Allah menunjukkan sebuah pohon di pekarangan rumah kami. Itu adalah pohon limau kami selama 8 tahun, namun tak pernah menghasilkan buah. Kami sudah memberi pupuk, memangkas, dan menyiraminya, namun pohon itu tidak pernah berbuah. Allah berkata, “TEBANG POHON ITU.” Ia lalu berkata, “Semua yang tidak menghasilkan buah dalam hidupmu bagi Kerajaan, tebanglah semuanya itu.”

Jika sebuah pohon tidak dipangkas saat dibutuhkan, buahnya takkan berkualitas baik, jumlahnya sedikit dan kecil. Pohon yang menghasilkan buah haruslah dipangkas saat dibutuhkan.

Suatu waktu saya terkejut melihat pohon yang telah dipangkas suami saya. Saya berkata bahwa ia terlalu banyak memangkas pohon itu, namun ia meyakinkan saya bahwa hal itu diperlukan. Setahun kemudian, pohon itu bertambah segar dan sehat dan kembali rimbun.

Allah memanggil banyak orang untuk meramping dan mengecil di musim ini – bukan karena anda tidak berbuah – tetapi kebalikannya. Ia sedang mempersiapkan anda untuk mengembang, meningkat, dan menaik. Anda akan melakukan banyak hal dengan hanya memiliki sedikit.

Banyak pelayanan dan bisnis di musim ini akan merampingkan operasi-operasi mereka. Hal ini bahkan menuntut mereka untuk memberhentikan beberapa pekerja. Para pemimpin dan pemilik mungkin mendapati betapa sulitnya secara emosinal untuk memberhentikan pekerja mereka, namun Allah akan membuka pintu-pintu bagi pekerja-pekerja ini yang takkan pernah terbuka sebelumnya jika mereka tetap berada di sana. Segala sesuatunya bekerja demi mendatangkan kebaikan!

Anda Dipanggil Untuk Ramping Demi Sebuah Peningkatan

Allah berkata, “Di musim berikut ini akan terjadi banyak hal bagi umatKu. Aku memanggil mereka untuk ramping, namun di dalam perampingan mereka akan dikembangkan dan ditingkatkan.”

Allah akan melakukan perkara-perkara yang luar biasa melalui umatNya di musim berikut ini. Ia sedang menyiapkan kita bagi suatu tuaian yang besar. Anda mungkin dipanggil untuk merampingkan hidup anda – untuk mengecil, menyingkirkan semua hal yang kacau di kamar anda (baik secara fisik maupun rohani) – agar anda dapat meningkat, mengalami pelipatgandaan, dan menaik dengan cara-cara yang tak dapat anda bayangkan.

Posted in Prophetic | Tagged , , | Leave a comment

Kathi Pelton: Dua Kata Terindah yang Pernah Terucap (Nov 26, 2013)

Bersembunyikah Engkau?

Akhir-akhir ini saya merasakan kerinduan yang dalam di hati Bapa bagi anak-anakNya yang merasa berada jauh dariNya. Rasa malu, takut dan menyesal selalu membuat kita bersembunyi dari Allah, tetapi Allah kita selalu menanti dengan tangan terbuka untuk memulihkan setiap kita agar dapat hidup intim denganNya. Manusia telah menghadapi isu ini sejak awal penciptaan ini, dimulai oleh Adam dan Hawa:

” Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?” (Kej. 3:6-9)

Allah membuat pakaian bagi Adam dan Hawa, untuk menutupi ketelanjangan mereka. Meski harga yang mahal telah dibayar dan terus dibayar oleh karena dosa, di dalam anugerahNya Allah bertemu dengan anak-anak sulungNya dan menutupi mereka. Ia masih melakukan hal yang sama bagi kita di masa kini. Ia telah menyediakan bagi kita Pakaian Kekudusan untuk menutupi dosa dan rasa malu kita dalam bentuk anakNya, Yesus Kristus. Musuh telah menipu semua orang sejak di awal penciptaan kita. Ia terus-menerus menempatkan godaan di hadapan manusia, lalu mencoba untuk memikat mereka dengan kata-kata yang meyakinkan yang akan menciptakan suatu atmosfir kompromi. Itulah yang telah ia lakukan terhadap Hawa, dan ia masih melakukannya bagi kita di masa kini.

Jadi…apa yang anda lakukan saat anda diserahkan ke dalam godaan, tipuan, dan kompromi? Apakah anda berlari kepada Ia yang mengampuni dan membasuh anda dari dosa anda, ataukah anda melarikan diri dan bersembunyi dariNya? Jika selama ini anda telah melarikan diri, mencoba dengan sia-sia untuk bersembunyi dari Bapa, Ia mau anda untuk mengetahui bahwa Ia mengasihi anda, menanti anda kembali, dan telah menyiapkan sebuah perlindungan bagi anda.

Pikiran-pikiran Allah Terhadap Petrus

Petrus adalah sahabat dan murid Yesus. Ia telah melihat banyak mujizat, ia telah melihat ke dalam mata Mesias dan merasakan pelukanNya, dan ia telah berjalan bersamaNya, belajar langsung dariNya. Petrus mengasihi Yesus dan Yesus mengasihi Petrus! Yesus mengenal Petrus secara pribadi dan tahu bahwa ia memiliki kelemahan di area rasa takut. Ia juga tahu bahwa Petrus akan menolakNya 3x di malam penangkapan dan pengkhianatanNya. Ia tahu bahwa Petrus takkan bersamaNya saat Ia tergantung di Salib bersama dosa-dosa dunia yang menekanNya. Ia tahu bahwa Petrus akan lari dan bersembunyi. Namun di tengah-tengah kisah penyangkalan, kita sering melupakan dua perkataan yang paling penting dalam Perjanjian Baru.

Lalu mereka (Maria Magdalema, Maria ibu Yakobus, dan Salome) masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Merekapun sangat terkejut, tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: “Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia. Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya termasuk Petrus (tafsiran): Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu.” Mrk. 16:5-7

Termasuk Petrus…” Sungguh perkataan yang luar biasa! Allah ingin agar para wanita dan semua murid untuk tahu bahwa Petrus tidak dikucilkan dari keluargaNya. Petrus adalah satu-satunya yang disebut secara eksklusif. Inilah awal dari pemulihan Petrus, namun Petrus tidak ada disana. Yesus akan muncul dalam tubuh kebangkitanNya di depan orang-orang yang terdekat denganNya, dan meski Petrus telah menyangkalnya 3x dan meninggalkanNya saat Ia menderita di atas kayu Salib, hal pertama yang Yesus lakukan adalah memastikan bahwa malaikat memasukkan nama Petrus saat mengumumkan kebangkitanNya. Ia ingin semua orang tahu bahwa Petrus masih bagian dari keluargaNya!

Sejujurnya saya tak dapat membayangkan luka yang dirasakan saat mengetahui bahwa engkau menolak sahabat terkasihmu dan Mesiasmu. Rasa malu dan penyesalan yang terkadi dapat melemahkan bahkan pria terkuat sekalipun. Namun komunikasi pertama Yesus (melalui malaikat) setelah kebangkitanNya memiliki pesan rekonsiliasi yang mengagumkan, dan kerap dilewatkan: “Termasuk Petrus.”

Termasuk ANDA!

Dapatkah anda mendengar Roh Allah berbicara kepada anda? Mungkin Ia sedang berbicara kepada anda melalui artikel ini, karena rasa malu, rasa takut, dan penyesalan anda membuat anda tidak dapat mendengarNya. Ia memiliki janji untuk menemui anda dan memulihkan anda kembali ke keluargaNya. Ia berkata: “…termasuk _____” (masukkan nama anda). Pakaian kekudusanNya tersedia untuk menutupi rasa malu anda, kasihNya tersedia untuk memulihkan hati anda, dan pelukanNya menanti anda untuk meluruhkan semua ketakutan anda. Penyesalan bukanlah sahabat anda; itu adalah borgol yang menahan anda dari memelukNya. Saya tidak tahu apa yang pernah anda lakukan (atau sedang lakukan), namun Yesus tidak mengucilkan anda, sebaliknya, Ia merangkul anda dan mengenal setiap nama anda.

Kita SEMUA telah bersalah dan jauh dari kemuliaanNya, namun untuk itulah Ia datang. Ia datang untuk membayar harga yang tidak dapat kita bayar, untuk menjalani hidup yang tidak dapat kita jalani, dan mati agar membebaskan kita dari perpisahan yang abadi dari Allah.

Kemanapun Anda Pergi…

Anda tidak dapat bersembunyi dariNya – dan Ia tak ingin anda mencobanya! Ia bersama anda saat ini. Pikiran-pikiranNya terhadap anda melebihi butiran-butiran pasir di bumi dan melebihi bintang-bintang di langit. Pikiran-pikiranNya terhadap anda adalah untuk rancangan yang baik dan bukan yang jahat, seperti halnya bagi Petrus.

Saat saya menulis artikel ini, terlintas seberapa sering dalam setiap harinya saya memikirkan setiap anak-anak saya, dan bagaimana semua pikiran saya terhadap mereka adalah penuh cinta dan kebaikan. Saya ingin mereka diberkati, bahagia, dikasihi; saya ingin mereka mengalami hubungan yang intim bersama Yesus. Saya memikirkan mereka setiap kali saya bangun pagi; saya berdoa bagi mereka setiap saat. Jika saya, sebagai manusia, memikirkan anak-anak saya sesering itu, maka pikirkan seberapa banyak Bapa Surgawi anda memikirkan diri anda?

Saya ingin mengakhiri artikel ini dengan Mazmur 139:

“TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN. Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku. Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.
Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku. Jika aku berkata: “Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,” maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.
Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya! Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau.
Sekiranya Engkau mematikan orang fasik, ya Allah, sehingga menjauh dari padaku penumpah-penumpah darah, yang berkata-kata dusta terhadap Engkau, dan melawan Engkau dengan sia-sia. Masakan aku tidak membenci orang-orang yang membenci Engkau, ya TUHAN, dan tidak merasa jemu kepada orang-orang yang bangkit melawan Engkau? Aku sama sekali membenci mereka, mereka menjadi musuhku.
Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!

Posted in Teaching in Holy Life | Tagged | Leave a comment

Chuck Pierce and Barbara Wentroble: Undanglah Allah Untuk Mengubah Atmosfir Anda! Ia Siap Untuk Mengggoncangkan Semua Yang Dapat Digoncangkan! (Nov 20, 2013)

Selama penyembahan di hari Minggu, terjadi pengurapan profetik yang sangat kuat. Barbara Wentroble bergabung bersama saya dalam bernubuat:

Jika engkau akan mengundang hadiratKu untuk turun di minggu ini, maka Aku akan masuk ke dalam atmosfirmu dan mengubah apa yang selama ini engkau coba ubah. Aku memiliki kuasa dan kekuatan untuk berperang, dan jika engkau mengundangKu masuk, engkau akan mengatasi minggu ini dan kelepasan akan terjadi atasmu!

“Karena AKUlah Allah yang menggoncangkan segala sesuatu yang dapat digoncangkan. Inilah musim dimana engkau akan tergoncang; engkau akan melihatKu menggoncang segala sesuatu yang menahan datangnya kemuliaanKu yang selanjutnya. Aku akan menggoncang para penentang; Aku akan menggoncang para pencemooh, dan Aku akan menggoncang mereka yang melawan dan menolak apa yang telah Kusiapkan di musim ini. Perhatikan bagaimana Aku mulai menggoncang apa yang tampaknya tak dapat digoncangkan, di hari-hari terakhir ini.

“Karena musim ini adalah suatu musim peralihan. Aku bersiap untuk mengalihkan beberapa hal yang tidak bisa dialihkan. Aku bersiap untuk memutar besi yang menahan pintu agar tidak terbuka. Perhatikan bagaimana Aku memutar baut dan membuka pintu, dan perhatikan bagaimana Aku menggoncang apa yang tidak dapat digoncangkan. Perhatikan bagaimana Aku melepaskan apa yang selama ini telah Aku katakan di hari-hari terakhir – bahwa Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula. Saat Aku menggoncang dan saat Aku membuka, Aku melepaskan suatu dimensi kemuliaanKu yang baru!”

Posted in Prophetic | Tagged , | Leave a comment